Nampaknya suratkabar se kaliber Kompas tidak imun juga terhadap kekeliruan dan kerancuan mengeja kata-kata yang mengandung huruf ’f’ dan huruf ’v’. Secara linguistik ini memang bukan ’dosa besar’, karena toh di masyarakat kedua huruf ini acapkali ditukar-tukar tanpa ada yang memprotes. Namun untuk kenyamanan membaca dan untuk ’pendidikan’ masyarakat mengenai cara penulisan (pengejaan) yang benar mungkin ada baiknya Kompas memberikan perhatian sedikit lebih banyak akan ’hal yang sepele’ ini.
Pada harian ’Kompas’ edisi hari ini (8 September 2010) misalnya ada feature mengenai Ramadhan yang berjudul ’Puasa Kota’ di mana saya jumpai ...