Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Akbar Zainudin

Trainer Motivasi, Manajemen dan Kewirausahaan. Penulis Buku Best Seller Man Jadda Wajada. BUKU BARU: "Berwirausaha selengkapnya

Buku Baru, Harapan Baru

OPINI | 03 January 2010 | 22:35 Dibaca: 876   Komentar: 4   1

Siapa Bersungguh-Sungguh, Ia akan Sukses

Siapa Bersungguh-Sungguh, Ia akan Sukses

Rangkaian kata mempunyai kekuatan dahsyat dalam membentuk kehidupan, apalagi bila disertai strategi praktisnya. Man Jadda Wajada, siapa serius pasti sukses, adalah salah satunya, dan buku ini menjabarkan prinsip umum maupun strategi praktisnya.

Ribuan orang telah menjiwai semangat dari rangkaian kata-kata sederhana ini. Banyak insan yang menjadi sukses mulia karenanya. Mereka tahu, sukses adalah pilihan, bukan kebetulan, dan buku ini akan memandu Anda meraihnya.

NANTIKAN DI TOKO BUKU ANDA, 15 JANUARI 2010.

Untaian kata-kata bisa memiliki kekuatan dahsyat yang mampu mempengaruhi seseorang dalam menjalankan hidupnya. Kata-kata bisa membuat seseorang bersemangat, optimis, dan menjalani hidup dengan penuh harapan akan masa depan. Tetapi, bisa juga menjerumuskan orang menjadi loyo dan tidak bergairah menghadapi hidup.

Dalam kehidupan sehari-hari, motivasi seseorang sering mengalami pasang surut. Di kala motivasinya sedang tinggi, ia akan sangat bergairah dan bersemangat dalam menghadapi hidup. Tetapi di kala motivasinya sedang turun, seseorang membutuhkan sesuatu yang mampu memompa semangatnya untuk kembali pulih. Di sinilah, kata-kata, yang membentuk sebagai untaian kalimat mutiara menemukan perannya untuk membangkitkan motivasi dan semangat hidup seseorang.

Pentingnya kata-kata mutiara ini telah disadari oleh berbagai kalangan, termasuk lembaga pendidikan. Karena itulah, kata-kata mutiara diajarkan di berbagai lembaga pendidikan, termasuk di pesantren-pesantren, salah satunya di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, tempat di mana penulis menimba ilmu saat masih sekolah setingkat SMP-SMA, peran sebuah kata-kata ini menjadi penting karena diajarkan sejak awal masuk pada tahun pertama. Para santri diajarkan kata-kata mutiara berbahasa Arab yang diambilkan dari berbagai sumber dalam sebuah mata pelajaran yang disebut sebagai “Mahfudzat”.

Pelajaran Mahfudzat berisi kata-kata mutiara yang membangun etos dan akhlak yang bisa menjadi dasar dan sandaran bagi masa depan seseorang. Dan terbukti memang, kata-kata ini banyak menginspirasi lulusannya dalam mengarungi kehidupan setelah lulus dari pesantren.

Karena itulah, untuk bisa membangun semangat, seseorang membutuhkan kata-kata, entah dari mana ia dapatkan yang bisa menjadi sebuah prinsip dan pegangan hidup. Kata-kata yang menjadi prinsip dan pegangan hidup itu bisa menjadikan cambuk dan semangat di kehidupan sehari-hari.

Buku ini mencoba membangun intisari dari kata-kata mutiara Arab tersebut yang diletakkan pada konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan kata-kata mutiara tersebut mendapatkan konteks yang bermanfaat.

Penulis membagi tulisan ini ke dalam tiga bagian besar. Bagian pertama adalah mengenai bagaimana mengubah cara pandang tentang kehidupan agar selalu berada pada pikiran yang positif. Bagian ini menjadi penting mengingat salah satu faktor utama kesuksesan seseorang sangat tergantung dari cara berpikirnya. Pikiran yang mengarahkan bagaimana seseorang bersikap dan menghadapi masa depan, bahkan kebahagiaan seseorang juga tergantung dari bagaimana seseorang mengelola pikirannya.

Agar kehidupan lebih terarah, orang memerlukan adanya mimpi-mimpi tentang masa depan. Tidak sekedar bermimpi, tetapi bagaimana mimpi-mimpi itu diwujudkan dalam target-target dan rencana hidup yang lebih terukur. Adanya target dan rencana hidup ini akan membuat kehidupan seseorang berjalan pada garis kehidupan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini diperlukan untuk menghindari perjalanan hidup tanpa arah, orientasi dan tujuan yang tidak jelas.

Pada akhirnya, hidup adalah sebuah pengabdian. Hidup terbaik seseorang adalah saat ia bermanfaat bagi orang lain. Dengan misi semacam ini, hidup tidak lagi mengejar kepentingan pribadi dan kepentingan sesaat, tetapi bagaimana agar kehidupan kita lebih bermanfaat untuk kepentingan orang banyak.

Bagian kedua adalah bagaimana seseorang mengembangkan potensi yang dimilikinya. Terkadang orang tidak mengetahui atau bahkan tidak menyadari bahwa dalam dirinya terdapat potensi besar yang siap dikembangkan. Saatnya merenung dan menemukan potensi apa yang bisa terus kita kembangkan dalam hidup ini sehingga bisa membawa kita pada kesuksesan yang mungkin tidak pernah kita sangka sebelumnya.

Pada bagian ketiga, buku ini menekankan bahwa mimpi dan cita-cita yang kita tetapkan tidak akan pernah kita dapatkan jika kita berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Mimpi hanya akan menjadi angan-angan. Orang memerlukan rencana bagaimana ia bertindak dan bekerja dalam mencapai mimpi-mimpinya.

Perencanaan hidup yang baik akan menghindarkan seseorang dari kebingungan hari ini harus berbuat apa. Rencana hidup yang baik juga akan membangun konsistensi dan kesabaran yang harus dijalani seseorang. Dengan disiplin, kerja keras, konsistensi, dan kesabaran, maka semua kemungkinan dari apa yang kita cita-citakan sangat mungkin terjadi.

Banyak orang memiliki mimpi, mungkin bermimpi melakukan hal yang sama dengan orang lain. Tetapi yang membedakan seseorang dengan orang lain adalah cara orang berbuat dan berusaha agar mimpi tersebut menjadi kenyataan. Tidak ada cara lain mencapai apa yang kita cita-citakan kecuali kerja keras dengan rencana dan tahapan yang rapih. Dengan demikian, hidup kita akan jauh lebih bersemangat, tidak lagi bermalas-malasan, dan penuh kesungguhan dalam mencapai apa yang kita cita-citakan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 11 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 13 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 14 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 14 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: