Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Riyani Zola Pamungkas

Lahir di Cilacap, Jateng

Seni, Estetika, dan Kreativitas Itu Apa??

REP | 17 November 2010 | 11:28 Dibaca: 187   Komentar: 5   0

Sebenarnya, seni, estetika dan kreativitas itu apa sih? Untuk mengetahuinya, mari kita baca yang ada di bawah ini

A. Hakekat Seni da Estetika

1. Hakikat Seni

Seni adalah proses fundamental kemanusiaan. Seni merupakan hal yang dinamis dan menyatu sebagai potensi yang sangat besar untuk pendidikan anak.

Herberd Reed dan Lowenheld (1982) menyatakan seni pada dasrnya sulit untk dipahami dan dijelaskan dengan facta. Baret menyatakan seni sebagai suatu proses yang lebih dari pada bentuk fisik. Barret memandang bahwa suatu batasan hanya bersifat steorotip. Muharam (1991) menyatakan seni atau kesenian secara umum dikenal sebagai rasa keindahan umumnya dan rasa keharuan khususnya yang melengkapi kesejahteraan hidup.

Dari berbagai pengertian seni yang dikemukakan di atas, maka seni merupakan karya manusia yang melibatkan ide, gagasan, gerak hati, perasaan, pikiran, membuat, menyusun, memproses sehingga menghasilkan satu ujud visual yang memiliki nilai keindahan dan menimbulkan perasaan ( subyaktif )

2. Hakikat Estetika

Maysesky (1990) menyatakan estetis berkenaan pada satu apresiasi bentuk keindahan dan perasaan haru atau kekaguman. Misalnya, melihat keindahan tenggelamnya matahari, mendengarkan ritme rintik air hujan.

Estetika dipergunakan dalam membahas secara teoritis arti estetika atau indah atau hal yang bersifat estetik.

B. Hakikat Kreativitas

1. Pengertian Kreativitas

Campbel (1995) menyatakan kretivitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru, berguna dan dapat dimengerti. Olsen (1989:11) menyatakan kreativitas adlah kemampuan untuk menciptakan atau berkreasi. Prnes (dalam Issenberg, 1993:4) menyatakan kreativitas sebagai suatu cara berpikir dan bertindak atau membuat sesuatu yang asli untuk individu dan orang lain. May ( dalam Magesky, 1990 ) menyatakn kreativitas adalah proses membawa sesuatu yang baru pada manusia. Sedangkan menurut Seefeldt (1994:419), kreativitas adalah kekuatan untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan orisinil. Pernyataan ini menyatakan kreativitas haruslah menghasilkan dan tidak cukup hanya sebatas pemikiran yang tidak diproduksi atau disampaikan kepada orang lain ataupun yang muncul dalam alam ketidaksadaran. Kreativitas ditandai adanya kelancaran dalam menghasilkan, pembuatan hal baru tersebut bersifat orisinil dan orang lain itu memiliki fleksibilitas dalam berpikir.

2. Karakteristik Kreativitas

Secara nyata, orang dikatakan kreatif jika memiliki pemikiran orisinil, rasa ingin tahu, kerja keras, lincah, dan fleksibel dalam berpikir, serta kemandirian.

3. Proses Kreatif

Tahap perkembangan kreativitas ( Campbel, 1955 ) yaitu

a. persiapan, menyiapkan minat. Kreativitas akan muncul jika ia memiliki minat terhadap objek tertentu.

b. konsentrasi

c. inkubasi

d. Iluminasi

e. Verifikasi atau produksi

4. Karakteristik Anak Kreatif

Kreativitas merupakan potensi yang berkembang, dalam arti dipengaruhi oleh umur. Jadi, perilaku kreatif ditentukan oleh perkembangan dan umur.

5. Pengembangan Kreativitas Anak

Lowenfeld dan Britain (1982:8), cara untuk mendorong perkembangan kreativitas antara lain:

a. kelancaran berfikir

b. fleksibilitas

c. orisionilitas

d. memperluas berfikir

e. berani mengambil resiko

f. kompleksitas

g. ingin tahu

h. imajinasi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 13 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 14 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 15 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 8 jam lalu

(H-16) Jelang Piala Asia U-19 : Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Pingin Body Kayak Artis …

Ifani | 8 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Diari Santri: #7 Tamu Misterius …

Syrosmien | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: