Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Osuma

pengamat social media

Review Buku Ekspedisi Wali Songo: Menyerap Sejarah dalam Legenda

OPINI | 24 March 2011 | 21:46 Dibaca: 288   Komentar: 0   0

Bila mendengar nama Wali Songo yang terngiang dipikiranku selama ini adalah sosok 9 tokoh utama penyebar agama Islam di Pulau Jawa,berpenampilan gagah dan kharismatis,dibekali dengan kesaktian ilmu kanuragan tingkat tinggi. Apa yang terlintas tentang Wali Songo dipikiranku ini mungkin terkontaminasi oleh apa yang kubaca di buku-buku sejarah dan apa yang kusaksikan di film-film lawas tentang Wali Songo. Namun paradigma tentang Wali Songo sekejap berubah setelah aku membaca buku Ekspedisi Wali Songo: Menyerap Sejarah Dalam Legenda.

Buku Ekspedisi Wali Songo ini menceritakan tetntang perjalanan sekumpulan umat Muslim yang taat, yang mencari pencerahan spiritual melalui perjalanan ziarah ke makam dan situs-situs sejarah  Wali Songo. Perjalanan rombongan peziarah yang berjumlah 10 orang ini menempuh jarak yang sangat panjang dan melelahkan. Rombongan melewati puluhan kota selama 7 hari tanpa henti. Dari perjalanan yang dijalani rombongan peziarah ini banyak tergali fakta-fakta sejarah dan kejadian-kejadian yang diluardugaan.

Rombongan ekspedisi memulai perjalanan dari kota Bogor. Kota pertama yang menjadi tujuan rombongan adalah Cirebon,dimana di kota tersebut konon terdapat makam Sunan Gunung Djati. setelah melaksanakan sholat subuh di Mesjid Sunan Gunung Djati,rombongan ekspedisi langsung melakukan ziarah ke komplek pemakaman yang terletak di seberang Masjid Sunan Gunung Djati. Namun selama di komplek pemakaman tersebut,rombongan dihadapkan pada suasana yang kurang mengenakkan yang sempat meluruhkan semangat para peziarah untuk melanjutkan ekspedisi (Bab 1)

Semangat pencarian pencerahan spiritual membawa rombongan peziarah menuju kota Demak. Disini rombongan seakan menemukan energi baru sewaktu melaksanakan sholat di Masjid agung demak. Masjid Demak sangat megah dengan empat buah Soko Guru yang bertuliskan nama Sunan Ampel,Sunan Kali Jaga, Sunan Gunung Djati,dan Sunan Bonang. Di Demak rombongan juga melakukan ziarah di komplek pemakaman Masjid Demak (Bab 2 & 3 ) Sekitar 15 menit setelah meninggalkan Masjid Demak,rombongan sampai di makam Sunan Kali Jaga di daerah Kadilangu. Suasana nyaman dan lingkungan yang terawat bersih dijumpai rombongan ekspedisi. Di komplek makam Sunan Kali Jaga ini rombongan ekspedisi begitu bersemangat membaca enam Rahasia Hidup Wejangan Sunan Kali Jaga: “Marsudi Ajining Sarira” , “Manembah”, “Mangabdi” , ” Maguru”, ” Martapa” , dan “Makarya” (Bab 4)

Perjalanan berlanjut ke kota Kudus, dimana Sunan Kudus dimakamkan. Di Masjid Menara Kudus rombongan mendapati pancuran tempat wudhu berasitektur kuno (Bab 5) Ekspedisi berlanjut menuju desa Colo tempat Sunan Muria dimakamkan. Perjalanan menuju makam Sunan Muria membutuhkan energi ekstra karena harus melewati undakan tangga sepanjang 1 Km. Namun tekad membara dari rombongan ekspedisi mengalahkan lelah yang mendera. Rombongan pun sampai di makam Sunan Muria yang terletak diatas bukit (Bab 6)

Selanjutnya rombongan bermaksud menuju kota Tuban. Namun di kota Rembang tanpa sengaja rombongan melihat plang bertuliskan Makam Sunan Bonang. Akhirnya dengan rasa syukur peziarah berdoa bersimpuh di depan makam Sunan Bonang yang sederhana (Bab 7) Lalu di pebukitan hijau yang luas di Lamongan rombongan ekspedisi tiba di komplek makam Sunan Drajat (Bab 8 ) Selanjutnya tim ekspedisi menuju kota Gresik. Disana mereka berziarah ke makam Sunan Giri dan makam Maulana Malik Ibrahim. Di Gresik pula peziarah mendapati fakta bahwa beberapa pelaku sejarah penyebaran agama Islam tak tercatat dalam buku-buku sejarah (Bab 9 - 11 ) Di kota berikutnya Surabaya, rombongan peziarah menapakkan diri di Masjid Ampel tempat makam Sunan Ampel berada (Bab 12)

Cerita yang tertuang dalam buku Ekspedisi Wali Songo: Menyerap Sejarah Dalam Legenda bukanlah cerita perjalanan tentang plesiran lokasi obyek wisata sejarah. Tapi di dalam buku Ekspedisi Wali Songo ini dipaparkan asal usul dari para Wali Songo dan perjuangan Wali Songo menyebarkan syiar Islam di Pulau Jawa. Juga ada beberapa daftar literatur pendukung cerita tentang Wali Songo yang dituliskan di buku ini.

Bagi anda pecinta sejarah Indonesia,khususnya pecinta sejarah perkembangan syiar Islam di tanah Jawa, saya rekomendasikan anda untuk membaca buku Ekspedisi Wali Songo: Menyerap Sejarah Dalam Legenda, yang dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan spiritual.

13009563921843843278

Info pembelian buku disini : http://bit.ly/gUBs27


Tags: review buku

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | | 24 November 2014 | 10:33

Disambut Pelangi Halmahera Utara …

Joko Ade Nursiyono | | 24 November 2014 | 09:41

Gonzales, ‘Kartu Truf’ Timnas …

Achmad Suwefi | | 24 November 2014 | 09:32

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | | 24 November 2014 | 05:47

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 11 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 13 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: