Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Pungky

bentuk lain ultraman

Peri-Peri Bersayap Pelangi, Untuk yang Tercinta Anak-Anak Indonesia

REP | 24 April 2011 | 03:34 Dibaca: 1476   Komentar: 86   13

kabar gembira… kabar gembiraa… kabar gembiraaaaa…

segera terbit! segera terbit! segera terbit!

buku kumpulan cerpen anak

20 cerita
11 penulis

13035697931753981137


Apa sih Peri-Peri Bersayap Pelangi?

Peri-peri bersayap pelangi adalah buku kumpulan cerita anak yang berisi 20 cerita anak. Ditulis oleh 11 penulis dan diterbitkan oleh Lingkar Spasi Media Publisher. Buku ini berisi dongeng-dongeng untuk anak tentang persabahatan, kesehatan, belajar menghargai, perjuangan untuk cita-cita, bagaimana mencintai diri sendiri, mencintai orang tua, sampai dengan dongeng tentang bagaimana tetap bahagia dengan segala kekurangan yang ada.

Tujuannya Apa?

Tujuan diterbitkannya buku ini yang utama adalah untuk mendekatkan kembali anak-anak dengan dunia dongeng. Mendekatkan anak-anak kepada istana sebelum tidur mereka. Kepada cerita-cerita peri dan dunia-dunia bahagia tanpa balutan kisah cinta ala sinetron anak muda atau lirik-lirik lagu yang bukan untuk usia mereka.

Tujuan lainnya, adalah untuk berbagi kepada anak-anak yang kurang mampu. Karena setiap rupiah yang didapat dari keuntungan penjualanan buku ini adalah hadiah buku yang sama untuk anak-anak di beberapa rumah singgah, sekolah pasca bencana, rumah sakit anak dan taman baca anak di beberapa daerah terpencil. Mendekatkan dongeng kepada mereka yang tidak punya cukup uang untuk membeli buku dongeng.

Siapa penulisnya?

Yap! Peri-peri bersayap pelangi ditulis keroyokan oleh 11 orang. mereka adalah:

Meliana Indie

Santy Novaria

Winda Krisnadefa

Syam Asinar Radjam

Dee Dee Sabrina

Pungky Prayitno

Ary Amhir

Maria Ingrid Nabu Bhoga

Meiliani Fauziah`

Avista Nada

Indri Agustina

Apa Kata Mereka Tentang Peri-peri bersayap pelangi?

“… menerbitkan buku bacaan untuk anak seperti PERI-PERI BERSAYAP PELANGI ini, menjadi sebuah perlawanan yang berani dan penting meskipun beresiko tinggi.. Karena tak cukup diterbitkan saja, buku ini harus diperjuangkan kehadirannya, agar tidak hanya sampai ke tangan, tapi pesan moralnya mengisi benak anak-anak kita.”

Putu Wijaya, Sastrawan.


“Teman-teman, Kamu wajib baca buku ini. Isinya adalah pelajaran hidup yang sangat kamu perlukan sebagai bekal meniti kehidupan di luar sana. Nggak mau baca buku ini? Rugi! Sangat rugi!”
Nunik Utami, Peraih Islamic Book Fair Award 2010 Kategori Buku Non Fiksi Anak Islami Terbaik

“Cerita pendek Peri-peri Bersayap Pelangi bikin Pak De teringat bahwa tradisi mendongeng tuh sudah hampir punah lho. Jangan jadi anak tanpa dongeng, lestarikan tradisi dongeng yang hampir punah dengan  minta bapak-ibu mendongeng sebelum tidur.”
Sujiwo Tedjo, Budayawan.

“Semoga setelah membaca buku ini, anak-anak mendapat nilai hidup yang bisa mereka bawa sampai besar nanti,  sampai mereka meraih cita-cita”
Glenn Fredly, ketua yayasan Green Music Foundation

—–

Jadi, Nantikan tanggal terbitnya dan jangan lupa membeli bukunya, ya!

Karena setiap buku yang Anda beli adalah hadiah buku yang sama untuk anak-anak yang kurang mampu.

Atas nama cinta untuk anak-anak Indonesia :)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sarjana ke Desa, Sarjana Telantar, dan …

Isson Khairul | | 24 May 2015 | 13:53

Ketika Iwan Fals Dikalahkan Demi Lovato …

Ryan Perdana | | 24 May 2015 | 12:11

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

Workshop Performance Art: Eksplorasi Tubuh …

Himawan Pradipta | | 24 May 2015 | 14:05

Ketika Semuanya Menjadi Sengaja …

Kayana Octora | | 24 May 2015 | 13:20


TRENDING ARTICLES

Lecehkan Ras Sunda, Color Run Subang Dicekal …

Jadiah Upati | 4 jam lalu

Beras Platik: Teror untuk Siapa? …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 11 jam lalu

Presiden Jokowi Menerima Gratifikasi Batu …

Gunawan | 13 jam lalu

Kisruh IMA 2015, Sebaiknya MNC Berkaca Diri …

Panjaitan Johanes | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: