Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Ongkie_n_emir

berusaha tidak berhenti mencari pemahaman dan pengertian semua hal yang menggelitik hati, tapi nggak paham selengkapnya

Pelajaran Seks dari Raja Jawa kok disingkirkan ?

OPINI | 17 May 2011 | 15:23 Dibaca: 321   Komentar: 4   0

hanya bertanya dan sama sekali tidak ada sangkut-paut dengan sang penulis.

kenapa tulisan dengan judul Pelajaran Seks dari Raja Jawa didalam kolom Media disingkirkan ?

tadi sekilas sempat membacanya dan isi tulisannya tidak ada yang begitu vulgar,

tulisan lebih banyak merupakan pengetahuan tentang adanya Serat Centhini yang isinya adalah pelajaran dan filsafat kehidupan yang ditulis oleh seorang raja Jawa dan para ahlinya,

tulisan lebih banyak merupakan kilasan mengenai isi Serat Centhini  dengan penyampaian halus, terlihat tidak asal tulis (menilik pembagian paragraf nya)

tulisan tidak langsung mengetengahkan sisi fisik sebuah aktifitas melainkan latar belakang yang sepatutnya ada sebelum aktifitas,

tulisan lebih banyak merupakan informasi sejarah bangsa, bahwa bangsa kita pun sanggup membuat tulisan filsafat-pengetahuan dengan begitu panjang lebar (4200 halaman),

jauh sebelumnya sebersit pernah mendengar nama Serat Centhini namun setelah membaca tulisan ini baru tahu apa sebetulnya Serat Centhini, apa yang dikandungnya

tulisan ini jauh lebih baik dan bermanfaat daripada tulisan yang kemudian hanya jadi pertengkaran SARA, utamanya sebagai informasi sejarah

mohon dinilai ulang, jangan hanya karena ada kata “Seks” nya lantas di breidel,

terimakasih dan mohon maaf apabila didalam penulisan ini saya salah atau saya salah menilai,

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: