Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Oryza Ardyansyah

Saya adalah jurnalis, seorang ayah dua anak, pembaca buku, pendengar musik rock, dan penikmat makanan.

Tentang Persahabatan, Dari Sebuah Persahabatan

REP | 05 July 2011 | 18:03    Dibaca: 1784   Komentar: 0   0

Yoviena Kusuma Tamaranny sedang bungah. Tanggal 4 Februari 2010, ia berulang tahun ke-12. Sebuah kado indah tak terlupakan dalam hidupnya: buku novelnya diterbitkan oleh Penerbit Mizan Dar!, sebuah penerbit buku ternama di Bandung.

Buku itu berjudul Beautiful Friendship. Walau berjudul bahasa Inggris, namun ini novel berbahasa Indonesia. Buku ini berkisah tentang persahabatan masa remaja, tentang seorang gadis yang menjengkelkan yang akhirnya bisa bersahabat setelah ditolong oleh seseorang yang tak disukainya.

Yovi saat ini duduk di kelas lima SD Baitul Amien Jember, Jawa Timur. “Aku tidak tahu kalau bukuku diterbitkan. Aku tahunya dari Facebook. MUlanya tidak percaya ada teman yang memberitahu. Lalu aku disuruh lihat FB-nya Mizan. Ternyata iya,” katanya, malu-malu.

Bagi Yovi, terbitnya buku itu adalah sebuah kejutan yang menyenangkan. Ia ingat menggarap buku itu selama sebulan, sekitar Mei 2009. Idenya berasal dari pengalaman pribadinya di sekolah. Tiga orang sahabat membantu urun ide dan ikut mengetik di komputer: Rani, Farisya, dan Ovi. “Pertama sih mau buat buku tentang Indonesia. Lama-lama jadi buku tentang persahabatan,” katanya.

Kenapa persahabatan? “Ya, karena aku punya teman,” kata Yovi enteng.

Kelar menulis, Yovi meminta kepada sang mama, Sumiani Syakri, untuk mengirimkan naskah ke Mizan. Kebetulan ia suka membaca buku terbitan Mizan Seri Kecil-Kecil Punya Karya. Ini sebuah seri novel yang ditulis oleh penulis-penulis kanak-kanak. Ide untuk mengirimkan karya ini ke Mizan sebenarnya berasal dari Masyitoh, guru Yovi.

Kepala Sekolah SD Baitul Amien, Muhammad Hafid, memuji Yovi sebagai penulis berbakat. “Waktu saya baca tulisan di mading (majalah dinding), saya berpikir: kok runtut ya tulisan anak ini,” katanya. Agaknya bakat Yovi ini dilihat pula oleh gutu pembimbing mading, Masyitoh.

Bakat Yovi terlihat dari kemampuannya mengepul gagasan. “Aku kan berangkat ke sekolah dari Jenggawah naik bus. Saat menunggu bus itu, aku selalu melamun, berkhayal,” katanya.

Kini, Yovi sudah menyiapkan buku kedua untuk dikirimkan ke Mizan: The Genuine Friend. Ini kumpulan cerita pendek tentang persahabatan.

Kelak ingin jadi penulis, Yovi? Ia menggeleng. “Aku ingin jadi profesor dokter,” katanya. [oryza a. wirawan]

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mencari “Menara” di Tanah …

Imam Rahmanto | | 29 May 2015 | 20:36

Mengurai Wajah Surabaya bersama Risma …

Wildan Hakim | | 28 May 2015 | 18:01

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

Gagal Mengejar Copet iPhone 6, Kecewa kepada …

Yofie Setiawan | | 29 May 2015 | 12:31

Kompasiana-”Dayakan Indonesia” …

Kompasiana | | 11 May 2015 | 17:09


TRENDING ARTICLES

Gagal Jadi Mualaf …

Yo | 7 jam lalu

Managerial Meeting Berlangsung Alot, Timnas …

Af Yanda | 9 jam lalu

Nasib Pelapor Beras Plastik …

Pical Gadi | 9 jam lalu

Petral Ternyata Tidak Berdosa, Bukan Sarang …

Asaaro Lahagu | 9 jam lalu

Gambar Cibiran terhadap FIFA Meramaikan …

Ardiansyah | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: