Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Wm Dynamic

Seseorang yang lagi berusaha untuk mandiri dan menemukan jati dirinya. Sedang menempuh pendidikan di jurusan selengkapnya

Membuka Mata Ketiga

OPINI | 03 August 2011 | 21:27 Dibaca: 512   Komentar: 2   0

Hari ini saya ingin mereview sebuah buku yang saya pesan dari mas Shalahuddin GZ, yang berjudul “Membuka Mata Ketiga” karya Leonardo Rimba. Buku ini sampai ke alamat saya tiga hari yang lalu, buku ini rencananya beredar di Bali akhir bulan Agustus, tapi di beberapa kota lain buku ini sudah beredar di toko-toko buku besar nasional.

Sebagai manusia, kita adalah insan spiritual yang sejatinya haus akan spiritualitas. Buku ini sangat pas bagi anda yang sedang haus-hausnya akan kebutuhan spiritual tersebut, sangat menarik untuk dibaca sebagai bahan referensi pengetahuan spiritual anda. Buku ini disajikan dalam bentuk dialog antara berbagai macam dinamika individu yang berbeda-beda dengan Leonardo Rimba sendiri. Isi dan gaya bahasa yang disajikan pengarangnya Leonardo Rimba akan dapat merubah pola pikir dan sudut pandang kita terhadap sejatinya dunia spiritual itu.

Di bab pertama, anda akan disajikan berbagai dialog mengenai hal-hal dalam memahami essensi sebuah agama atau kepercayaan (belief system) anda, pengertian berbagai istilah-istilah dari belief system tersebut, dan apakah spiritual itu. Bab ke-2 menerangkan dalam bentuk dialog kisah nyata tentang arti berbagai mimpi dan bagaimana interpretasinya. Bab ke-3 berisikan dialog mengenai simbol-simbol mata ketiga dan makna penglihatan simbolisnya. Bab 4 sebagai penutup menerangkan secara lebih lanjut apa itu mata ketiga, aplikasinya dan bagaimana membuka mata ketiga kita.

Kesan saya setelah membaca beberapa halaman dalam buku ini adalah

  1. Orang seperti apa sey Leonardo Rimba ini.. hehehe.. :)
  2. Sungguh sangat menarik dan dapat membantu siapa saja yang haus spiritual.
  3. Sangat sepaham dengan apa yang dikatakan dalam buku ini. Buku ini adalah sebuah revolusi spiritual menuju apa yang sejatinya.
  4. Semua orang saya harapkan punya buku ini, makanya saya buat reviewnya. Sudah saatnya mata ketiga ini terbuka, mendobrak semua dogma-dogma, gosip-gosip, isu-isu yang berusaha meracuni nilai-nilai luhur dan sejatinya sebuah spiritualitas.
  5. “Spiritual itu universal dan rasional”. Itu salah satu kalimat inspirasi yang saya dapatkan dari buku ini, yang baru saya baca kurang lebih setengahnya dari 340an halaman. :)

Silahkan nantikan buku Membuka Mata ketiga Karya Leonardo Rimba, baca dan rasakan energi yang terpancar dalam buku ini. Setelah saya baca semuanya, saya akan update tulisan ini untuk membagikan apa yang saya tangkap dari buku ini. :)

sumber asli : http://wm-site.com/misteri/membuka-mata-ketiga

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 12 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Jalur Lambat Jebres Tidak Beres …

Kun Prastowo | 8 jam lalu

Salahkah Menaruh Ekspektasi Tinggi kepada …

Andre Sebastian | 8 jam lalu

Cerita Kecil Soal Keberagaman dan …

Sugiyanto Hadi | 8 jam lalu

Kurikulum Baru? Bingo! …

Nur Fatma Juniarti | 8 jam lalu

Cara Menghilangkan Komedo di Hidung …

Gunawan Eka Saputra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: