Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Hannah Neng

ibu biasa saja namun punya mimpi luar biasa

Kisah Nyata Pengantin Belia di Sekte Poligami (Stolen Innocence)

OPINI | 11 August 2011 | 01:54 Dibaca: 3698   Komentar: 7   1

1313027598945606582

diunduh dari mbah google

“Hampir tiap malam aku diperkosa atas nama kewajiban sebagai anggota jemaah yang baik”. Perkataan yang tertulis di cover buku ini menyentakan kesadaran saya dan membulatkan tekad untuk segera membaca buku ini. Waw…mengerikan sekali saya pikir, memang apa yang sudah terjadi dengan penulis buku ini? Kenapa bisa hal itu teralami oleh perempuan yang masih belia?

Buku ini berjudul “Stolen Innocence ; Kisah Nyata Pengantin Belia di Sekte Poligami” diterjemahkan oleh Endang Sulistyowati dan Titis Wardhana. Dastan Book merupakan penerbit buku ini pada september 2009 dan terdiri dari 404 halaman. Buku ini ditulis oleh Elissa Wall seorang mantan anggota sekte FLDS yang dipaksa menikah di usia 14 tahun dan dibantu oleh Lisa Pulitzer.

Karena ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis, kegetiran dan penderitaan sebagai seorang perempuan korban perkosaan dalam pernikahan begitu terasa.

Bagian awal buku ini menceritakan bagaimana kondisi dan keyakinan yang dianut oleh keluarga sekte FLDS (The Fundamentalist Church of Latter Day Saints) yang merupakan keluarga Elissa. FLDS merupakan kelompok yang memisahkan diri dari LDS Mormon Church. LDS Mormon Church pada tahun 1890 sudah menghapuskan ajaran poligami. Namun beberapa anggota tetap melanjutkan ajaran itu dan pada tahun 1935 mereka mendirikan sekte yang awalnya disebut “The Work“. Kemudian sekte terseut lebih dikenal dengan FLDS (The Fundamentalist Church of Latter Day Saints). Sebuah Sekte yang tersebar di Utah Selatan dan Arizona Utara. Alasan pemisahan ini adalah agar mereka bisa melanjutkan praktik pernikahan poligami sebagai prinsip utama dan satu-satunya cara untuk mendapatkan keselamatan abadi.

Keluarga Elissa memiliki seorang ayah dengan tiga orang istri yang memiliki sebelas anak laki-laki dan tiga belas anak perempuan. Ketiga orang istri tersebut tinggal bersama-sama dalam satu rumah. Elissa merupakan anak ke sebelas dari ibu kedua yang dinikahi ayahnya. Saudara seibu berjumlah empat belas orang. Ayahnya menikah dengan ibunya Elissa yaitu Sharon saat pernikahan dengan istri pertamanya yaitu ibu Audrey sudah berjalan 15 tahun. Pernikahan ketiga ayahnya dengan Laura gadis 24 tahun yang masih merupakan keponakan ibunyanya berlangsung saat usia Elissa 9 tahun. Kemunculan ibu baru inilah yang memunculkan berbagai bara yang selama ini sudah tersimpan. Bara yang sudah tersimpan sekian lama namun dipendam atas nama kepatuhan dengan terus bersikap manis sebagai upaya mematuhi sang Nabi.

Kehidupan keluarga dengan tiga istri dalam satu rumah dengan jumlah anak yang banyak ternyata menimbulkan banyak perselisihan dan ketegangan. Kesamaan karakter ibu Audrey dan Laura menjadikan mereka bersekutu menghadapi ibunya Elissa yang mengakibatkan Elissa dan saudara seibunya mendapatkan tekanan berlebihan dari ayah mereka.

Kakak laki-laki Elissa yang berusia 21 tahun Craig mulai mempertanyakan kenapa lima saudara perempuannya dinikahkan dengan laki-laki yang terlalu tua hanya karena telah turun wahyu dari sang Nabi. Rachel dan Kassandra menikah dengan sang Nabi yaitu Rulon Jeffs yang berusia 83 tahun. Michelle dinikahkan dengan Seth salah satu putra sang Nabi yang juga memiliki banyak istri. Sabrina menikah dengan anggota FLDS di Kanada. Audrey juga dinikahkan dengan Larry Steed yang sudah terlebih dahulu menikah dengan saudara tiri mereka Jean (anak ibu Audrey). Craig mulai curiga dan mempertanyakan ajaran fundamental dari sekte ini.

Kecurigaan yang berujung pada pemberontakan Craig dan pengusiran dari rumah menjadikan pemicu saudara-saudara Elissa untuk mempertanyakan semua ajaran FLDS. Sehingga keluarga Elissa mendapat berbagai tekanan dari gereja bahkan sampai ibunya Sharon dipindahkan dan dinikahkan dengan laki-laki lain yaitu Paman Fred karena ayahnya dianggap tidak bisa menjadi imam dalam keluarga.

Istri dan anak adalah milik suami selama sang suami dianggap mampu memimpin keluarga oleh sang Nabi. Namun jika seorang suami dianggap tidak mampu, maka sang Nabi memiliki hak penuh untuk memberikan istri dan anak-anaknya kepada suami lain yang dianggap mampu. Itulah yang terjadi pada ibunya Elissa.

Sang Nabi yaitu Rulon Jeff sudah berusia lanjut. Kepemimpinannya untuk sementara diserahkan pada Warren Jeff salah satu anaknya. Warren memiliki kebijakan yang sangat ketat dalam kepercayaan FLDS. Dia mendirikan sekolah Alta Akademy untuk anak-anak FLDS dimana dia menjadi kepala sekolah, pengajar, pengawas dan seluruh fungsi yang lain dia pegang. Buku yang bisa dibaca semua murid harus sepengetahuannya dan hanya buku tulisan para pendeta FLDS lah yang bisa dibaca. Musik, TV, bacaan yang bukan berasal dari FLDS haram dikonsumsi. Ia yang menikahkan dan mengatur semua urusan siapapun anggota FLDS bahkan sampai ke urusan yang sangat pribadi dan detail merupakan urusan Nabi.

Kepercayaan FLDS yang ditanamkan kepada anak perempuan ialah bahwa laki-laki adalah seperti ular. Mereka tidak boleh bergaul dengan mereka apalagi bersentuhan tangan. Sehingga Elissa pernah di panggil kekantor Alta Akademi hanya karena memegang tangan teman laki-lakinya saat berada di kelas 7.

Paman Fred ayah barunya Elissa ini memiliki belasan istri dan ialah yang telah mempengaruhi sang Nabi untuk menikahkan Elissa di usia 14 tahun. Pernikahan Elissa dengan sepupu dekatnya yaitu Allen merupakan awal bencana dalam hidup Elissa. Allen merupakan saudara sepupu yang dari kecil berperilaku kejam dan sangat dibenci Elissa. Selama empat tahun pernikahan ini Elissa mengalami siksaan lahir dan bathin. Elissa tidak bisa menolak dari perkataan sang Nabi karena semua anggota keluarga bahkan ibunya patuh pada titah sang Nabi.

“Hampir tiap malam aku diperkosa atas nama kewajiban sebagai anggota jemaah yang baik”. Perkataan ini menggambarkan bagaimana tekanan yang dialami oleh gadis belia selama hampir empat tahun pernikahannya. Dari awal menikah Elissa sudah menolak. Namun anggota keluarganya tidak bisa menolongnya karena ketaatan pada sang Nabi. Elissa berulangkali bertemu dengan sang Nabi meminta ia menghentikan pernikahan yang dijalaninya. Tetap saja sang Nabi tak bergeming malah meminta Elissa untuk kembali kepada suaminya. Pernikahan itu diputuskan sang Nabi Ketika Elissa keluar dari FLDS dan menempuh jalur hukum untuk permasalahan ini.

Persidangan atas kasus Elissa ini terjadi setelah musim panas 2005 dimana Kassandra melaporkan pada polisi bahwa terjadi kekerasan seksual yang melibatkan adiknya Elissa. Pada persidangan ini Elissa berhadapan dengan Warren Jeff sang Nabi yang didukung sepenuhnya oleh pengikut FLDS termasuk ibu kandungnya Sharon. Perjuangan panjang Elissa di pengadilan selama hampir dua tahun berujung indah. Warren dinyatakan bersalah dan divonis 5 tahun penjara.

Dari persidangan ini terungkap pengakuan Warren Jeff bahwa ia bukan seorang Nabi. Ia menikahi 9 istri ayahnya setelah kematiannya selain ia sudah juga memiliki belasan istri sebelumnya. Bahkan ia pernah memperkosa anak perempuannya sendiri. Di mobil yang dipakai saat penangkapannya ditemukan banyak uang sumbangan jemaah untuk kepentingan sekte yang diyakini dan itu menjadi hak milik Warren. Tak heran bila selama ini ia memiliki beberapa rumah dan mobil mewah.

Bagi saya banyak hal tidak masuk akal kenapa di Amerika yang notabene negara maju dan di era seperti ini masih ada sekte fundamentalis seperti itu? Mungkin inilah yang disebut dengan era kebangkitan agama. Dimana di semua belahan bumi para penganut fundamentalis dari tiap agama tumbuh subur. Namun semuanya kompak dalam mendiskriminasikan perempuan sehingga saya pikir perkataan Moriz Winterniz seorang ideolog Jerman tepat untuk menutup tulisan ini yaitu “perempuan selalu menjadi sahabat agama, tetapi umumnya agama bukan sahabat bagi perempuan”.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 10 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 12 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 14 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Memahami Sektor E-Commerce di Indonesia …

Tommy Soependi | 7 jam lalu

Tayangan Televisi Program Dangdut Terbaru …

Jeremi Somin | 7 jam lalu

Gede-Pangrango, Kami Jatuh Cinta :) …

Maria Anindita Nare... | 7 jam lalu

“Besok, Solar Masih Disubsidi, Premium …

Suhindro Wibisono | 7 jam lalu

Maafin Rina Ya Ma… …

Michelle Mesakh | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: