Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Herumawan P A

Asli wong Yogya. Pernah menjadi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Menyukai olahraga sepakbola, sedang belajar menjadi selengkapnya

Komik Captain Tsubasa Dan Sepak Bola Indonesia

OPINI | 09 September 2011 | 08:43 Dibaca: 1110   Komentar: 6   0

1315557516827305142

Sumber gambar: kwitang.com

Kita pasti pernah membaca komik Captain Tsubasa. Bahkan kita masih sering bisa melihat serial film kartunnnya di sebuah stasiun televisi swasta pada pagi hari. Komik maupun serial film kartun Captain Tsubasa menggambarkan perjuangan seorang Tsubasa Ozora sebagai tokoh utama dan kawan-kawannya dalam mengangkat prestasi sepak bola Nankatsu (sekolah Tsubasa) hingga negaranya Jepang.

Walaupun ada hal terkesan tidak masuk di akal di dalam komik maupun serial film kartunnya seperti adanya tendangan Macan milik Hyuga (lawan terberat Tsubasa di Turnamen sepak bola antar sekolah), tendangan unik milik Tachibana bersaudara. Lalu tidak adanya kartu maupun pergantian pemain, postur tubuh dan kaki yang tidak sesuai untuk anak sekolahan.

Namun justru itulah keunikan komik maupun serial film kartunnya. Dan keunikan itulah yang membuat kita mengandrunginya. Selain itu, komik Captain Tsubasa mengajarkan kepada kita untuk mencintai sepak bola, menganggap sepak bola sebagai teman. Bahkan kalau perlu, bolanya kita letakkan di tempat tidur dan kita tidur bersamanya.

Seperti komik-komik Jepang lainnya yang selalu bercerita tentang keinginan mewujudkan mimpi. Komik Captain Tsubasa pun demikian. Di dalamnya bercerita tentang usaha Tsubasa Ozora mencapai mimpinya sebagai pemain sepak bola terkenal. Mulai dari berlatih teknik menendang bola dengan dilatih oleh Roberto (seorang mantan pesepakbola dari Brasil yang matanya terancam buta). Tsubasa Ozora juga berjuang tanpa kenal menyerah untuk menjebol gawang lawan. Selain itu, semangat bertanding Tsubasa yang tetap membara sekalipun bahunya dililit cedera patut ditiru.

Impian

Tentang keinginan mewujudkan impian, apakah kita sedang berusaha mewujudkan impian itu atau hanya rajin memimpikanya? Sering kita lebih condong pada pilihan kedua yakni rajin memimpikan impian. Contohnya impian lolos ke Piala Dunia. Tapi mungkin lolos ke Piala Dunia hanya akan menjadi impian saja karena kita sudah dua kali kalah di tandang maupun kandang babak ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia grup E.

Impian tidak mungkin akan terlaksana kalau tanpa ada kemauan dan fasilitas yang tersedia memadai. Untuk urusan kemauan, kita tak perlu ragukan lagi kemauan orang Indonesia yang keras dan pantang mundur. Namun untuk urusan fasilitas yang tersedia memadai, tunggu dulu? Di tingkat Sekolah Dasar saja, fasilitas olahraga terutama sepakbola belum memadai. Kalau begini, bagaimana mungkin bisa mewujudkan impian seperti lolos ke Piala Dunia?.

Tampaknya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga harus menyediakan fasilitas olahraga yang memadai hingga ke tingkat sekolah. Atau bisa membangun fasilitas olahraga seperti futsal, squash atau basket di dalam mall-mall yang sekarang ini semakin banyak bertebaran. Dengan begitu, semoga kelak akan ada “Captain Tsubasa-Captain Tsubasa” Indonesia yang mengharumkan sepak bola Indonesia di tingkat Asia maupun dunia……….

Salam Kompasiana.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 12 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 13 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 14 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 17 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: