Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Hendra Sugiantoro

MENGALIR BUKAN AIR: Percikan Spirit Hidup

Muqaddimah Karya Ibnu Khaldun

OPINI | 30 September 2011 | 11:26 Dibaca: 2117   Komentar: 1   0

Ibnu Khaldun memiliki nama lengkap ‘Abd ar-Rahman Abu Zayd Muhammad ibn uKhaldun. Ia lahir di Tunis (kini ibukota Tunisia) pada 1 Ramadhan 732 (27 Mei 1332). Wafat pada 25 Ramadhan 808 (17 Maret 1406), reputasi dan kualitas keilmuan Ibnu Khaldun diakui di pentas dunia.

Dari banyak karya tulis Ibnu Khaldun, Muqaddimah yang kerap dibahas dan dikemukakan. Inilah yang menarik. Sepengetahuan penulis (baca: Hendra Sugiantoro), Muqaddimah hanya bagian dari kitab al-I’bar.

Terkait Muqaddimah karya Ibnu Khaldun, Dr. ‘Aidh al-Qarni dalam Hakadza Haddatsana al-Zaman (2004) mencoba memberikan komentar:

“Cukup lama saya menelaah buku Muqaddimah yang tersohor dan tersebar luas itu. Saya berkesimpulan bahwa buku tersebut sangat bagus. Pemaparannya indah, kajian sejarahnya cermat, dan kupasan berbagai fenomenanya menarik. Buku tersebut ditulis oleh seorang ilmuwan yang sudah malang melintang dalam bidang kesejarahan, berjuang melawan berbagai situasi sulit, serta melewati bermacam perputaran dan pergantian corak zaman. Muqaddimah karya Ibn Khaldun merupakan karya yang berisi tuntunan bagaimana memahami sejarah (fiqh al-tarikh) dan berisi ringkasan sejarah para raja dan pemerintahan.

Dengan berulang kali membaca Muqaddimah, pembaca akan mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman. Anehnya, karya Ibn Khaldun yang lain, yaitu al-Tarikh yang tebalnya tidak kurang dari sepuluh jilid, tidak begitu populer, bahkan nyaris terlupakan. Muqaddimah inilah yang mendapat sambutan luas, di Timur dan di Barat. Para ilmuwan Barat maupun Timur tertarik mengkajinya. Di perguruan-perguruan tinggi terkemuka di Amerika, Inggris, dan Perancis sering diselenggarakan kajian khusus tentang karya monumental Ibn Khaldun tersebut.

Sebagai catatan, ketika membaca Muqaddimah, Anda akan menemukan keasyikan tersendiri, mengingat analisisnya yang cermat, pemaparannnya yang bagus, kesimpulannya yang indah, dan menampilkan banyak pengalaman nyata.

Para pelajar hendaknya mengetahui bahwa menyusun buku bukan semata-mata mencari sebanyak mungkin sumber bacaan, meramu sebanyak mungkin referensi dan mengutip sebanyak mungkin pendapat. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana memberikan kontribusi pemikiran, mengambil benang merah dari semua sumber yang ada, serius mengerjakannya, serta bagaimana memahami dalil naqli (Al-Qur’an dan Sunnah) dan dalil aqli (nalar).

Semoga Muqaddimah karya Ibn Khaldun ini tetap bersinar selagi matahari masih terbit dan langgeng selanggeng kebenaran.”(Lihat, Dr. ‘Aidh al-Qarni, Memahami Semangat Zaman: Kunci Sukses Kaum Beriman, (Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2006, hlm. 119-120).

Bagi yang pernah membaca dan mengkaji Muqaddimah karya Ibnu Khaldun, mungkin ada komentar? Wallahu a’lam.

HENDRA SUGIANTORO

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 3 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 4 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 5 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 8 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kesaksian Terakhir …

Arimbi Bimoseno | 9 jam lalu

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | 9 jam lalu

Topik 121 : Persalinan Pervaginam Pd Bekas …

Budiman Japar | 9 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Transjakarta: Busnya Karatan, Mental …

Gunawan Eswe | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: