Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Sulthan Mazaya

sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit...!

Makna Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa

REP | 05 February 2012 | 05:40 Dibaca: 10519   Komentar: 0   0

munculnya organisasi pemuda dipelopori oleh organisasi Trikoro Dharmo. Trikoro Dharmo didirikan di Jakarta pada tanggal 9 maret 1915. Trikoro Dharmo beranggotakan anak-anak sekolah menengah yang bersal dari jawa dan Madura. organisasi ini didirikan atas inisaitif pemuda, seperti Satiaman, Kadarman, dan Sunardin. pemimpinnya adalah Satiman Wirjosanjoyo.

Pada tahun 1918 Trikoro Dharmo melakukan Kongres yang pertama di Surakarta. Dalam kongres itu, nama Trikoro Dharmo diganti dengan Jong Java. Berdirinya Jng Java mendorong organisasi Pemuda diberbgai Daerah. misalnya, Jong Celebes, Jong Sumateranen Bond dan Jong Minahasa.

Jong Sumteranen Bond berdiri pada tanggal 9 Desember 1917 di Jakarta. Organisasi ini didirikan oleh pemuda Pelajar yang bersal dari Pulau Sumatera. Tokoh-tokohnya, seperti Moh. Hatta, Moh. Yamin, M tabrani, Bahder Johan, Assaat, Abu Hanifah, dan Adnan Kapau Gani.

Jong Minahasa didirikan oleh pemuda-pemuda Mnahasa yang berasal dari Sulawesi Utara pada tahun 1918. Tokohnya seperti G.R  Pantauw.

Jong Celebes adalah organisasi Pemuda yang berasal dari pulau Sulawesi. Tokoh-tokohnya seperti, Arnold Manonutu, Waworuntu, dan Magdalena Mokoginta.

Semua Organisasi itu masih bersifat kedaerahan. para pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi itu mendambakan adanya persatuan Nasional. Mereka menginginkan agar organisasi-organisasi yang ada melebur menjadi satu perkumpulan yang bersifat Nasional.

Akhirnya tahun 1926 berdirilah organisasi Perhimpunan Pelajar -Pelajar Indonesia(PPPI). Terbentuknya organisas ini merupakan usaha untuk mendorong tumbuhnya persatuan diantara organisasi pemuda di daerah. Atas prakarsa PPPI, diselenggarakan kongres pemuda I di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh beberapa wakil organisasi pemuda di daerah. Kongres Pemuda I menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan para pemuda untuk mencapai Indonesia merdeka. Tokoh-tokoh Pemuda pada waktu Kongres Pemuda I adalah Muh. Yamin, M.  Tabrani, dan Sumarto.

Tujuan Kongres Pemuda I adalah memajukan paham persatuan dan kebangsaan, Serta mempererat hubungan antara semua perkumpulan pemuda. Meskipun Kongres Pemuda I ini belum berhasil membentuk suatu orgnisasi pemuda yang bersifat nasional, para pemuda terus berusaha keras agar terbentuk organisasi yang bersifat nasional.

Keputusan yang dihasilkan Kongres Pemuda I adalah:

1.menyiapkan pelaksanaan Kongres pemuda II, dan

2. menyerukan persatuan berbagai organisasi pemuda dalam satu organisasi pemuda Indonesia

Sebagai kelanjutan Kongres Pemuda I, Pada tanggal 26-28 Oktober 1928  dilaksanakan Kongres Pemuda II di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh para wakil dari kelompok atau organisasi sebagai berikut:

1.Wakil dari organisasi pemuda, Seperti Jong  Java, Jong Sumateranen Bond, Pemuda Betawi, Jong batak Bond, dan Jong celebes.

2.Wakil dari partai, seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan PNI

3.Wakil dari pejabat pemerintahan kolonial Hindia Belanda

Tokoh-tokohnya yang mendukung dalam pelaksanaan Kongres Pemuda II adalah sebagai berikut:

1. Ketua:  Sugodo Joyopuspito

2. Wakil ketua:   Joko Marsaid

3. Sekretaris:  Muh. Yamin

4. Bendahara:  Amir Syarifuddin

5. Pembantu I:  Johan Muhammad Cai

6. Pembantu I:  Koco Sungkono

7. Pembantu III: Senduk

8. Pembantu VI: J. Leimena

9. Pembantu V:Rohayani

Pada sidang terakhir tanggal 28 Oktober 1928, Para pemuda sepakat mencetuskan ikrar. Ikrar itu dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Isi sumpah adalah:

1. Kami putra-putri Indonesia mengaku bertanah air yang satu, Tanah air Indonesia.

2. Kami  putra-putri Indonesia mengaku berbangsa satu , Bangsa Indonesia

3. kami putra-putri Indonesia mengaku berbahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Dalam Kongres Pemuda II ini pula diperdengarkan pertama kali lagu Indonesia Raya . Oleh karena itu, lagu tersebut  ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Lagu itu diciptakan oleh W. R. Supratman. Pada Kongres itu juga ditetapkanbendera merah putih sebagai bendera bangsa Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

Musafir; Aku Pasti Pulang …

Elkhudry | | 20 April 2014 | 06:29

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 3 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 5 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 5 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 7 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 7 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: