Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Munirul Ichwan

mahasiswa Teknik Kimia ITS

Resensi : Robohnya Surau Kami

REP | 13 March 2012 | 01:40 Dibaca: 2874   Komentar: 0   0

13316026471892048047

Judul Buku = Robohnya Surau kami

Penulis = A.A. Navis

Penerbit = PT. Gramedia Pustaka Utama

Tebal Halaman = v + 142 hal

A.A. Navis merupakan salah satu sastrawan besar Indonesia yang lahir di padang Panjang, Sumatera Barat. Karya-karyanya selama ini telah mampu menularkan pemikiran-pemikiran kritis kepada para pembacanya, khususnya di bidang sosial keagamaan. Buku yang berisi kumpulan cerpen karya beliau ini terdiri dari sepuluh judul cerpen dengan gaya bahasa khas karya sastra periode balai pustaka, yang mana salah satunya dijadikan judul utama buku ini, yaitu Robohnya Surau Kami.

Cerpen-cerpen dalam buku ini mampu menggiring kita untuk mengkritisi kembali paham maupun kebiasaan yang telah kita anut selama ini. Seperti kisah Haji Sholeh yang telah menghabiskan seumur hidupnya untuk beribadah sehingga dibiarkan dirinya sendiri melarat, sampai anak cucunya pun teraniaya semua. Selain itu, ada juga kisah ompi yang harus merasakan pahitnya rasa kecewa karena anak semata wayang yang selama ini disombongkan tak mampu memenuhi harapannya. Alih-alih pulang ke rumah dengan membawa titel dokter seperti yang telah digembor-gemborkan, sang anak justru hilang entah kemana, tenggelam bersama kelamnya kehidupan ibukota.

Selain itu masih ada lagi kisah-kisah sarat makna yang terangkum dalam kumpulan cerpen ini. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kisah-kisah tersebut sehingga buku ini menjadi sangat layak untuk dibaca oleh semua masyarakat Indonesia dari latar belakang apapun agar senantiasa bersikap waspada dan menjaga diri dari benih-benih kesombongan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 13 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 14 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 16 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 14 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 14 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 14 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 15 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: