Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Munirul Ichwan

mahasiswa Teknik Kimia ITS

Resensi : Robohnya Surau Kami

REP | 13 March 2012 | 01:40 Dibaca: 2923   Komentar: 0   0

13316026471892048047

Judul Buku = Robohnya Surau kami

Penulis = A.A. Navis

Penerbit = PT. Gramedia Pustaka Utama

Tebal Halaman = v + 142 hal

A.A. Navis merupakan salah satu sastrawan besar Indonesia yang lahir di padang Panjang, Sumatera Barat. Karya-karyanya selama ini telah mampu menularkan pemikiran-pemikiran kritis kepada para pembacanya, khususnya di bidang sosial keagamaan. Buku yang berisi kumpulan cerpen karya beliau ini terdiri dari sepuluh judul cerpen dengan gaya bahasa khas karya sastra periode balai pustaka, yang mana salah satunya dijadikan judul utama buku ini, yaitu Robohnya Surau Kami.

Cerpen-cerpen dalam buku ini mampu menggiring kita untuk mengkritisi kembali paham maupun kebiasaan yang telah kita anut selama ini. Seperti kisah Haji Sholeh yang telah menghabiskan seumur hidupnya untuk beribadah sehingga dibiarkan dirinya sendiri melarat, sampai anak cucunya pun teraniaya semua. Selain itu, ada juga kisah ompi yang harus merasakan pahitnya rasa kecewa karena anak semata wayang yang selama ini disombongkan tak mampu memenuhi harapannya. Alih-alih pulang ke rumah dengan membawa titel dokter seperti yang telah digembor-gemborkan, sang anak justru hilang entah kemana, tenggelam bersama kelamnya kehidupan ibukota.

Selain itu masih ada lagi kisah-kisah sarat makna yang terangkum dalam kumpulan cerpen ini. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kisah-kisah tersebut sehingga buku ini menjadi sangat layak untuk dibaca oleh semua masyarakat Indonesia dari latar belakang apapun agar senantiasa bersikap waspada dan menjaga diri dari benih-benih kesombongan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasien BPJS yang Kartunya Tidak Aktif Mulai …

Posma Siahaan | | 21 December 2014 | 06:53

Tukeran Hadiah, Wichteln …

Gaganawati | | 21 December 2014 | 05:29

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 2 jam lalu

Natal, Skandal Sejarah Kelahiran Yesus …

Nararya | 3 jam lalu

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 22 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 20 December 2014 09:54

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 20 December 2014 09:14


Subscribe and Follow Kompasiana: