Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Agung Nugroho

sesuatu yang indah itu akan datang ketika kita sudah berusaha,

Komunikasi Interpersonal

REP | 05 May 2012 | 20:28 Dibaca: 6007   Komentar: 0   0

A. LATAR BELAKANG

Manusia merupakan mahluk sosial yang membutuhkan komunikasi daam berinteraksi dengan sesama. Pada dasarnya manusia diciptakan dengan berbagai macam kelebihan dibandingkan dengan mahluk lainya. Mampu melakukan interaksi merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya, meski dalam kenyataanya banyak kendala yang akan dihadapi tiap-tiap individu dalam melakukan interaksi melalui komunikasi. Komunikasi interpersonal merupakan proses komunikasi yang berlangsung secara tatap muka, sehingga memungkinkan pesertanya dapat menangkap reaksi yang ditimbulkan baik secara verbal ataupun non verbal. Hal ini yang sering menjadi permasalahan saat dua individu atau lebih yang memiliki kepribadian dan karakter berbeda saling melakukan interaksi, terkadang ada hal-hal yang ditimbulkan dan menjadikan situasi menjadi tidak nyaman.

Penghambat Dalam Melakukan Komunikasi Inter Personal.

Setiap individu memiliki cara berfikir yang berbeda, terutama dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Ada yang bersikap santai, ada yang bersikap cuek seperti tidak memiliki masalah, bahkan ada yang mensikapi sesuatu dengan emosi. Hal ini di pengaruhi karena masing-masing individu memiliki karakteristik yang berbeda, cara berkomunikasi yang berbeda, dan terkadang semua itu menjadi masalah dalam kehidupan sehari hari. Hal ini sering menjadi penghambat dalam menciptakan komunikasi yang efektif, sikap emosional yang berlebihan bagi masing-masing individu saat menghadapi situasi tertentu dapat memperburuk proses komunikasi. Suatu ketika terdapat sedikit masalah yang sebenarnya sepele, dan mestinya bisa diselesaikan dengan baik. Akan tetapi jika disikapi dengan emosional, maka hal itu akan menjadi bumerang dan akan memperkuat ego dari individu tersebut yang akan berdampak pada terhambatnya proses komunikasi yang efektif.

Hal ini perlu diteliti lebih lanjut agar penulis mampu memahami tentang sikap dan perilaku setiap individu, dan dapat menghindari kemungkinan terjadinya komunikasi yang tidak sehat dalam menghadapi situasi tertentu.

1. Faktor Situasional Dapat Mempengaruhi Persepsi

Situasi yang menyenangkan akan menciptakan komunikasi yang menyenangkan pula, dan akan menimbulkan persepsi yang baik pula. Karena pada dasarnya sikap emosi akan mudah terpancing saat berada pada situasi yang salah, sehingga akan membentuk persepsi dimana ego akan lebih mendominasi.

Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli inderawi ( Desiderato, 1976:129 ). Jalaludin Rakhmat dalam bukunya ( Psikologi Komunikasi 2009:56 ) menyebutkan beberapa faktor dalam pembentukan persepsi manusia. Yang pertama faktor Fungsional, berasal dari kebutuhan serta pengalaman masa lalu. Dalam hal ini Krech dan Cruthfield juga merumuskan, persepsi bersifat selektif secara fungsional, objek yang mendapat tekanan dalam persepsi kita biasanya objek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi. Beberapa contoh adalah faktor kebutuhan, kesiapan mental, suasana emosional, dan latar belakang budaya terhadap persepsi, serta faktor biologis juga menyebabkan persepsi yang berbeda. Kedua merupakan faktor Stuktural, berasal dari sifat stimuli fisik dan efek saraf yang ditimbulkanya pada sistem saraf individu.

Dari pemaparan diatas dapat dipahami, persepsi merupakan keadaan dimana manusia dapat memberi penilaian terhadap suatu objek dan peristiwa yang sedang dihadapi. Oleh sebab itu faktor situasional akan berpengaruh besar terhadap proses terbentuknya persepsi. Dalam situasi yang menyenangkan akan menimbulkan persepsi yang menyenangkan, begitu pula sebaliknya, jika berada pada situasi yang salah maka akan terbentuk persepsi yang salah pula, serta akan menjadi penghambat dalam proses komunikasi yang terjadi.

2. Pengaruh Konsep Diri Dalam Komunikasi Interpersonal

Setiap individu memiliki konsep diri yang berbeda, hal itu dapat terbentuk dari cara berfikir masing-masing yang terpengaruh dari penilaian individu lain. Misal cara berfikir yang selalu menaruh rasa curiga terhadap individu lain, maka itu adalah konsep diri yang terbentuk dalam diri sebagai orang yang tidak pernah mudah menaruh rasa percaya terhadap sesuatu. Terkadang konsep diri dapat disebut dengan kepribadian, saat manusia memiliki konsep diri yang baik maka dapat mencerminkan pula pribadi yang baik.

William D. Brooks mendefinisikan konsep diri sebagai “Those physical, sicial, and psychological perpections of ourselves that we have derived from experiences and our interaction with other” (1976:40). Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Persepsi tentang diri ini boleh bersifat psikologis, sosial dan fisis. Gabriel Marcel filusuf Eksistensialis menulis tentang peranan orang lain dalam memahami diri, kita mengenal diri kita dengan mengenal orang lain terlebih dahulu. Bagai mana anda mengenal diri saya, akan membentuk konsep diri saya.

Penulis berpendapat, terbentuknya konsep diri dipengaruhi oleh faktor pergaulan dan kebiasaan dimana setiap personal memberi penilaian, proses komunikasi yang baik akan mempengaruhi konsep diri yang baik pula. Dan sebaliknya, jika konsep diri sudah terbentuk dengan hal yang tidak baik, maka hal itu akan menghambat terjadinya komunikasi inter personal.

3. Atraksi Interpersonal

Komunikasi interpersonal merupakan proses interaksi yang berlangsung secara tatap muka. Dalam proses komunikasi ini akan terbentuk sebuah atraksi interpersonal, dimana individu mencoba memprediksi sesuatu yang akan terjadi.

Dean C Barlund seorang ahli komunikasi interpersonal menulis “Menghindari garis-garis atraksi dan penghindaran dalam sistem sosial, artinya mampu meramalkan dari mana pesan akan muncul, kepada siapa pesan itu akan mengalir, dan bagaimana pesan itu akan di terima” (Barlund, 1968:71). Atraksi interpersonal akan berpengaruh terhadap efektifitas komunikasi. Komunikasi dapat dikatakan efektif jika ada kenyamanan dan hal yang menyenangkan bagi komunikan. Jika individu melakukan komunikasi dengan individu lain yang tidak disukai, maka akan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman dan proses komunikasi dinilai tidak efektif.

4. Hubungan Interpersonal

Hubungan interpersonal akan melibatkan dan membentuk dua pihak, yaitu hubungan antara anda dan saya, dimana kita bisa saling berbagi pengalaman. Hal ini dapat dinamakan proses perkenalan, saat masing-masing individu saling bertemu dan memulai interaksi. Hubungan ini akan selalu berubah karena membutuhkan tindakan tertentu untuk membentuk keseimbangan.

Tiga sikap untuk menumbuhkan hubungan interpersonal

1. Sikap percaya, hal ini penting untuk menentukan efektifitas dalam berkomunikasi. Jika sikap ini dapat diwujudkan, maka proses komunikasi akan berlangsung dengan baik dan akan menimbulkan interaksi yang menyenangkan.

2. Sikap Suportif, merupakan proses mengurangi sikap difensif dalam komunikasi. Sikap difensif akan terjadi saat individu merasa bahwa dirinya tidak dapat menerima, atau bahkan saat melakukan kebohongan dan tidak jujur. Misal dalam kasus penipuan, disini pelaku akan menggunakan sikap difensif untuk melindungi diri.

3. Sikap terbuka sangat berpengaruh dalam membentuk komunikasi interpersonal yang efektif. Sikap ini akan mengurangi perasaan curiga atau sikap tidak percaya terhadap individu lain saat berlangsungnya komunikasi interpersonal.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Artis, Bulu yang ‘Terpandang’ di …

Sahroha Lumbanraja | | 19 December 2014 | 16:57

Jalanan Rusak Kabupaten Bogor Bikin …

Opi Novianto | | 19 December 2014 | 14:49

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 5 jam lalu

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 12 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: