Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Ima Hardiman

perempuan biasa. penikmat perjalanan dan pencinta keindahan.

Didik Nini Thowok dan Penari Kabuki

REP | 17 July 2012 | 03:37 Dibaca: 1046   Komentar: 0   1

1342451442303876230
Kabuki adalah salah satu bentuk kesenian drama di Jepang yang seluruh pemainnya pria. Peran wanita yang diperankan pria disebut dengan Onnagata. Keindahan karakter Kabuki adalah kesederhanaan, namun memiliki kekuatan pada mata dan mulut. Penggunaan warna sangat minimalis yaitu putih, hitam, dan merah. Sanggul palsu atau wig (dalam bahasa Jepang disebut katsura) dan aksesori bunga yang khas, serta kimono yang disesuaikan dengan karakter dalam cerita inilah yang membuat karakter Kabuki muncul.

Bedak dasar untuk Kabuki sangat khusus, dan cara pemakaiannya dicampur dengan air. Memoleskannya menggunakan kuas lebar khusus juga. Mata dibuat sangat kecil (sipit) dengan cara melukis bagian ujung luarnya saja, dan alis dibuat kecil tinggi di atas mata. Bibir dilukis kecil mungil.

Karakter ini cocok untuk pertunjukan Onnagata dalam pertunjukan Kabuki Taysu Engeki atau Nihon Buyo (tari tradisional Jepang). Bisa juga untuk pertunjukan teater yang menampilkan cerita Jepang.

Tahap make-up Penari Kabuki:

1. Dasar wajah putih tebal, menggunakan foundation putih khusus untuk Kabuki, cara menggunakannya dengan kuas lebar dan disapukan sampai 5 lapis; alis dan bibir sampai tertutup putih.

2. Kemudian beri bedak tabur putih menggunakan spons dengan cara ditepuk-tepuk dan ditekan.

3. Lukis kedua alis warna hitam dengan kuas, bentuk melengkung kecil tinggi di atas alis aslinya.

4. Pada bagian ujung ekor mata lukis warna merah ke arah atas, dalamnya diberi garis warna hitam sehingga terbentuk kesan mata yang sipit.

5. Bibir dibuat lebih kecil dari bibir aslinya dengan lipstik warna merah.

6. Pasang wig (katsura) lengkap dengan aksesori bunga.

Ini adalah satu dari make-up Teater/Opera yang dimuat dalam buku STAGE MAKE-UP BY DIDIK NINIK THOWOK, yang baru saja diterbitkan Gramedia Pustaka Utama.

Masih ada 26 jenis stage make-up lain  dalam buku ini yaitu: Make-up Fantasy, Make-up Binatang, Make-up Horor, Make-up Komedi, Make-up Efek, Make-up Ras, Make-up Teater/Opera, dan Make-up Cross Gender.

Buku ini merupakan buku PERTAMA di INDONESIA tentang Tata Rias untuk Teater, Tari, dan Film, yang peluncurannya dilakukan hari ini, 16 Juli 2012 di Hotel Santika.

Didik Nini Thowok yang bernama asli Kwee Tjoen An, seperti yang kita kenal, adalah seniman panggung yang telah berkecimpung di dunia seni tari sejak tahun 1974. Bukan saja penari, ia juga seorang koreografer, dosen tata rias dan busana panggung, serta make-up artist seni panggung (stage).

Bagi para pegiat seni tari, teater dan film, para perias (make-up artist), dan pemerhati dunia tata rias, jika boleh saya merekomendasikan…buku ini ENAK DIBACA dan PERLU!


1342452070290363238


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Keuntungan Minum Air Mineral di Pagi Hari …

Vitalis Vito Pradip... | 10 jam lalu

Perbandingan Cerita Rakyat Ande-ande Lumut …

Kinanthi Nur Lifie | 10 jam lalu

Kalau Nggak Macet, Bukan Jakarta Namanya …

Seneng Utami | 10 jam lalu

Merdeka Tapi Mati! …

Engly Ndaomanu | 10 jam lalu

‘Jujur dan Benar dalam Pola …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: