Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Sunu Purnama

mengapresiasi dunia...lewat rangkaian kata...^^

Wong Jowo, Ilang Jawane…Benarkah??

OPINI | 19 July 2012 | 03:00 Dibaca: 1092   Komentar: 2   0

Judul       : ” Javanese Wisdom : Butir2 Kebijakan Kuno bagi Manusia Modern .”
Penulis    : Anand Krishna
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan   : 1
Tebal        : xvi + 256 hal
ISBN         : 978-979-22-8596-3
Harga       : Rp. 65.000,-

Wong Jowo, Ilang Jawane…Benarkah ??

Sebuah buku tentang ajaran luhur dari kebijakan kuno Nusantara ini menarik sekali utk dicermati dan didalami. Setelah sebelumnya ada ” Wedhatama (Mengulas karya Mangkunegoro) ” dan ” Tetap Waras di Jaman Edan (Mengulas karya Ranggawarsito) “ lewat buku ini Anand Krishna mengulas tentang ajaran-ajaran Jawa yang ada dan tumbuh dari peradaban Jawa.

Banyak ‘unen-unen’ Jawa yang dikupas satu persatu yang masih sangat relevan dan berguna bagi manusia modern sampai saat ini, karena bagi penulis sendiri kejawaan bukan hanya masalah kain,kebaya,jarik,udeng,iket, ataupun blangkon. Baginya kejawaan adalah urusan nilai-nilai hidup dan kehidupan ( hal :8).

Kejawaan baginya adalah buku yang terbuka, yang membuatnya berani menerima perubahan, merangkul hal-hal baru yang tepat dan memajukan, serta meninggalkan segala sesuatu yang lama dan usang ( hal : 9).

Lewat ajaran-ajaran jaman dulu seperti : Aja adigang, adigung, adiguna…, Bobot,bibit,bebet…, Janma Iku Tan Kena Kinira Kinayangapa…, Kegedhen Empyak Kurang Cagak…, Ojo Dumeh dan masih banyak lagi. Ada sekitar 27 ajaran Jawa yang sering didengar dan diucapkan di tengah masyarakat Jawa diulas dengan bahasa yang mudah dipahami dengan disertai “bumbu” cerita baik dari masa lalu ataupun masa kini yang bahkan menjadi pengalaman nyata penulis sendiri yang merupakan pria kelahiran Solo ini, membuat buku ini layak utk dimiliki dan dibaca serta dilakoni.

Mengutip kata pengantar yang indah dari Drs. Gendro Nurhadi, M.Pd. yang mengatakan, ” Nilai-nilai kejawaan bermaksud membuat orang menyadari eksistensi diri sendiri serta memedulikan tingkah lakunya terhadap peradaban. Pitutur luhur menyebut cara hidup ini sebagai ‘ Memayu Hayuning Bawana’. Tugas manusia adalah untuk memperindah dunia dengan etika dan moralitas ( hal : xii-xiii ) .”

Smoga ajaran leluhur ini dapat kembali dilakoni dan diamalkan sebagai bekal untuk turut serta memperindah bumi…

Rahayu…
Bukit Pelangi, 18 Juli 2012

13426232291193636524

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 7 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 8 jam lalu

Psikologi Freud dalam Penarikan Diri Prabowo …

Sono Rumekso | 10 jam lalu

Ke Mana Sebaiknya PKS Pascapilpres? …

Aceng Imam | 11 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: