Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Raffi

hanya sekedar belajar dan berbagi

Novel-novel Karangan Dan Brown

OPINI | 22 July 2012 | 18:34 Dibaca: 2626   Komentar: 2   0

Di kalangan pecinta buku dan novel nama penulis Dan Brown mungkin sudah tidak asing lagi. Namanya menjadi populer berkat novel keempatnya dengan judul The Davinci Code. Novel ini memacing kontroversi di seluruh dunia. Novel ini pun menjadi perbincangan hangat dimana-mana.

Tapi berkat kontroversi itulah bukunya menjadi laris terjual hingga menembus Best Seller di seluruh dunia. Kontroversi itu turut pula melambungkan nama Dan Brown hingga sejajar dengan penulis top dunia lainnya. Sehingga karya-karya dari Dan Brown berikutnya selalu dinantikan oleh para penggemar dan pecinta buku.

Dan Brown merupakan penulis Novel spesialis misteri dan thriller. Hal itu terlihat dari keseluruhan isi novel-novelnya yang berbau misteri. Adapun beberapa buku yang telah diterbitkannya antara lain Digital Fortress (1997), Angels and Demons (2000), Deception Point (2001), The Davinci Code (2003), The Lost Symbol (2009). Namun diantara novelnya itu hanya The Davinci Code lah yang paling fenomenal. Dan berkat itu pula buku-buku lainnya menjadi laris dan terkenal.

Penulis kelahiran New Hampshire, Amerika Serikat ini sangat piawai sekali membuat alur cerita yang tidak biasa saat membacanya. Banyak ketegangan demi ketegangan di setiap lembarnya, sehingga memancing rasa penasaran setiap kita membaca karyanya dan selalu ingin membuka halaman demi halaman.

Membaca karya-karya Dan Brown memiliki sensasi tersendiri. Membacanya seolah kita menonton sebuah film thriller dan misteri. Membacanya seperti membaca sebuah skenario film. Cara ia mendiskripsikan sesuatu begitu mudah dibayangkan. Bahasanya ringan dan mudah dicerna, tidak sulit meski dibaca cepat sekalipun. Namanya juga thriller maka alurnya juga cepat, disitulah kita akan dibuat semakin tegang dan penasaran.

Hal yang menarik dari novel-novel karangan Dran Brown adalah endingnya yang twist. Akhir ceritanya sangat tidak diduga-duga. Tapi yang sering terjadi adalah tokoh yang awalnya baik, ternyata itulah pelakunya. Pola ini hampir terjadi di semua novelnya. Sehingga Dan Brown mampu menciptakan imej dan ciri khas yang kuat dari segi gaya penulisan.

Dan Brown pandai memadukan beberapa fakta ilmiah dan suatu kebenaran dengan sebuah cerita fiksi. Seperti dalam bukunya yang berjudul Deception Point . Dalam novel ini ia begitu piawai dalam meramu cerita tentang persaingan dua kandidat calon presiden dipadukan dengan ilmu pengetahuan tentang fosil dan NASA. Begitu pun dalam The Davinci Code dan Angels and Demons. Dan Brown mampu memadukan unsur seni dan sejarah dalam satu jalinan cerita yang apik di kedua novel ini.

Novel yang ditulisnya tidak saja bercerita tentang hal yang berbau fiksi semata. Novelnya ini boleh dibilang sangat berbobot. Karena apa yang digambarkan dalam novelnya ini seperti lokasi tempat benar-benar ada di dunia ini, jadi tidak hanya fiksi semata. Tidak cuma itu novel yang ditulisnya pun berisi berbagai pengetahuan, dari ilmu sejarah, ilmu tentang komputer, ilmu tentang simbol dan lainnya.

Tentu saja apa yang dituliskannya itu semua berdasarkan fakta. Seperti dalam novelnya The Davinci Code yang berisi tentang sejarah keyakinan di masa lalu. Dikatakan Dan Brown di awal bukunya bahwa semua deskripsi karya seni, arsitektur, dokumen dan ritus rahasia dalam novel ini adalah akurat. Hal ini lah yang memancing kontroversi terkait novelnya ini. Pernyataan itulah yang memancing kontroversi dunia yang kemudian ikut melambungkan namanya.

Di novel lainnya pun pasti terungkap sebuah fakta yang menarik yang diklaimnya benar-benar akurat. Ketika di searching di internet, ternyata apa yang digambarkan dalam novelnya benar-benar ada. Begitupun segala lokasi dan nama perusahaan yang dituliskan ternyata benar-benar eksis. Sebagai penulis novel, tampaknya Dan Brown sungguh-sungguh dalam mengobservasi objek yang ingin ditulisnya.

Dan Brown kini menjadi penulis yang mempunyai ciri khas dan ternama. Karya berikutnya pun sangat dinantikan oleh para penggemar. Entah fakta apalagi yang akan dimasukkannya kedalam karya berikutnya.

Membaca karyanya selain mendapat hiburan berupa perjalanan imajinasi, kita juga akan disuguhi pengetahuan yang ditulis dengan ringan dan mudah dicerna.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Inilah 3 Pemenang Blog Movement “Aksi …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 10:12


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 11 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 19 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 21 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


Subscribe and Follow Kompasiana: