Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Nugroho Angkasa

Guru Privat Bahasa Inggris di Yogyakarta, Editor, dan Penerjemah Lepas. Gemar Baca dan Rangkai Kata selengkapnya

Menjadi Pemimpin 360 Derajat

OPINI | 28 August 2012 | 02:16 Dibaca: 226   Komentar: 0   1

Dimuat di Sesawi.net, Senin/27 Agustus 2012

http://www.sesawi.net/2012/08/27/menjadi-pemimpin-360-derajat/

“Keputusan yang tidak konsisten dengan nilai Anda selalu berumur pendek.” – (Halaman 313)

Iklim politik di Indonesia masih tersaput kabut tebal. Kenapa? Karena aktornya cenderung impulsif dan reaktif. Pun kadang kurang rasional. Dalam arti, kaitan antar aktivitas tak disadari. Alhasil, sukar untuk saling bersinergi. Selain itu, target ditentukan setelah aksi, bukan sebelumnya. Dalam konteks ini, faktor kepemimpinan (leadership) menjadi berarti.

Berdasarkan pengalaman 30 tahun lebih, John C. Maxwell berbagi pemahaman lewat The 360 Degree Leader. Buku ini memuat cara menjadi pemimpin efektif. Baik pada ranah personal (personal development) maupun organisasional (organizational improvement). Maxwell menguak makna “politisi”. Secara epistemologis, istilah ini terlanjur problematik. Dalam arti, cenderung memunculkan konotasi negatif bagi banyak kalangan.

Konselor Akademi Militer Amerika di West Point ini mengacu pada definisi Webster’s New Universal Cambridge Dictionary. Dikatakan bahwa politikus ialah seseorang yang terlibat di politik (khususnya berskala kecil) untuk kepentingan partai atau keuntungan pribadi. Seorang politikus biasanya tidak jujur.

Sedangkan, kata negarawan lebih positif. Karena menekankan pada kemampuan nyata, pandangan ke depan, dan pengabdian patriotis. Negarawan tidak mementingkan diri sendiri. Ia seseorang yang mengurus masalah bangsa (khususnya yang penting dan besar). Seorang negarawan biasanya terhormat.

Secara lebih mendalam, Maxwell menandaskan bahwa sifat kenegarawanan dapat diaplikasikan dalam segenap lini kehidupan. Termasuk di lokus bisnis sekalipun. Sehingga istilahnya jadi usahawan.

Caranya dengan mempertahankan gambaran keseluruhan (baca: holistik) di benak. “Tetaplah tidak mementingkan diri sendiri dalam segala upaya Anda. Cobalah untuk menjadi seorang duta bagi para kolega dan pelanggan. Niscaya diri Anda jadi lebih menonjol, beroleh kredibilitas, dan efektifitas meningkat. Ganjarannya, Anda kian memperluas lingkaran pengaruh.” (hlm 242).

Awalnya, upaya memerluas lingkaran pengaruh acapkali sangat tidak mengenakkan. Kenapa? Karena manusia cenderung lebih nyaman berada di lingkungan aman. Namun sejatinya, keluar dari zona nyaman (comfort zone) dapat memperbaiki diri. Pun membuka peluang bagi lahirnya ide-ide segar.

Menurut penulis, pengalaman baru dapat mendorong seseorang untuk melihat dari sudut pandang berbeda. Alhasil, ia dapat menemukan metode baru dan ketrampilan (skill) tambahan. Sehingga relatif menjadi lebih inovatif.

Selain itu, semakin banyak sahabat, niscaya seseorang berinteraksi dengan lebih banyak kalangan. Dalam tradisi Kejawen disebut srawung. Sehingga memberi akses terlibat ke jaringan kerja (networking). Maxwell memberi resep praktis, “Mulailah dengan mereka yang berada di zona kenyamanan Anda. Bukankah semua teman Anda memiliki seorang teman yang bukan teman Anda?” (hlm 247).

Buku ini terdiri atas 7 bagian. Setiap bab memuat aneka topik menarik. Antara lain “Mitos Posisi,” “Tantangan Visi,” “Baik Hari Esok Dibandingkan Hari ini,” dan ”Pemimpin Dibutuhkan di Semua Level Organisasi.” Sebelumnya, Maxwell telah menulis 40 buku lebih. Sebagian besar diterbitkan Nelson Business dan Honor Books.

Keunggulan penulis ialah piawai memilih analogi. Sehingga filosofi rumit dibumikan dalam bentuk metafor. Misalnya ihwal kepercayaan (trust). Ia mengutip David Branker, “Kepercayaan dibangun dengan balok satu demi satu, tetapi apabila dilanggar, seluruh dinding tersebut akan runtuh.” (hlm 42).

Buku setebal 402 halaman ini niscaya memperluas cakrawala pandang pembaca. Tak peduli apa pun kondisi yang dihadapi, batasan (limit) terbesar untuk menjadi pemimpin efektif bukan orang lain atau lingkungan sekitar, melainkan semangat (spirit) dalam diri. Selamat membaca! (T. Nugroho Angkasa S.Pd, Guru Bahasa Inggris di PKBM Angon (Sekolah Alam), Ekskul English Club di SMP Kanisius Sleman, TK Mata Air, TK Pangudi Luhur, Yogyakarta)

Judul: The 360 Degree Leader
Subjudul: Mengembangkan Pengaruh Anda dari Posisi Mana Pun dalam Organisasi
Penulis: John C. Maxwell
Alih Bahasa: Lie Charlie
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Cetakan: IV/ Juni 2012
Tebal: xvi + 402 halaman
ISBN: 978-979-074-696-1
Harga: Rp 63.000

13460766931818951561

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gandari: Menyibak Karakter dan Sikap …

Olive Bendon | | 18 December 2014 | 17:44

Meteorisme, Penyakit Hitler yang …

Gustaaf Kusno | | 18 December 2014 | 12:20

Hidayat Nur Wahid Tidak Paham Hukum …

Hendra Budiman | | 18 December 2014 | 12:50

Rangkuman Foto: Menyusuri Monumen Penting di …

Bisurjadi | | 18 December 2014 | 14:42

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50



Subscribe and Follow Kompasiana: