Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Stefani Krista

Sedang kuliah di Universitas Andalas, Padang.

Resensi Buku “Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta”

OPINI | 05 February 2013 | 22:45 Dibaca: 1248   Komentar: 0   0

Judul            : Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta

Pengarang : Grace Suryani & Steven Halim

Penerbit       : PT. Gloria Graffa

Tebal            : 128 halaman

Pergumulan menemukan teman hidup (TH) tidak bisa dianggap remeh atau diabaikan. Keputusan memilih TH bukan masalah sepele dan main-main. Keputusan ini sangat berpengaruh bagi hidup kita, bukan hanya untuk sesaat, namun untuk seumur hidup. Menjalin hubungan dengan lawan jenis harusnya adalah hal serius yang dijalani. Ini masalah penting, yang harus benar-benar digumulkan di dalam Tuhan.

Oleh karena itu, beberapa penulis Kristen berusaha menuliskannya agar kaum muda tidak asal-asalan memilih teman hidup. Buku “Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta” ini bercerita tentang  kisah penulis, yaitu pasangan yang sudah menikah (Grace & Steven), dari menggumulkan TH di dalam Tuhan, hingga menemukan jawaban indah dari-Nya. Mereka percaya bahwa Tuhanlah yang memprakarsai setiap pertemuan mereka. Tuhanlah Sang Penulis cerita cinta mereka.

Pergumulan Grace dan Steven dalam penantian panjang mereka menemukan TH tidaklah gampang. Di buku ini Grace bercerita bahwa hal terpenting sebelum momen pertemuannya dengan Steven adalah membangun hubungan yang dalam dengan Tuhan. Inilah yang sering diabaikan oleh orang muda. Kita menantikan kehadiran seorang TH, namun tidak mempersiapkan diri kita dengan sebaik mungkin.

Buku ini menceritakan bahwa pacaran dan menikah sama sekali tidak berarti masalah selesai. Bahkan, pergumulan bertambah berat. Bagaimana bisa kita melangkah ke tahap tersebut jika pondasi kita, yaitu relasi dengan Kristus tidaklah kokoh?

Bagi Grace dan Steven, mereka tidak pernah membayangkan bahwa Tuhan telah mempersiapkan cerita cinta yang begitu indahnya terhadap mereka satu sama lain. Namun, pengharapan di dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan, bahkan Ia memberi yang jauh lebih baik daripada yang pernah kita bayangkan.

Meski tak selalu indahnya saja, dalam pernikahan mereka terkadang terasa sulit. Namun, mereka mengatasinya dengan mengingat kebaikan Tuhan dan penyertaan-Nya, serta mengingat bagaimana saat pertama kali mereka jatuh cinta. Karena itulah mereka menulis buku ini untuk bisa dibaca lagi kelak.

Buku ini layak dibaca bagi orang muda. Gaya bahasanya yang mudah dicerna dan cerita khas kehidupan sehari-hari, sungguh menarik untuk dibaca. Grace menceritakan kisah cintanya dengan jenaka dan apa adanya, membuat saya beberapa kali tersenyum membaca buku ini. Begitu juga dengan kisah bagaimana Steven melamar Grace. Wah, sungguh romantis dan cerdas :) Benar-benar buku yang tidak membosankan dan membawa kita terhanyut dalam aliran cerita mereka.

Buku ini berakhir dengan kisah tentang sebuah pernikahan. Ya, pernikahan adalah tujuan dari hubungan pasangan Kristen. Alangkah sayangnya hubungan yang hanya berjalan begitu saja terus tanpa ada tujuan untuk berkomitmen dalam suatu pernikahan. Tidak mudah, namun pernikahan yang mengikutsertakan Dia di tengah-tengah aku dan Dia pasti akan menjadi pernikahan yang indah :)

Secara keseluruhan, buku ini sangat baik bagi orang muda. Grace dan Steven mengajak kita untuk memiliki cinta segitiga antara Dia, aku, dan dia. Bukan cinta buta, seperti yang dunia katakan.

Jadi, tunggu apa lagi? Mari buka buku yang bersampul merah  ini lembar demi lembar, nikmati setiap kata, dan simpan pesan indah dari buku ini. Selamat membaca :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 5 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 6 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Mendaki Gunung Merapi Tanpa Harus Cuti …

Mcnugraha | 8 jam lalu

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | 8 jam lalu

KIS Adaptasi KJS atau Plagiat JKN …

Aden Rendang Sp | 8 jam lalu

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: