Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Tri Wibowo Bs

Editor, penerjemah, tukang ketik :: http://rumahcahaya.blogspot.com/

World Writers #432: Idrus

REP | 27 March 2013 | 05:03 Dibaca: 271   Komentar: 0   1

Idrus (1921 – 1979) Novelis dan dramawan terkemuka Indonesia, yang dianggap sebagai pelopor prosa di kalangan “Angkatan 45.” Karya-karya Idrus cenderung ke arah Realisme – dia menganggap bahwa Realisme-lah yang menyebabkan roman tidak menemui jalan buntu. Idrus berkeyakinan bahwa kekejaman penjajahan Jepang dan kedahsyatan revolusi membuat kesusastraan Indonesia bergeser dari Romantisisme ke Realisme.

Idrus lahir pada 21 September 1921 di Padang, Sumatra Barat. Dia mendapat pendidikan di HIS, MULO, AMS dan Sekolah Menengah Tinggi (tamat pada 1943), serta meraih gelar M.A dari Universitas Monash, Australia (1974). Dia pernah menjadi redaktur Balai Pustaka (1943-1949), Kepala Bagian Pendidikan GIA (1950-1952) dan dosen di Universitas Monash, Melbourne (1965-1979). Pada 1960 sampai 1964 Idrus bermukim di Kuala Lumpur, Malaysia, dan pernah menjadi redaktur majalah Indonesia dan Kisah. Idrus meninggal pada 18 Mei 1979 di Kampung Tanah, Padang. Sewaktu meninggal dia adalah kandidat Ph.D di Universitas Monash.

Karya-karyanya antara lain Dokter Bisma (1945); Kejahatan Membalas Dendam (!945); Jibaku Aceh (1945), yang merupakan drama radio; Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948), merupakan karyanya yang paling terkenal dan dianggap karya terobosannya yang penting; Keluarga Surono (1948); Aki (1949); Perempuan dan Kebangsaan (1949); Gorda dan Pesawat Terbang (1951); Kisah Wanita Termulia (1952); Dua episode Masa Kecil (1952); Hati Nurani Manusia (1963), merupakan novel yang diterbitkan di Kuala Lumpur; Hikayat Puteri Penelope (1973); dan lain-lain. Selain itu dia juga menerjemahkan karya-karya sastra asing, seperti karangan Vsevolod Ivanov, Chekov, Maupassant, Pirandello dan lain-lain. Studi mengenai karya Idrus dilakukan oleh Jiwa Atmaja dalam bukunya, Hati Nurani Manusia Idrus (1986).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nasib Buruh Migran di Pintu Akhir …

Eddy Mesakh | | 19 December 2014 | 12:57

Dengan Google Street Kita Bisa …

Daniel H.t. | | 19 December 2014 | 09:34

Tim “Hantu” Menpora Berpotensi …

Erwin Alwazir | | 19 December 2014 | 12:47

Tiga Seniman “Menguak Takdir” …

Ajinatha | | 19 December 2014 | 09:08

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 6 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 13 jam lalu

Meramu Isu “Menteri Rini Melarang …

Irawan | 13 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: