Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Kukuh Widyatmoko

menjadi manusia "out of the box" melalui mengolah informasi menjadi hal penuh makna

Mapping “CTL-Contextual Teaching & Learning”

OPINI | 22 April 2013 | 07:53 Dibaca: 547   Komentar: 0   0

1366591936530808409

dok. pri

Penerbit kaifa learning kali ini menerbitkan buku tentang metode pengajaran. Melalui buku ini Elaine B. Johnson, Ph.D. mempersembahkan Contextual Teaching & Learning (CTL).

Buku ini merupakan terjemahan dengan penerjemah Ibnu Setiawan, cetakan IV, Juni 2012. Prof. Dr. A. Chaedar Alwasilah memberikan pengantar.

Penghargaan bagi Penulis tentang mengajar adalah Penerima Penghargaan dari University of Chichago atas Metode Mengajaranya yang Luar Biasa.

Tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi pembaca buku ini. Mengapa? Karena mendapat tambahan wawasan tentang Metode Mengajar yang Luar Biasa, bagaimana.

Tentu bukan hal mudah. Mencermati buku ini pembaca mendapat gambaran bahwa Penulis memiliki kekuatan dalam hal membaca. Tetapi juga mempraktekkan selama mengajar.

Ulasan singkat, pada halaman catatan saja lebih dari toga puluh halaman. Berisi tentang aneka buku bacaan Penulis. Ditambah, bagian kepustakaan sembilan halaman.

Tentu buku ini memiliki keunggulan dalam hal literature. Literatur dibutuhkan untuk menguatkan uraian Penulis.

Baik, kita masuk lebih dalam mengenai “CTL.” “CTL” mengajak pembaca masuk dalam pemikiran besar sejumlah delapan seputar “CTL.”

Pertama, penulis mengajak pembaca menemukan alasan perlunya menggunakan CTL. Kedua, Penulis mengajak pembaca menggali keberhasilan ketika menggunakan CTL.

Ketiga, Penulis mendekatkan pembaca membangun hubungan untuk menemukan makna. Keempat, Penulis mengupas pembelajaran mandiri dan kerja sama. Kelima, Penulis mengajak pembaca berpikir kritis dan kreatif.

Keenam, Penulis menyadarkan pembaca bahwa setiap orang unik : membantu individu tumbuh dan berkembang. Ketujuh, Penulis membawa pembaca pada pemikiran standar tinggi dan penilaian autentik. Dan, kedelapan merupakan bagian penutup. Pada bagian ini, setelah pembaca diajak berjalan-jalan dengan berbagai pengalaman tentang CTL, Penulis memberikan peneguhan. Peneguhannya bahwa CTL merupakan jalan menuju keunggulan untuk semua orang.

Buku setebal 300- an halaman, sebelum masuk dalam setiap pokok bahasan, Penulis membuka dengan kata-kata bijak. Tentu sesuai dengan pokok bahasannya.

Seperti, pokok bahasan lima tentang Berpikir Kritis dan Kreatif, Penulis membuka dengan kata bijak, “karena tidak ada yang lebih mudah dibandingkan dengan berpikir, jadi tidak ada yang lebih sulit dibandingkan dengan berpikir baik.” (Thomas Traherne). Dan, “banyak orang lebih memilih mati daripada berpikir. Kenyataannya, mereka memang sudah mati.” (Bertrand Russel).

Pembaca buku ini mendapatkan tambahan berupa VCD tentang “Menanamkan CTL di Lesson Plan bersama Hernowo.

self !mprovement Positive (s!P)

*) Special thank’s Bapak Kanisius Narumore, S. Pd

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menikmati Perpaduan Budaya di Velangkanni …

Yswitopr | | 27 April 2015 | 12:32

Selamat Datang Twitter Ads di Indonesia …

Hilman Fajrian | | 27 April 2015 | 13:54

[Blog Competition] Perlindungan Tanpa Beban …

Kompasiana | | 18 April 2015 | 12:01

Saatnya Kompasiana Mengundang Para Peneliti …

Hendra Wardhana | | 27 April 2015 | 12:20

Kompasiana dan Kompas Kampus Sambangi 5 …

Kompasiana | | 06 March 2015 | 08:32


TRENDING ARTICLES

Anggun Minta Pembatalan Eksekusi Mati, Siapa …

Lilik Agus Purwanto | 4 jam lalu

Harga Rakyat Indonesia Lebih Rendah dari …

Susy Haryawan | 9 jam lalu

Sekarang Saja, 50 Orang Mati Tiap Hari, …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Menimpuk Presiden dengan Mangga malah Dapat …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Misskomunikasi atau Ada Gerakan Mendegradasi …

Rullysyah | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: