Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Kukuh Widyatmoko

menjadi manusia "out of the box" melalui mengolah informasi menjadi hal penuh makna

Mapping “CTL-Contextual Teaching & Learning”

OPINI | 22 April 2013 | 07:53 Dibaca: 409   Komentar: 0   0

1366591936530808409

dok. pri

Penerbit kaifa learning kali ini menerbitkan buku tentang metode pengajaran. Melalui buku ini Elaine B. Johnson, Ph.D. mempersembahkan Contextual Teaching & Learning (CTL).

Buku ini merupakan terjemahan dengan penerjemah Ibnu Setiawan, cetakan IV, Juni 2012. Prof. Dr. A. Chaedar Alwasilah memberikan pengantar.

Penghargaan bagi Penulis tentang mengajar adalah Penerima Penghargaan dari University of Chichago atas Metode Mengajaranya yang Luar Biasa.

Tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi pembaca buku ini. Mengapa? Karena mendapat tambahan wawasan tentang Metode Mengajar yang Luar Biasa, bagaimana.

Tentu bukan hal mudah. Mencermati buku ini pembaca mendapat gambaran bahwa Penulis memiliki kekuatan dalam hal membaca. Tetapi juga mempraktekkan selama mengajar.

Ulasan singkat, pada halaman catatan saja lebih dari toga puluh halaman. Berisi tentang aneka buku bacaan Penulis. Ditambah, bagian kepustakaan sembilan halaman.

Tentu buku ini memiliki keunggulan dalam hal literature. Literatur dibutuhkan untuk menguatkan uraian Penulis.

Baik, kita masuk lebih dalam mengenai “CTL.” “CTL” mengajak pembaca masuk dalam pemikiran besar sejumlah delapan seputar “CTL.”

Pertama, penulis mengajak pembaca menemukan alasan perlunya menggunakan CTL. Kedua, Penulis mengajak pembaca menggali keberhasilan ketika menggunakan CTL.

Ketiga, Penulis mendekatkan pembaca membangun hubungan untuk menemukan makna. Keempat, Penulis mengupas pembelajaran mandiri dan kerja sama. Kelima, Penulis mengajak pembaca berpikir kritis dan kreatif.

Keenam, Penulis menyadarkan pembaca bahwa setiap orang unik : membantu individu tumbuh dan berkembang. Ketujuh, Penulis membawa pembaca pada pemikiran standar tinggi dan penilaian autentik. Dan, kedelapan merupakan bagian penutup. Pada bagian ini, setelah pembaca diajak berjalan-jalan dengan berbagai pengalaman tentang CTL, Penulis memberikan peneguhan. Peneguhannya bahwa CTL merupakan jalan menuju keunggulan untuk semua orang.

Buku setebal 300- an halaman, sebelum masuk dalam setiap pokok bahasan, Penulis membuka dengan kata-kata bijak. Tentu sesuai dengan pokok bahasannya.

Seperti, pokok bahasan lima tentang Berpikir Kritis dan Kreatif, Penulis membuka dengan kata bijak, “karena tidak ada yang lebih mudah dibandingkan dengan berpikir, jadi tidak ada yang lebih sulit dibandingkan dengan berpikir baik.” (Thomas Traherne). Dan, “banyak orang lebih memilih mati daripada berpikir. Kenyataannya, mereka memang sudah mati.” (Bertrand Russel).

Pembaca buku ini mendapatkan tambahan berupa VCD tentang “Menanamkan CTL di Lesson Plan bersama Hernowo.

self !mprovement Positive (s!P)

*) Special thank’s Bapak Kanisius Narumore, S. Pd

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | | 01 September 2014 | 17:08

Catatan Pendahuluan atas Film The Look of …

Severus Trianto | | 01 September 2014 | 16:38

Mengulik Jembatan Cinta Pulau Tidung …

Dhanang Dhave | | 01 September 2014 | 16:15

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 7 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 10 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 11 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemenang Putri Indonesia di Belanda Bangga …

Bari Muchtar | 8 jam lalu

Penanggulangan Permasalahan Papua Lewat …

Evha Uaga | 8 jam lalu

Antara Aku, Kamu, dan High Heels …

Joshua Krisnawan | 8 jam lalu

Rakyat Dukung Pemerintah Baru Ambil Jalan …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Masa Orientasi, Masa Di-bully; Inikah Wajah …

Utari Eka Bhandiani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: