Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Kukuh Widyatmoko

menjadi manusia "out of the box" melalui mengolah informasi menjadi hal penuh makna

Mapping “Pendidikan Karakter”

OPINI | 24 April 2013 | 08:30 Dibaca: 232   Komentar: 0   0

13667669371221880310

dok.pri

Buku dengan alur berpikir sangat teratur ini menambah wawasan tentang pendidikan karakter. Buku berukuran 23 x 15 cm sangat cocok bagi kalangan praktisi pendidikan.

Terlebih praktisi pendidikan di dasar, menengah dan tinggi. Alasannya bahasanya sangatlah ilmiah. Literaturnya pun beberapa mengambil dari ilmuwan asing.

Bagaimana alur penulis mengolah pendidikan karakter? Pembaca pada bab 1 mendapat ulasan tentang mengapa pendidikan karakter muncul di tengah hiruk pikuk dinamika social masyarakat? Subpokok bahasannya, realitas pendidikan dan dampaknya. Pendidikan karakter merupakan solusi. Dampak pendidikan karakter terjadap keberhasilan akademik. Dan, perlunnya kurikulum holistic dalam pendidikan karakter.

Penulis adalah dosen Universitas Negeri Malang ini, memunculkan pemikiran, pentingnya bahkan betapa mendesaknya pendidikan karakter bagi masyarakat Indonesia dalam bab 2. Dengan subpokok bahasan, bagaimana pendidikan karakter di Negara lain. Pendidikan sebagai medium enkulturasi. Juga, peranan guru dalam pendidikan karakter.

Penulis dan juga peneliti mengajak pembaca masuk lebih dalam yaitu hakikat dan tujuan pendidikan karakter dalam bab 3. Adapun subpokok bahasan ialah pendidikan karakter di sekolah. Dan, pendidikan budi pekerti pada keluarga.

Buku terbitan Bumi Aksara ini, beberapa pendekatan diusulkan Penulis, pembaca dapat memilih sesuai dengan kondisi. Usulan tersebut ada dalam bab 4 terdiri dari pendekatan penanaman nilai. Pendekatan perkembangan kognitif. Pendekatan analisis nilai. Pendekatan klarifikasi nilai. Dan, pendekatan pembelajaran berbuat.

Sebelum bab penutup, Penulis mengolah pendidikan karakter dalam tinjauan, ciri dasar, sasaran dan basis desain. Sebagai subpokok bahasan ialah ciri dasar pendidikan karakter. Pendidikan karakter: keseimbangan. Pendidikan karakter dalam ranah pendidikan nilai. Kecerdasan emosi bekal terpenting anak. Pendidikan karakter yang terintegral. Dan, tiga basis desain pendidikan karakter.

Sampailah pada bab 6 sebagai penutup, Penulis berbagi strategi pendidikan karakter: beberapa kasus penerapan. Ada pun subpokok bahasannya yaitu strategi pendidikan karakter. Cara menjadikan anak lebih bertanggung jawab. Implementasi pendidikan budi pekerti dalam Agama Hindu. Parkour sebagai pendidikan karakter. Pendidikan holistic berbasis karakter untuk TK dan SD. PLH dan Pendidikan karakter anak didik kita. Dan, pengajaran Sastra berdimensi moral.

Penulis bernama Masnur Muslich berlatar belakang akademik pendidikan Bahasa selesai menempuh program S3 di Universitas Negeri Malang. Penulis mengemas ide dalam buku setebal lebih dari 200 halaman, cetakan pertama tahun 2011.

self !mprovement Positive (s!P) CP : 087 85 95 8 55 72

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nasib Buruh Migran di Pintu Akhir …

Eddy Mesakh | | 19 December 2014 | 12:57

Dengan Google Street Kita Bisa …

Daniel H.t. | | 19 December 2014 | 09:34

Tim “Hantu” Menpora Berpotensi …

Erwin Alwazir | | 19 December 2014 | 12:47

Tiga Seniman “Menguak Takdir” …

Ajinatha | | 19 December 2014 | 09:08

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 6 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 13 jam lalu

Meramu Isu “Menteri Rini Melarang …

Irawan | 13 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: