Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Muhammad Ibrahim Hamdani

Nama: Muhammad Ibrahim Hamdani Tempat Lahir: Palembang Pendidikan: Strata 1, Ilmu Politik FISIP UI

Sinopsis Buku: “Membangun Negara Kuat, Kontribusi Islam Terhadap Pemikiran Politik Barat”

OPINI | 05 May 2013 | 14:36 Dibaca: 457   Komentar: 0   0

SINOPSIS BUKU: “MEMBANGUN NEGARA KUAT, KONTRIBUSI ISLAM TERHADAP PEMIKIRAN POLITIK BARAT”
Oleh: Muhamad Ibrahim Hamdani, SIP
Staff Peneliti/ Asisten Kepala PKTTI UI

Zaman Kegelapan (The Dark Ages) yang selama beberapa abad melanda peradaban Barat (Judeo–Kristiani), khususnya wilayah Eropa, pasca runtuhnya Kekaisaran Romawi telah membuat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi terhenti dan jalan di tempat (stagnant). Pada saat yang bersamaan peradaban Islam di seluruh dunia sedang mengalami puncak kemasyhuran dan kejayaannya (The Golden Age), termasuk di wilayah Andalusia pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah jilid II. Andalusia terletak di bagian selatan benua Eropa yang saat ini meliputi wilayah Portugal dan Spanyol serta terpisahkan oleh selat Gibraltar dengan wilayah utara benua Afrika.

lmu-ilmu agama dan moralitas berbasis Katolik Roma di masa The Dark Ages justru berkembang pesat, mendominasi dan mengindoktrinasi masyarakat dan kerajaan-kerajaan di hampir seluruh wilayah Eropa. Namun perkembangan ilmu-ilmu tersebut tidak diikuti dengan perkembangan ilmu pengetahuan (science) dan teknologi sehingga terjadi ketidakseimbangan pola pikir dan prilaku di masyarakat Eropa. Kekuasaan gereja Katolik di bawah naungan Tahta Suci Vatikan yang sangat otoriter dan cenderung diktator sangat mendominasi situasi sosial – politik di Eropa pada saat itu.

Proses penelitian dan perkembangan ilmu pengetahuan pada masa The Dark Ages sangat dibatasi oleh para uskup, biarawan/wati dan pimpinan gereja Katolik lainnya, terutama yang berpotensi mengancam kekuasaan Tahta Suci Vatikan. Pada masa inilah lahir seorang filsuf dan pemikir politik terkemuka asal Italia bernama Niccolo Machiavelli (1467 - 1527 M). Machiavelli dikenal oleh dunia internasional sebagai pelopor pemikiran politik modern di zaman Renaissance yang berbasis realisme dan pragmatisme politik, sekaligus menjadi pemisah antara zaman The Dark Ages dengan Zaman Renaissance.
Sebagai salah seorang ilmuwan dan filsuf politik yang mempelopori era Renaissance (Revolusi Pemikiran dan Peradaban) serta mendobrak kebekuan cara berpikir masyarakat Eropa, Machiavelli diduga kuat pernah mempelajari (nyantri) berbagai ilmu pengetahuan, khususnya ilmu politik (Siyasah) dan bahasa Arab, secara mendalam di wilayah Andalusia. Ilmuwan yang haus ilmu itu juga sangat mengagumi dan terinspirasi oleh kitab Muqaddimah, sebuah mahakarya (magnum opus) dari seorang maestro, ilmuwan dan pemikir politik fenomenal asal Maroko, Ibnu Kholdun (1332 – 1406).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penukis buku Membangun Negara Kuat, Kontribusi Islam Terhadap Pemikiran politik Barat, Dr. Abdul Muta’ali, MA, MIP, ketika berkunjung ke perpustakaan Alexandria, Mesir, ditemukan sebuah fakta menarik bahwa cover depan dari fotokopi manuskrip buku Il Prince bertuliskan huruf Arab Al-Imaroh. Bahkan di sejumlah pernyataan-pernyataan penting dalam manuskrip tersebut diikuti dengan kutipan dua huruf hijayyah dalam bahasa Arab, yakni ( ﺄ, ﺥ ) yang diduga kuat sebagai simbol kutipan pernyataan dari Ibnu Kholdun, yakni “ ﺄ” untuk “Ibnu” dan “ ﺥ “ untuk “ Kholdun”.
Il Prince yang berarti “Sang Pangeran” merupakan sebuah magnum opus dari Niccolo Machiavelli yang manuskrip aslinya (original) tersimpan di sebuah perpustakaan di Universitas Sorbone, Perancis; sedangkan Al-Imaroh merupakan terjemahan bahasa Arab dari Il Prince. Meskipun cover depan fotokopi manuskrip Il Prince menggunakan bahasa Arab, namun isi dari manuskrip tersebut tetap menggunakan Bahasa latin Italia. Demikianlah keterangan ini diperoleh dari pengelola perpustakaan di Alexandria, Mesir, sebagaimana dikutip oleh Abdul Muta’ali ketika diwancarai oleh penulis.
Buku berjudul Membangun Negara Kuat, Kontribusi Islam Terhadap Pemikiran Politik Barat ini ditulis oleh Dr. Abdul Muta’ali, MA, MIP dengan tujuan untuk membandingkan pemikiran politik Ibnu Kholdun dan Niccolo Machiavelli. Dengan demikian dapat diketahui mengenai sejauh mana dan sebesar apa pengaruh pemikiran politik Ibnu Kholdun terhadap pemikiran politik Niccolo Machiavelli, serta apa saja persamaan dan perbedaan diantara kedua pemikir yang hidup dan lahir di zaman, tempat, dan situasi sosial-politik yang berbeda tersebut.
Buku ini juga ditulis dengan tujuan menjadi antitesis dari pemikiran Zainab al-Khudhari yang menyatakan bahwa pemikiran Ibnu Khaldun tidak dapat dibandingkan dengan pemikiran Niccolo Machiavelli karena terdapat perbedaan yang sangat mendalam diantara keduanya. Perbedaan tersebut meliputi: 1. Dalam Muqoddimah Ibnu Khaldun menyusun filsafat sejarah dalam pengertiannya yang luas; 2. Dalam The Prince Niccolo Machiavelli berupaya menyusun asas-asas pemerintahan dan bagaimana cara menegakan negara serta mengembangkannya sehingga dapat dijadikan pedoman oleh penguasa; 3. Prinsip-prinsip Machiavelli dalam The Prince bersifat sangat keras dan jauh-dari prinsip-prinsip moral; 4. The Prince ditulis dengan spirit berupa tujuan-tujuan dan kepentingan praktis.
Pemikiran Zainab al-Khudhari disanggah oleh Abdul Muta’ali melalui konsepsi ‘Membangun Negara Kuat’ yang merupakan perbandingan, titik temu dan kesimpulan dari pemikiran Ibnu Kholdun dan Niccolo Machiavelli. Terdapat empat konsep pokok yang diperlukan untuk membangun negara kuat, yakni: 1. Peran Agama, 2. Pemimpin yang Kuat, 3. Angkatan Perang, dan 4. Ekspansi Militer. Keempat konsep ini dibahas oleh keduanya dengan tujuan yang sama, yakni membangun negara kuat, meskipun dengan pemikiran peran dan konsep yang berbeda.
Beberapa karya ilmiah populer Ibnu Kholdun, selain Muqaddimah, ialah: 1. Kitabul ‘ibar wa diwa nul mubtada’ wal khabar, fil ayya-mil a’rab wal a’jam wal barbar, wa man aa-sharohum min dzaawi sulthaan al-akbar, atau dikenal dengan kitab alam semesta; 2. Kitab at-Ta’riif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarah Ibnu kholdun); dan 3. Kitab Lubab-al Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi), yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin kaya Imam Fakhruddin ar-Razi.
Adapun karya ilmiah populer Niccholo Machiavelli, selain The Prince, ialah: 1. The Discourses upon The first Ten Books of Titus Livius (Pembicaraan Pertama Terhadap Sepuluh Buku Pertama Titus Livius); 2. The Art of War (Seni Berperang); 3. A History of Florence (Sejarah Florence); dan 4. La Mandragola (Suatu drama yang bagus, terkadang masih dipanggungkan orang).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Keuntungan Minum Air Mineral di Pagi Hari …

Vitalis Vito Pradip... | 11 jam lalu

Perbandingan Cerita Rakyat Ande-ande Lumut …

Kinanthi Nur Lifie | 11 jam lalu

Kalau Nggak Macet, Bukan Jakarta Namanya …

Seneng Utami | 11 jam lalu

Merdeka Tapi Mati! …

Engly Ndaomanu | 12 jam lalu

‘Jujur dan Benar dalam Pola …

Asep Rizal | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: