Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Guruku, Inspirasiku

REP | 22 June 2013 | 17:01 Dibaca: 173   Komentar: 0   0

Judul Buku      : Menjadi Guru Inspiratif
Penulis               : A. Fuadi,dkk.
Penerbit             : Bentang
Cetakan              : Pertama, 2012
Tebal buku       : 186 halaman
ISBN                      : 978-602-8811-80-4
Harga                   : Rp 39.000,-

Setiap orang pasti punya kenangan manis semasa menjadi siswa atau mahasiswa. Tidak hanya seputar kisah cinta, tetapi juga kisah sarat makna yang ditinggalkan gurunya. Di tengah keringnya keteladanan di dunia pendidikan, ternyata menggali kenangan masa silam dan berkaca dari situ bisa menjadi sumber inspirasi sekaligus motivasi bahwa keteladanan masih bertebaran di muka bumi ini.

Andrea Hirata berhasil menggambarkan sosok Ibu Muslimah sebagai guru bersahaja yang penuh kasih dalam Laskar Pelangi. Dari penulis mancanegara, ada Mitch Albom yang bercerita tentang pemikiran-pemikiran bijaksana sang dosen, Morrie, di  hari-hari terakhir kebersamaan mereka dalam Tuesday with Morrie.

A.Fuadi, penulis buku best seller Negeri 5 Menara pun ingin berbagi inspirasi dengan tema yang sama. Ia bersama tiga belas penulis bercerita tentang perjuangan guru membawa perubahan dalam buku antologi yang berjudul Menjadi Guru Inspiratif.  Buku ini merupakan buku kedua dalam Man Jadda Wajada series.

Kisah-kisah dalam buku ini adalah kisah nyata tentang perjuangan  para guru saat berinteraksi dengan anak-anak didiknya. Ada keteladanan dan kerja keras. Ada jatuh dan bangun. Ada air mata dan harapan. A.Fuadi membuka kisah pertama dengan menganalogikan guru yang baik itu bagai petani. Menurutnya, guru menyirami anak-anak didiknya dengan ilmu dan memupuk jiwa mereka dengan karakter yang luhur (hlm.1). Pada kisah lain,  Rosmery Ashalba  menceritakan  filosofi  sepuluh jari yang diajarkan guru pelajaran mengetiknya saat di bangku SMP ( hlm. 98 ).

Safia Nurdayanti menuliskan kekagumannya pada sang ayah yang gigih memperjuangkan pembangunan  SMA di tanah transmigran dengan pelbagai kemelut finansial dan ideologi yang mengadang ( Sofia Nurdayanti, 68).

Alumnus Gerakan Indonesia Mengajar, Rahman Adi Pradana, berkisah tentang pengalamannya melatih siswa-siswi SD di Halmahera Selatan (hlm.7 ). Sementara Siswiyantisugi (hlm.117),  bercerita tentang peran gandanya sebagai guru sekaligus entertain dalam sebuah bimbingan belajar. Ada pula Rahmawati Agustina,tentor untuk anak-anak kurang mampu yang menyebut dirinya Pejuang Pasar (hlm.30).

Begitu juga dengan Alita Suryadi, guru senior di sekolah PAUD, mengatakan bahwa mulanya adalah cinta saat  harus jungkir balik membimbing anak-anak usia balita di sekolahnya (hlm. 84). Cinta pula yang mendorong Dee d’Barry memilih guru sebagai profesinya (hlm.131), serta kisah-kisah inspiratif lain yang terangkum dalam buku bersampul warna hijau ini.

Inilah kisah para guru. Tak sekadar membagi ilmu, tetapi juga mengasihi dan memahami kondisi anak-anak didiknya. Energi yang terkuras tak berarti apa-apa yang penting anak-anak didiknya berhasil menjadi manusia yang bermanfaat bagi kehidupan. Sekalipun sebagian cerita terasa utopis karena digambarkan begitu ideal,  pesan yang disampaikan tetap sama, yaitu tak ada pengorbanan yang sia-sia.Selamat membaca.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 2 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 4 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 6 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 9 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Trans TV, Raffi Is Not Our Prince! …

Gilang Parahita | 8 jam lalu

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | 8 jam lalu

Koalisi Akal Sehat Mengawal Pelantikan …

Effendi Siradjuddin | 8 jam lalu

Selamat Bertugas Pak Jokowi …

Toni Pamabakng | 8 jam lalu

Misteri Hantu Rumah Tua …

Raphael Jose Riberu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: