Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Diah Utami

Seorang guru yang suka menulis. Berharap bisa menebar ilmu tidak hanya di ruang kelas, tapi selengkapnya

99 Cahaya di Langit Eropa Akhirnya…

REP | 04 August 2013 | 22:22 Dibaca: 709   Komentar: 3   2

Buku karya Hanum Salsabiela Rais, 99 Cahaya Di Langit Eropa, selanjutnya kusebut 99 Cahaya, merupakan sebuah fenomena. Menyambung kesuksesan buku itu, kisah berlanjut dengan sebuah buku lainnya, Berjalan di Atas Cahaya. Keduanya menarik, walaupun kisah di dalamnya terasa masih kurang panjang, menurutku. Aku masih mengharapkan adanya kisah-kisah lanjutan lainnya, tentang penemuan cahaya di benua biru itu. Jadi ingin baca buku itu lagi, ingin buat resensinya untuk dipublikasikan, dan… tentunya berharap dong, dapat hadiah berupa paket umrah. Subhanallah. InsyaAllah.
Untuk mendapatkan hadiah semenarik itu, tentu perlu usaha ekstra. Tidak asal ikut serta, lalu sekedar menanti keberuntungan melalui undian. Cermati bukunya, tulis resensinya, publikasikan di media cetak atau media online. Ada 3 kategori yang bisa dipilih untuk ikut serta.
  • Opsi pertama, menulis resensi mengenai salah satu buku karya Hanum Rais ini, lalu dipublikasikan di media cetak. Ketika tulisan sudah dipublikasikan, silakan dipindai lalu kirimkan melalui surat elektronik kepada panitia lomba.
  • Opsi kedua, menulis resensi untuk dipublikasikan di media online, tapi tidak termasuk blog pribadi atau web tanpa seleksi redaksi seperti kompasiana ini. Jika tulisan hasil resensi sudah sukses diverifikasi oleh admin web ybs, maka silakan kirimkan screenshoot dan tautannya ke panitia lomba.
  • Opsi ketiga, membuat resensi dalam bentuk video digital yang diunggah ke web publik, YouTube, misalnya. Setelah dipublikasikan, maka tautan bisa dikirim ke panitia lomba melalui surat elektronik.
Persyaratan serta info lengkapnya bisa dilihatĀ di sini.
pic: courtesy of Diah Utami

pic: courtesy of Diah Utami

Untuk ikut berpartisipasi, kali ini aku membuat video yang berupa kompilasi foto-foto beberapa tempat yang disebutkan di buku 99 Cahaya. Makan waktu juga nih proses pembuatannya di aplikasi MovieMaker. Sempat panik ketika musik yang kuunggah tak bisa didengar suaranya. Musik pengiringnya berupa lagu gubahanku yang kurekam ala kadarnya. Lirik lagunya merupakan interpretasiku atas buku 99 Cahaya. Setelah coba ini dan itu, eh ternyata musiknya bisa masuk juga mengiringi rangkaian foto-foto yang akhirnya sukses juga kuunggah ke YouTube. Silakan kunjungi tautannya, selamat mengapresiasi.
Sementara itu, ada info bahwa buku 99 Cahaya ini akan segera diangkat ke layar lebar oleh Maxima Pictures. Bocorannya, tokoh Hanum Rais akan diperankan oleh Acha Septriasa. Sedangkan Fatin Shidqia Lubis, juara X-Factor 2013 akan ikut ambil bagian di film yang shootingnya akan dimulai di bulan September mendatang. Siap-siap nontonin yuuk…!
Mengingat ini adalah lagu gubahanku sendiri, belum banyak yang tahu lagunya seperti apa, liriknya bagaiha? Nah, ini dia kusisipkan lirik lagu yang kugubah menjadi lagu pengiring di video ini.
Napak tilas perjalanan mencari bukti nyata jejak Islam di masa silam
Di sana.. di benua biru Eropa kutemukan peradaban bercahaya

Benderang kota seribu cahaya, berawal dari Cordova
Bukan Paris, Wina atau Roma
Indahnya jejak Islam di Mezquita walaupun getir terasa
Bukti cahaya pernah bersinar di sana

Kota Paris tempat pertama tuk mulai. Lalu Turki, Granada dan juga Mezquita
Cahaya… pernah bersinar di sana sembilan puluh sembilan cahaya-Nya

Rindukan kejayaan masa silam akan kembali berkibar
Dari agen muslim di dunia
Terkenang terinspirasi darinya, sembilan puluh sembilan
Cahaya pernah terangi langit Eropa
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 8 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 11 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 13 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 14 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 8 jam lalu

Surga Kecil di Sukabumi Utara …

Hari Akbar Muharam ... | 8 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Sono Cook | 8 jam lalu

Si Jangkung Tokyo Sky Tree …

Firanza Fadilla | 9 jam lalu

Pompadour …

Yulian Muhammad | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: