Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Diah Utami

Seorang guru yang suka menulis. Berharap bisa menebar ilmu tidak hanya di ruang kelas, tapi selengkapnya

99 Cahaya di Langit Eropa Akhirnya…

REP | 04 August 2013 | 22:22 Dibaca: 706   Komentar: 3   2

Buku karya Hanum Salsabiela Rais, 99 Cahaya Di Langit Eropa, selanjutnya kusebut 99 Cahaya, merupakan sebuah fenomena. Menyambung kesuksesan buku itu, kisah berlanjut dengan sebuah buku lainnya, Berjalan di Atas Cahaya. Keduanya menarik, walaupun kisah di dalamnya terasa masih kurang panjang, menurutku. Aku masih mengharapkan adanya kisah-kisah lanjutan lainnya, tentang penemuan cahaya di benua biru itu. Jadi ingin baca buku itu lagi, ingin buat resensinya untuk dipublikasikan, dan… tentunya berharap dong, dapat hadiah berupa paket umrah. Subhanallah. InsyaAllah.
Untuk mendapatkan hadiah semenarik itu, tentu perlu usaha ekstra. Tidak asal ikut serta, lalu sekedar menanti keberuntungan melalui undian. Cermati bukunya, tulis resensinya, publikasikan di media cetak atau media online. Ada 3 kategori yang bisa dipilih untuk ikut serta.
  • Opsi pertama, menulis resensi mengenai salah satu buku karya Hanum Rais ini, lalu dipublikasikan di media cetak. Ketika tulisan sudah dipublikasikan, silakan dipindai lalu kirimkan melalui surat elektronik kepada panitia lomba.
  • Opsi kedua, menulis resensi untuk dipublikasikan di media online, tapi tidak termasuk blog pribadi atau web tanpa seleksi redaksi seperti kompasiana ini. Jika tulisan hasil resensi sudah sukses diverifikasi oleh admin web ybs, maka silakan kirimkan screenshoot dan tautannya ke panitia lomba.
  • Opsi ketiga, membuat resensi dalam bentuk video digital yang diunggah ke web publik, YouTube, misalnya. Setelah dipublikasikan, maka tautan bisa dikirim ke panitia lomba melalui surat elektronik.
Persyaratan serta info lengkapnya bisa dilihatĀ di sini.
pic: courtesy of Diah Utami

pic: courtesy of Diah Utami

Untuk ikut berpartisipasi, kali ini aku membuat video yang berupa kompilasi foto-foto beberapa tempat yang disebutkan di buku 99 Cahaya. Makan waktu juga nih proses pembuatannya di aplikasi MovieMaker. Sempat panik ketika musik yang kuunggah tak bisa didengar suaranya. Musik pengiringnya berupa lagu gubahanku yang kurekam ala kadarnya. Lirik lagunya merupakan interpretasiku atas buku 99 Cahaya. Setelah coba ini dan itu, eh ternyata musiknya bisa masuk juga mengiringi rangkaian foto-foto yang akhirnya sukses juga kuunggah ke YouTube. Silakan kunjungi tautannya, selamat mengapresiasi.
Sementara itu, ada info bahwa buku 99 Cahaya ini akan segera diangkat ke layar lebar oleh Maxima Pictures. Bocorannya, tokoh Hanum Rais akan diperankan oleh Acha Septriasa. Sedangkan Fatin Shidqia Lubis, juara X-Factor 2013 akan ikut ambil bagian di film yang shootingnya akan dimulai di bulan September mendatang. Siap-siap nontonin yuuk…!
Mengingat ini adalah lagu gubahanku sendiri, belum banyak yang tahu lagunya seperti apa, liriknya bagaiha? Nah, ini dia kusisipkan lirik lagu yang kugubah menjadi lagu pengiring di video ini.
Napak tilas perjalanan mencari bukti nyata jejak Islam di masa silam
Di sana.. di benua biru Eropa kutemukan peradaban bercahaya

Benderang kota seribu cahaya, berawal dari Cordova
Bukan Paris, Wina atau Roma
Indahnya jejak Islam di Mezquita walaupun getir terasa
Bukti cahaya pernah bersinar di sana

Kota Paris tempat pertama tuk mulai. Lalu Turki, Granada dan juga Mezquita
Cahaya… pernah bersinar di sana sembilan puluh sembilan cahaya-Nya

Rindukan kejayaan masa silam akan kembali berkibar
Dari agen muslim di dunia
Terkenang terinspirasi darinya, sembilan puluh sembilan
Cahaya pernah terangi langit Eropa
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 3 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 3 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 4 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 10 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Inovasi, Kunci Indonesia Jaya …

Anugrah Balwa | 8 jam lalu

Hak Prerogatif Presiden dan Wakil Presiden, …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Sakitnya Tuh di Sini, Pak Jokowi… …

Firda Puri Agustine | 8 jam lalu

Kebohongan Itu Slalu Ada! …

Wira Dharma Purwalo... | 8 jam lalu

Rethinking McDonald’s, Opportunity …

Yudhi Hertanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: