Back to Kompasiana
Artikel

Buku

Benny Rhamdani

Menulislah hal yang bermanfaat sebanyak mungkin, sebelum seseorang menuliskan namamu di nisan kuburmu. http://bennyrhamdani.com/ | follow selengkapnya

Tips Meresensi Buku

OPINI | 29 October 2013 | 02:27 Dibaca: 975   Komentar: 34   15

Pengalaman pertama saya menulis resensi buku ketika di majalah HAI dulu tersedia kolomnya. Saya mengulas buku kumpulan cerpen Kompas yang baru saja menerbitkan edisi pertamanya. Ternyata resensi buku pertama saya tersebut layak dimuat di majalah untuk remaja tersebut.

Sesungguhnya saya belum mengerti betul apa dan bagaimana resensi itu sebenarnya saat itu. Barulah ketika kuliah, saya mempelajarinya. Karena, banyak kakak kelas yang menggeluti dunia resensi buku. Selain bisa mendapat buku gratis, juga dapat honor. Seru, kan?

Resensi buku merupakan tulisan deskriptif yang berisi analisis kritis serta evaluasi terhadap kualitas dari sebuah buku. Bukan ringkasan sebuah buku seperti yang sering saya baca. Meresensi berarti juga melacak kekuatan dan kelemahan dari materi yang dianalisis .

Sebenarnya, tidak ada formula khusus menulis resensi buku . Sifatnya sangat pribadi dan mencerminkan pendapat peresensi. Bahkan sering kali faktor subyektivitas bermain besar di sana. Ulasan bisa jadi hanya 50-100 kata, bisa juga sampai 1500 kata. Hal itu tergantung pada tujuan peresensi, dan biasanya juga media menuangkan resensi.

Walaupun tidak ada formula khusus, setidaknya ada beberapa hal standar yang bisa dirujuk untuk menulis resensi buku.

1 . Menulis informasi penting tentang buku tersebut : judul, penulis, tanggal hak cipta pertama, jenis buku, materi pelajaran umum, fitur-fitur khusus, harga dan ISBN .

2 . Pahami tujuan penulis menulis buku tersebut. Salah satu cara adalah membaca kata pengantar penulis. Jika tidak ada cobalah menganalisis dengan meminjam sudut pandang penulis buku. Bisa juga dengan membaca daftar isi.

3. Bacalah secara keseluruhan buku tersebut. Jangan lupa untuk memegang pensil, jika sewaktu-waktu kita menemukan hal yang akan kita bahas. Kita bisa menandainya atau langsung menuliskan di ruang kosong halaman tersebut.

4. Cobalah menilai seberapa baik buku itu. Apakah kita akan merekomendasikan kepada yang lain? Kenapa? Carilah juga kelemahan buku tersebut. Dan meresensi novel misalnya, kita bisa meninjau dari sisi intrinsik tulisan.

5 . Usahakan mencari informasi lebih lanjut tentang penulis - reputasi, kualifikasi, pengaruh, biografi, dan lainnya - informasi relevan dengan buku yang terakhir dan itu akan membantu untuk membangun otoritas penulis.

6 . Jika perlu, buat catatan mengenai format buku - tata letak, penjilidan, tipografi, dan sebagainya. Apakah ada diagram atau ilustrasi? Apakah membantu pembaca lebih mudah memahami isi buku?

7 . Periksa hal ini kembali:  Apakah indeksnya akurat? Periksa setiap catatan akhir atau catatan kaki. Apakah memberikan informasi tambahan yang penting? Buat catatan dari kekeliruan penting yang dibuat penulis.

8 . Buat ringkasan pendek dilengkapi kesimpulan umum. Jangan ragu membuat perbandingan dengan buku sejnis karya penulis lainnya. Bisa juga membandingkan dengan karya sebelumnya dari penulis tersebut. Apakah lebih baik? Untuk meresensi satu buku, seringkali kita harus membaca buku lainnya.

9. Hal paling mudah belajar dengan cepat menulis resensi buku adalah membaca resensi buku karya perensi lainnya. Saya kerap merujuk kepada sejumlah koran hari Minggu. Carilah yang gaya menulisnya kita sukai. Perhatikan dengan baik pola tulisannya, apakah dari umum ke khusus atau sebaliknya.

10. Jangan puas dengan menulis satu resensi. Jadikan kebiasaan setiap selesai membaca buku menuliskan resensinya. Baik untuk kepentingan memperoleh materi ataupun kepuasan pribadi.

Selamat meresensi buku.

Kalau sempat mampir ke sini:
http://media.kompasiana.com/buku/2013/03/15/-leafie-menikmati-kearifan-seekor-ayam-betina–537274.html

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Kapitalisasi Pendidikan …

Mokhsa Imanahatu | 7 jam lalu

Love Is Blind? …

Hanifah Khairunnisa | 7 jam lalu

Akhir Pekan di Pemakaman …

Hari Akbar Muharam ... | 8 jam lalu

Serunya Wisata Naik Lori! …

Aryanto Wijaya | 8 jam lalu

Sofyan-JK; Who Is The Real President? …

Edy Mulyadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: