Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

I Ketut Suweca

Membaca dan menulis adalah minatnya yang terbesar. Kelak, ingin dikenang sebagai seorang penulis.

Tata Cara Mengirim Artikel ke Koran

OPINI | 30 November 2011 | 06:25 Dibaca: 8227   Komentar: 54   13

Ketika memposting tulisan berjudul “Menulis Artikel untuk Koran, Yuk!” di lapak ini, sahabat kita, Mas Chris Suryo, meminta saya menulis lebih detail lagi tentang tata cara pengiriman naskah ke koran. “Bermanfaat sekali Pak Ketut. Lebih teknis lagi dong. Bentuk huruf, spasi, dll. Terus masalah disket, email…,” komentarnya.

Sebenarnya, hal ini sudah pernah saya tulis sebelumnya di kompasiana, di samping saya tulis juga secara lebih rinci di dalam buku Subconscious Mind Writing: Memanfaatkan Kemampuan Luar Biasa Pikiran Bawah Sadar dalam Penulisan, diterbitkan Udayana University Press, tahun 2011. (Buku ini sudah beredar di TB Gramedia dan Togamas, harga Rp.45.000,-)

Akan tetapi, agar Mas Chris dan sahabat yang memerlukan tidak penasaran dan dapat terpenuhi keinginannya yang sangat baik itu, di sini saya kemukakan kembali tentang tata cara pengiriman naskah ke koran dan hal-hal lain yang berkaitan, sbb.:

1. Ketik naskah Anda dengan rapi dan cermat;

2. Pergunakan font Times New Roman, 12, 1,5 spasi, 3-5 halaman kertas A4;

3. Lengkapi dengan Kata Pengantar tulisan yang ditujukan ke alamat Redaksi;

4. Lengkapi pula dengan identitas diri yang terkait dengan kompetensi;

5. Kirim naskah Anda melalui pos atau melalui email;

6. Untuk pengiriman via pos, sertai dengan amplop dan prangko pengembalian;

7. Tunggu kira-kira dua minggu (untuk koran harian) sejak saat pengiriman untuk meyakini naskah itu ditolak atau diterima;

8. Pada umumnya tidak ada pemberitahuan dari Redaksi sebuah naskah akan dimuat atau ditolak;

9. Anda sebagai penulislah yang mesti rajin memonitor untuk mengetahui naskah Anda dimuat atau tidak (bisa dilihat di situs web koran tersebut atau dengan mendapatkan cetakannya);

10. Jika tidak dimuat, Anda boleh memilih untuk membuat naskah baru atau merevisi naskah tadi dan mengirimkannya ke koran lain;

Itulah ikhwal pengiriman artikel ke koran yang umumnya berlaku sesuai dengan pengalaman penulis. Ayo, segeralah menulis dan kirim ke koran. Jangan ragu-ragu, jangan malu-malu.

Kalau naskah Anda dimuat, nikmatilah kepuasan batin yang luar biasa. Nikmati ekstase intelektual yang tiada duanya.

( I Ketut Suweca , 30 November 2011).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 7 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 8 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 9 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 11 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: