Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

I Ketut Suweca

Membaca dan menulis adalah minatnya yang terbesar. Kelak, ingin dikenang sebagai seorang penulis.

Tata Cara Mengirim Artikel ke Koran

OPINI | 30 November 2011 | 06:25 Dibaca: 9889   Komentar: 54   13

Ketika memposting tulisan berjudul “Menulis Artikel untuk Koran, Yuk!” di lapak ini, sahabat kita, Mas Chris Suryo, meminta saya menulis lebih detail lagi tentang tata cara pengiriman naskah ke koran. “Bermanfaat sekali Pak Ketut. Lebih teknis lagi dong. Bentuk huruf, spasi, dll. Terus masalah disket, email…,” komentarnya.

Sebenarnya, hal ini sudah pernah saya tulis sebelumnya di kompasiana, di samping saya tulis juga secara lebih rinci di dalam buku Subconscious Mind Writing: Memanfaatkan Kemampuan Luar Biasa Pikiran Bawah Sadar dalam Penulisan, diterbitkan Udayana University Press, tahun 2011. (Buku ini sudah beredar di TB Gramedia dan Togamas, harga Rp.45.000,-)

Akan tetapi, agar Mas Chris dan sahabat yang memerlukan tidak penasaran dan dapat terpenuhi keinginannya yang sangat baik itu, di sini saya kemukakan kembali tentang tata cara pengiriman naskah ke koran dan hal-hal lain yang berkaitan, sbb.:

1. Ketik naskah Anda dengan rapi dan cermat;

2. Pergunakan font Times New Roman, 12, 1,5 spasi, 3-5 halaman kertas A4;

3. Lengkapi dengan Kata Pengantar tulisan yang ditujukan ke alamat Redaksi;

4. Lengkapi pula dengan identitas diri yang terkait dengan kompetensi;

5. Kirim naskah Anda melalui pos atau melalui email;

6. Untuk pengiriman via pos, sertai dengan amplop dan prangko pengembalian;

7. Tunggu kira-kira dua minggu (untuk koran harian) sejak saat pengiriman untuk meyakini naskah itu ditolak atau diterima;

8. Pada umumnya tidak ada pemberitahuan dari Redaksi sebuah naskah akan dimuat atau ditolak;

9. Anda sebagai penulislah yang mesti rajin memonitor untuk mengetahui naskah Anda dimuat atau tidak (bisa dilihat di situs web koran tersebut atau dengan mendapatkan cetakannya);

10. Jika tidak dimuat, Anda boleh memilih untuk membuat naskah baru atau merevisi naskah tadi dan mengirimkannya ke koran lain;

Itulah ikhwal pengiriman artikel ke koran yang umumnya berlaku sesuai dengan pengalaman penulis. Ayo, segeralah menulis dan kirim ke koran. Jangan ragu-ragu, jangan malu-malu.

Kalau naskah Anda dimuat, nikmatilah kepuasan batin yang luar biasa. Nikmati ekstase intelektual yang tiada duanya.

( I Ketut Suweca , 30 November 2011).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nyaris Tertipu Rumah Makan …

Dizzman | | 27 February 2015 | 21:36

Mengenal To’is, Terompet Tradisional …

Pither Yurhans Laka... | | 28 February 2015 | 10:11

Kisah Perjalanan U2: Dari Band Amatir ke …

Soni Arif Wicaksono | | 27 February 2015 | 22:41

Perceraian Berujung pada Kematian Buah Hati …

Hendrik Riyanto | | 28 February 2015 | 04:14

Daftar dan Tonton KompasianaTV di …

Kompasiana | | 13 February 2015 | 14:17


TRENDING ARTICLES

Ahok vs Dewan, Jokowi Nampar Pinjam Tangan …

Sowi Muhammad | 7 jam lalu

Ahok dan si Cantik Nuri Shaden …

Gunawan | 9 jam lalu

Ahok dan APBD 2014 Giring DPRD DKI ke Rumah …

Ninoy N Karundeng | 14 jam lalu

Nyalo UPS, DPRD DKI Dapat Untung 321 Milliar …

Abd. Ghofar Al Amin | 15 jam lalu

Bagaimana Ya Cara Memecat Wakil Rakyat? …

Marius Gunawan | 19 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: