Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

Taryono

tinggal di Bandar Lampung

Surat Kabar: Bertahan dari Gempuran Media Online

OPINI | 09 April 2012 | 03:02 Dibaca: 265   Komentar: 6   1

Media cetak (surat kabar) saat ini sesungguhnya menghadapi persoalan berat. Terlebih dengan munculnya banyak media online, televisi, dan belum lagi jejaring sosial macam facebook dan twitter.

Bos-bos perusahaan surat kabar mengeluh dengan turunnya oplah surat kabar mereka sepanjang tahun ini. Mereka pastinya tidak tinggal diam. Mereka berfikir keras mencari strategi yang tepat untuk tetap bisa eksis di tengah gempuran media online dan televisi.

Tentu menghadapi persoalan ini, media besar macam Harian Kompas, sekadar menyebut satu nama, sudah jauh-jauh hari melakukannya.

Lalu bagaimana media-media lokal? Tentu mereka tidak bisa berdiam diri.Mau tidak mau mereka pun harus menyiapkan strategi jitu menghadapi prilaku pembaca yang berubah. Media cetak hari-hari ini tidak lagi bisa mengandalkan aktualitas dan kedalaman, apalagi kecepatan. Sebab, ini semua telah diambil oleh media online dan televisi. Lalu apa yang mereka punyai saat ini?

Ya, mungkin saja media cetak kini hanya memiliki kredibilitas. Nah, dengan demikian apakah media online tidak memiliki kredibilitas. Saya kira soal kredibilitas untuk media online masih relatif rendah dibandingkan media cetak. Apalagi hingga kini banyak media online terkadang mengabaikan akurasi.

Celakanya lagi sampai kini belum ada aturan yang jelas mengenai jurnalisme media online, kalaupun ada biasanya hanya berlaku pada internal media online masing-masing. Wajar saja kalau kemudian Dewan Pers banyak menerima pengaduan dari masyarakat soal pemberitaan dari media online.

Terlepas dari semua itu, ada baiknya media-media cetak lokal, segeralah mengambil langkah-langkah cepat agar tidak mati digempur media online dan televisi.

Pertama, bagi media cetak yang belum memanfaatkan facebook dan twitter untuk membagi berita kepada pembaca, maka segeralah membuatnya.

Kedua, bagi media cetak yang sudah memiliki website, kelola lah web secara baik. Jangan lupa berita-berita di web diperbarui detik per detik, menit per menit, lalu share ke facebook dan twitter.

Ketiga, buatlah forum pembaca di website. Keempat, selain versi cetak dan epaper. Ada baiknya media cetak juga mengembangkan edisi digital. Bisa terbit sehari dua atau tiga kali. Sasarannya  adalah pembaca yang memiliki perangkat ipad dan sejenisnya.Lalu juga versi mobile yang menyasar pembaca yang memiliki telepon pintar (smartphone).

Kelima, melakukan kerjasama dengan radio dan televisi untuk mempromosikan berita-berita yang ekslusif media Anda.

Keenam, melakukan inovasi terhadap perwajahan media cetak Anda. Amati apa yang diingini pembaca. Bidiklah kaum muda. Sebab mereka inilah yang bisa membuat panjang nyawa media Anda. Jangan lupa kredibilitas tetap dikedepankan. (*)

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Optimistis Melihat Produk Lokal dari Pasar …

Asri Alfa | | 22 October 2014 | 19:36

Happy Birthday Kompasiana …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 October 2014 | 18:24

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Ngaku Kompasianer Langsung Diterima Kerja …

Novaly Rushans | | 22 October 2014 | 07:36

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 13 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 13 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 13 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 14 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Bidan Desa Tak Peduli, Nyawa Bayi …

Yohana Damayanti Ma... | 8 jam lalu

Judge …

Ayu Syahbana Surbak... | 8 jam lalu

Memilih Makanan Halal di Eropa …

Aries Setya | 8 jam lalu

Amplas …

Katedrarajawen | 9 jam lalu

Obama Dream atau Obama Nightmare ? …

Andi Firmansyah | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: