Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

Roko Patria Jati

A teacher plus scholar forever...

Sujud dan Foto2 Pelecehan Agama

OPINI | 22 July 2012 | 11:40 Dibaca: 1803   Komentar: 8   3

Shollu kama roaitumuni usholli” (Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat) - Muttafaq alaih.

13429458711238717274

Sujud Dalam Sholat (gerakansholat.wordpress.com)

Dalam hal sujud, beliau (Muhammad SAW) meletakkan dahi & puncak hidung, telapak tangan, lutut dan jari-jari kaki ke bumi (tempat sholat) dengan meluruskan punggung dan menghadapkan jari-jari tangan dan kaki ke arah kiblat. (Al-Jibrin, Sifat Shalat Nabi).

SUJUD PELECEHAN

Setelah sahur di hari kedua puasa ini (22/7), penulis tercengang dan berhenti beberapa saat di situs undergroundtauhid.com, yaitu di artikel berjudul “Kata-kata Bijak yang Koplak! Dasar Koplak!”, bukan untuk lebih mencermati bacaan, tapi justru memfokuskan pandangan pada image yang ditampilkan.

(Keterangan: foto dihapus admin dgn pertimbangan tertentu, silakan klik disini untuk menuju link artikel dimaksud, atau klik disini untuk menuju image dimaksud).

Artikel yang diposting pada 25 Mei 2012 itu menampilkan image yang jelas-jelas menggambarkan seseorang sedang bersujud, minus kepala yang “dibenamkan” ke dalam tanah.

Artikel yang ditulis oleh Dian Jatikusuma itu coba mengkritisi beberapa Kata-kata Bijak yang dipandang wajar oleh umum, namun bertentangan dengan sudut pandang agama. Di dalamnya, tidak disinggung sama sekali tentang tata cara sholat, dan apalagi sujud, sehingga sebenarnya tidak tepat bila kemudian ditempeli image sujud di atas. Entah image tersebut di-upload sendiri oleh penulis, atau ditambahi oleh admin, dan entah apa maksudnya, tapi sudah tidak lagi relevan dan bahkan cenderung melecehkan. Melecehkan karena Nabi hanya memberi tuntunan untuk meletakkan (atau menempelkan, atau memantapkan), dan bukan membenamkan sebagaimana diilustrasikan.

(Catatan: Konfirmasi penulis (Dian J.), gambar ditempel oleh admin undergroundtauhid.com)

FOTO PELECEHAN LAIN

Mungkin di iklim reformasi yang demokrasinya kebablasan ini, nampaknya pelecehan agama menjadi hal biasa-biasa saja. Pernah penulis tersesat ke sebuah situs yang bahkan memberikan ilustrasi miring tentang Nabi SAW dalam bentuk komik kartun, astaghfirullah & naudzubillah, respon cepat yang keluar dari bibir, dan kemudian mengurungkan niat untuk melakukan “perlawanan” (semoga Allah memberi hidayah), karena situs tersebut menginduk ke situs luar negeri dan didukung oleh semacam gerakan internasional para murtadin.

Sebagai gantinya, penulis hanya “berani” mengingatkan pada situs-situs lokal dan ataupun yang terdekat saja, semisal yang di atas dan ada satu lagi yang akhir-akhir ini juga diunggah di facebook.

(Keterangan: foto dihapus admin dgn pertimbangan tertentu, silakan klik disini untuk menuju foto dinding facebook dimaksud, atau klik disini untuk menuju image dimaksud).

Foto yang oleh pengunggahnya diberi judul “Sumber Bengawan Solo” itu sontak mendapat hujan komentar. Ada yang bilang diskriminatif, pelecehan, ngeres, penghinaan, dan ada pula yang berkomentar ganas umat islam, sampai si jenggot mbeling. Sekali lagi, entah sengaja atau tidak, pengunggah yang nampaknya juga muslim itu harus lebih banyak beristighfar atas apa yang diperbuatnya.

Mungkin ia (pengunggah) akan ngeles dengan bilang dibawahnya terdapat saluran air, dsb. Tapi bermain dengan persepsi itu justru sangat berbahaya, membiarkan orang berpersepsi macam-macam terhadap foto dari sosok yang identik dengan muslim.

Disamping bahwa foto itu juga melecehkan ajaran Nabi tentang adab buang air kecil dimana memang berusaha duduk serendah mungkin saat membuang hajat (jongkok) untuk lebih menutupi aurat dan lebih aman dari percikan air seni yang dapat mengotori badan dan pakaiannya. Namun tidak untuk diambil gambarnya karena menyalahi adab menutup diri dari pandangan orang saat buang hajat. Wallahu a’lam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 12 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 13 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 14 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Kejujuran …

Rahmat Mahmudi | 8 jam lalu

Berupaya Mencapai Target Angka 7,12% …

Kun Prastowo | 8 jam lalu

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | 8 jam lalu

Jazz Atas Awan, Mendengar Musik Menikmati …

Pradhany Widityan | 8 jam lalu

Indahnya Kebersamaan di Ultah Freebikers …

Widodo Harsono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: