Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

Mohammad Ichlas El Qudsi

Berpikir, berkarya untuk Negeri dan Bangsaku

Efek Industri Komunikasi

OPINI | 08 January 2013 | 13:20 Dibaca: 368   Komentar: 0   0

Mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya, kalau kehidupan manusia akan berkembang sedemikian rupa, sehingga interaksi satu sama lain lebih mudah tanpa
perlu bersusah payah melakukan pertemuan fisik. Teknologi komunikasi memungkinkan seseorang melakukan interaksi personal dalam jarak yang sangat dekat tanpa perlu melakukan kontak fisik langsung, namun pesan yang diinginkan (dikehendaki) diterima, dipahami dan dimengerti.

Dengan berbagai inovasinya, industri komunikasi telah melapangkan apa yang menjadi kendala komunikasi, yaitu menjadi mudah dan gampang dicerna. Penggunaan telepon pribadi yang dapat dimiliki sendiri bahkan berada didekat si pengguna dan dapat dibawa kemana-mana tanpa hambatan kabel salah satu contoh berkembangnya industri komunikasi. Belum lagi beragam fasilitas akses internet ke berbagai situs di seluruh dunia semakin merapatkan jarak diantara manusia.


Untuk itu infrastruktur komunikasi adalah faktor penting dalam  telekomunikasi
modern. Infrastruktur sebenarnya merupakan struktur fisik yang melekat dan mendasari jaringan komunikasi yang dibentuk oleh manusia.

Dalam sejarahnya infrastruktur komunikasi telah ada semenjak yunani kuno dan berkembang
terus-menerus hingga saat ini. Dalam berbagai literatur dicontohkan dengan penggunaan jasa kurir, berlanjut dengan surat menyurat melalui pos, kemudian penggunaan telegram sampai kemudian ditemukan berbagai macam bentuk teknologi komunikasi yang lebih canggih, yang
dapat menghubungkan satu orang ke orang lainnya dengan sangat mudah.


Namun terdapat implikasi negatif dari perkembangan teknologi informasi ini, yaitu adanya persaingan pasar dan prilaku konsumtif masyarakat yang tidak dapat dihindari, akibatnya sikap individualis mendapat ruang dan tumbuh subur. Meskipun demikian, persaingan pasar juga memberi keuntungan tersendiri, yaitu harga yang semakin kompetitif dan tawaran model, bentuk serta berbagai fasilitas yang disediakan dalam sebuah produk. Kecanggihan berbagai inovasi teknologi ini semakin memudahkan hubungan diantara manusia, bahkan dapat menembus batas negara.

13576258961870768317
Cairncross menyajikan analisis menarik soal tidak adanya jarak antara satu
individu dengan individu yang disebutnya sebagai The Death Of Distance.  menurut
Frances Cairncross, adanya telepon, TV dan komputer membuat pembicaraan tentang
jarak diantara manusia menjadi tidak relevan. Jarak sebagai faktor yang relevan
dalam cara kita melakukan bisnis dan kehidupan pribadi menjadi tidak relevan.
Ini diklaim Cairncross akan menjadi kekuatan ekonomi yang paling penting
membentuk seluruh masyarakat selama setengah abad berikutnya.

Kemajuan industri komunikasi ini pada perkembangannya dimanfaatkan juga sebagai alat propaganda, yang oleh politik praktis difahami untuk menyanjung sekaligus menjatuhkan dan mengunggulkan sekaligus meremehkan pihak lainnya (dalam hal ini bisa orang maupun negara)

Televisi contoh lain dari industri komunikasi dapat mempengaruhi dan menghipnotis penontonnya. Ketika seorang anak kecil berlagak seperti seorang super hero, lengkap dengan atribut yang dikenakannya, karena anak itu dipengaruhi oleh tayangan yang dia tonton, atau ketika seorang ibu yang lebih suka menggunakan suatu produk, dan tidak ingin menggantinya dengan produk yang lain, bisa juga karena disebabkan oleh pengaruh televisi yang mengiklankan produk yang dia sukai. Maka tak heran jika para aktor politik pun berebut menggunakan televisi sebagai wadah sosialisasi diri agar dikenal dan disukai masyarakat.


Oleh karena itu, tidak salah jika dikatakan bahwa industri komunikasi memiliki andil dalam pasang surut demokrasi. Hal inipun sudah dimasukkan dalam kajian-kajian ilmu komunikasi maupun dalam kajian ilmu politik.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 5 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 10 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Tokoh ISIS Perintahkan: “Eksekusi …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Pesawat Terbesar Dunia Airbus A380 Hadir …

Muhamad Kamaluddin | 7 jam lalu

Aceh dan Mimpi yang Belum Berhenti …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Untuk Pengarang Pemula yang Mabuk Gaya …

Revo Samantha | 8 jam lalu

Forever Love …

Bapake Azka | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: