Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

Mohammad Ichlas El Qudsi

Berpikir, berkarya untuk Negeri dan Bangsaku

Efek Industri Komunikasi

OPINI | 08 January 2013 | 13:20 Dibaca: 364   Komentar: 0   0

Mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya, kalau kehidupan manusia akan berkembang sedemikian rupa, sehingga interaksi satu sama lain lebih mudah tanpa
perlu bersusah payah melakukan pertemuan fisik. Teknologi komunikasi memungkinkan seseorang melakukan interaksi personal dalam jarak yang sangat dekat tanpa perlu melakukan kontak fisik langsung, namun pesan yang diinginkan (dikehendaki) diterima, dipahami dan dimengerti.

Dengan berbagai inovasinya, industri komunikasi telah melapangkan apa yang menjadi kendala komunikasi, yaitu menjadi mudah dan gampang dicerna. Penggunaan telepon pribadi yang dapat dimiliki sendiri bahkan berada didekat si pengguna dan dapat dibawa kemana-mana tanpa hambatan kabel salah satu contoh berkembangnya industri komunikasi. Belum lagi beragam fasilitas akses internet ke berbagai situs di seluruh dunia semakin merapatkan jarak diantara manusia.


Untuk itu infrastruktur komunikasi adalah faktor penting dalam  telekomunikasi
modern. Infrastruktur sebenarnya merupakan struktur fisik yang melekat dan mendasari jaringan komunikasi yang dibentuk oleh manusia.

Dalam sejarahnya infrastruktur komunikasi telah ada semenjak yunani kuno dan berkembang
terus-menerus hingga saat ini. Dalam berbagai literatur dicontohkan dengan penggunaan jasa kurir, berlanjut dengan surat menyurat melalui pos, kemudian penggunaan telegram sampai kemudian ditemukan berbagai macam bentuk teknologi komunikasi yang lebih canggih, yang
dapat menghubungkan satu orang ke orang lainnya dengan sangat mudah.


Namun terdapat implikasi negatif dari perkembangan teknologi informasi ini, yaitu adanya persaingan pasar dan prilaku konsumtif masyarakat yang tidak dapat dihindari, akibatnya sikap individualis mendapat ruang dan tumbuh subur. Meskipun demikian, persaingan pasar juga memberi keuntungan tersendiri, yaitu harga yang semakin kompetitif dan tawaran model, bentuk serta berbagai fasilitas yang disediakan dalam sebuah produk. Kecanggihan berbagai inovasi teknologi ini semakin memudahkan hubungan diantara manusia, bahkan dapat menembus batas negara.

13576258961870768317
Cairncross menyajikan analisis menarik soal tidak adanya jarak antara satu
individu dengan individu yang disebutnya sebagai The Death Of Distance.  menurut
Frances Cairncross, adanya telepon, TV dan komputer membuat pembicaraan tentang
jarak diantara manusia menjadi tidak relevan. Jarak sebagai faktor yang relevan
dalam cara kita melakukan bisnis dan kehidupan pribadi menjadi tidak relevan.
Ini diklaim Cairncross akan menjadi kekuatan ekonomi yang paling penting
membentuk seluruh masyarakat selama setengah abad berikutnya.

Kemajuan industri komunikasi ini pada perkembangannya dimanfaatkan juga sebagai alat propaganda, yang oleh politik praktis difahami untuk menyanjung sekaligus menjatuhkan dan mengunggulkan sekaligus meremehkan pihak lainnya (dalam hal ini bisa orang maupun negara)

Televisi contoh lain dari industri komunikasi dapat mempengaruhi dan menghipnotis penontonnya. Ketika seorang anak kecil berlagak seperti seorang super hero, lengkap dengan atribut yang dikenakannya, karena anak itu dipengaruhi oleh tayangan yang dia tonton, atau ketika seorang ibu yang lebih suka menggunakan suatu produk, dan tidak ingin menggantinya dengan produk yang lain, bisa juga karena disebabkan oleh pengaruh televisi yang mengiklankan produk yang dia sukai. Maka tak heran jika para aktor politik pun berebut menggunakan televisi sebagai wadah sosialisasi diri agar dikenal dan disukai masyarakat.


Oleh karena itu, tidak salah jika dikatakan bahwa industri komunikasi memiliki andil dalam pasang surut demokrasi. Hal inipun sudah dimasukkan dalam kajian-kajian ilmu komunikasi maupun dalam kajian ilmu politik.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 12 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Jalur Lambat Jebres Tidak Beres …

Kun Prastowo | 8 jam lalu

Salahkah Menaruh Ekspektasi Tinggi kepada …

Andre Sebastian | 8 jam lalu

Cerita Kecil Soal Keberagaman dan …

Sugiyanto Hadi | 8 jam lalu

Kurikulum Baru? Bingo! …

Nur Fatma Juniarti | 8 jam lalu

Cara Menghilangkan Komedo di Hidung …

Gunawan Eka Saputra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: