Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

Yogi Pusa

Selalu belajar menulis. Bagaimana cara menyusun kalimat yang baik dan benar. Dengan menulis akan membuat selengkapnya

Membandingkan Kalbar dan NTT

REP | 29 April 2013 | 16:37 Dibaca: 597   Komentar: 2   0

APA yang terpikirkan dibenak anda ketika membaca judul diatas. Kedengarannya aneh, ya kan? Koq daerah dibandingkan-bandingkan sih? Jelas lah pasti aka nada bedanya. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berada di bagian selatan khatulistiwa sedangkan Kalimantan Barat (Kalbar) berada persis di khatulistiwa. Penduduk NTT, dominan berkulit agak gelap sedangkan Kalbar dominan sawo matang atau berkuning langsat.

Kondisi topografi daerahnya, NTT agak tidak bersahabat buat ditanami sayur-sayuran dan tanaman palawija. Bahkan iklimnya panas.  Yang lebih cocok adalah memelihara ternak, karena banyak padang rumput sabana. Dari segi Sumber Daya Alam (SDA) tentu saja Kalbar lebih melimpah. Dan masih banyak perbedaan-perbedaan lain lagi. Satu-satunya yang membuat keduanya sama, yakni sama-sama berbatasan dengan negara luar.

13672280481903851577

Peta Prov. Kalbar & Prov. NTT

Kalau Kalbar berbatasan darat langsung dengan Kuching-Sarawak, Malaysia. Sedangkan NTT berbatasan darat langsung dengan negara Timor Leste. Berikut perbandingan kedua Provinsi.

Tabel Perbandingan Prov. Kalbar & NTT

No

Prov.

Populasi

Luas

Kab/kota

Kec.

Desa

1.

Kalbar

4.395.983 orang (2010)

147.307 Km2 (terluas ke-4 RI)

14

175

1.861

2.

NTT

4.683.827 (2010)

48.718.10 km2

22

186

2.650

*Sumber data Prov. NTT dari http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Timur, *Data Kalbar dari presentasi Kadis PU Kalbar,Selasa 31 Januari 2012.Dalam RTRW Kalbar

Dapat dilihat dari segi luas wilayah saja Kalbar jauh melebihi NTT, namun dari segi populasi hampir berimbang. Bahkan dari segi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar mencatat skors 68,79 (perigkat ke-28 dari 33 Provinsi, data 2010).  Dari segi minuman berupa air bersih, sanitasi dan sarana kesehatan, NTT memang sangat kurang.

Bahkan karena situasi inilah sebagai penyebab salah satu banyaknya kasus gizi buruk anak dan kematian bayi. Hal yang sama juga dapat dijumpai di Kalbar, kasus gizi buruk dan kematian bayi masih tergolong tinggi. Meski kondisi alamnya yang melimpah, ironis juga sanitasi dan air bersih di Kalbar belum bisa dikatakan cukup bagi penduduknya.

Lalu apa yang mau dibandingkan? Yang paling mencolok dari tabel tersebut adalah jumlah Kab/kota kalau dibandingkan dengan luas wilayah keduanya, sangat jauh sekali perbedaannya. Namun NTT, memiliki 21 Kab. Dan 1 Kota. Sedangkan Kalbar yang memiliki luas ke-4 se-Indonesia hanya memiliki 12 Kab. Dan 2 kota saja. Terlihat mencolok sekali jelas bahwa, dari segi posisi tawar (bargaining) politik dan kemampuan memanajemen sumber daya manusia-nya NTT jauh lebih unggul.

Masih ingat di tahun 1970-an, dimana pada saat itu Kalbar sangat sedikit sekali tenaga pengajarnya. Nah, kala itu setidaknya ada 8000 ribu guru-guru yang di datangkan dari NTT. Mereka disebarkan diseantro pedalaman Kalbar,khususnya mengajar di Sekolah Dasar (SD). Saya masih ingat guru saya SD kepala sekolahnya orang NTT juga, bahkan sampai kini pun dedikasi mereka masih terlihat diberbagai sekolah dipedalaman sana.

Apakah kita dari Kalbar ini bisa juga mengajar didaerah mereka sana? Jawabannya belum tentu bisa? Orang NTT, begitu solid dimana pun mereka berada. Tempaan kerasnya situasi alam mereka, membuat mereka tidak manja dan pantang menyerah. Meskipun orang-orang Kalbar juga ada yang demikian. Diperantauan mereka membentuk paguyuban kalau tidak salah saya, Flobamora (mohon koreksinya jika salah sebut).

Dari segi tokoh-tokoh sentral justru mereka banyak terlibat didalam kepengurusan partai politik. Tengok saja, Beny K.Harman, fungsionaris  yang menjabat di Partai Demokrat. Alm. Frans Seda salah satu tokoh Nasional dari zaman orde baru juga dari daerah NTT. Bahkan banyak juga mereka yang menjadi pastor mengabdi diberbagai daerah di Indonesia.

Mereka begitu konsisten akan apa yang diperjuangkan. Tak kenal lelah. Hal ini terbukti mereka bisa begitu kuat melobi pemerintah pusat, dengan bisa memperjuangkan terwujudnya beberapa kabupaten baru. Meski luas wilayah nya yang jauh lebih kecil dari Kalbar, NTT bisa 21 Kab. Dan 1 Kota.

Bahkan Kab. yang terbaru disahkan, yakni Kabupaten Malaka yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Belu yang disahkan dalam sidang paripurna DPR RI pada 14 Desember 2012 di Senayan. Mestinya Kalbar yang begitu luas ini yang memiliki Kab.Sebanyak itu. Kenyataannya sampai sekarang kita baru 12 Kab. dan 2 Kota saja.

Meski sudah diusulkan dibentuk Daerah Otonomi Baru (DOB), seperti Kab. Hulu Aik dan Jelai Kendawang Raya (pemekaran dari Kab. Ketapang), Kab. Tayan dan Sekayam (pemekaran dari Kab.Sanggau), Kab.Ketungau (pemekaran dari Kab.Sintang),Kab.Banua Landjak dan Sentarum (pemekaran dari Kab.Kapuas Hulu), Kab.Sambas Pesisir (pemekaran dari Kab.Sambas). Bahkan akan dibentuk Provinsi Kapuas Raya (PKR). Namun semua itu baru sebatas usulan, meskipun ada yang sudah masuk ke DPR RI.

Apakah bisa dijamin semua nya akan Goal? Akan kuatkah wakil Kalbar di Senayan “Menggonggong” dan mengawalnya biar lolos? Apakah ada orang Kalbar yang duduk diposisi strategis di Parpol dan kursi di DPR RI. Dulu ada wakil Kalbar di Komisi III DPR RI, sebuah komisi yang strategis M.Akil Mochtar (sekarang ketua Mahkamah Konstitusi RI). Di era nya beliau lah banyak membantu memperjuangkan terwujudnya Kab. Melawi dan Sekadau misalnya.

Di Kalimantan Tengah (Kalteng) sejak zaman Agustin Teras Narang (kini Gubernur Kalteng) menjabat sebagai ketua Komisi III massa 1999-2004. Banyak daerah di Kalteng yang dimekarkan, sehingga kini mereka jauh diatas Kalbar IPM dan pembangunan wilayahnya. Padahal kalau kita bandingkan dengan daerah lain, Kalbar ini tidak kalah juga. Banyak melahirkan tokoh-tokoh Nasional, seperti mantan Wakil Presiden di era Megawati Soekarno Putri, Hamzah Haz. Ada Osman Sapta Odang mantan wakil ketua MPR RI. Cornelis, yang sekarang gubernur. Usman Ja’far mantan Gubernur Kalbar, A.R Mecer. Dan lain-lainnya.

Nah, kenapa posisi Kalbar belum diperhitungkan benar-benar? Kenapa sumber daya alam yang berlimpah justru tidak membuat sejahtera semua masyarakatnya? Apa yang salah dengan semua ini.? Bahkan memperjuangkan terwujudnya pemekaran Kab.baru pun kita sungguh susah.

Meskipun tak dapat dipungkiri terbentuknya Kab-Kab baru akan menimbulkan Kolusi Korupsi serta Nepotisme (KKN) juga melahirkan “raja-raja” kecil yang mengeruk untuk kepentingan pribadinya bukan untuk kesejahteraan rakyat banyak.

Menurut hemat penulis ada beberapa hal yang menjadi penyebab semua itu, yakni ;

1. Keberanian rakyat Kalbar dalam mempresure (menekan) pemerintah pusat terutama dalam kerangka kebijakan otonomi daerah belum muncul.

2. Wakil-wakil kita belum begitu vocal, hanya sebagai “Penggembira” saja di kuri senayan.

3. Wakil-wakil di Senayan tidak ada yang menduduki posisi strategis seperti di Komisi III yang membidangi masalah hukum dan undang-undang.

4. Tidak adanya orang Kalbar yang menjabat posisi strategis di partai-partai politik yang besar, misal di PDIP, Golkar, Demokrat, PKS, PPP, Gerindra, Hanura dll.

5. Masyarakat kurang konsisten mengawal setiap kebijakan yang berdampak populis.

6. Masih adanya ego, karena memandang bahwa bukan kepentingan bersama melainkan karena dipandang karena kepentingan kelompok dan etnis tertentu.

7. Dan masih banyak lagi  lain-lainnya

Tulisan ini didasarkan atas keprihatinan melihat kondisi Kalbar yang masih jauh dari harapan masyarakat. Kalbar kaya dengan segala-galanya, mulai dari perkebunan, pertambangan, perikanan dan lainnya. Namun masih belum bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Masih banyak yang miskin, banyak yang tidak sekolah, fasilitas sekolah rusak, kesehatan begitu mahal, kasus gizi buruk, infrastruktur yang belum layak. Semua kekayaan alamnya diangkut ke Pusat, dan pengembaliannya ke daerah tidak sebanding dengan kerusakan alamnya.

Semoga saja,kedepan Kalbar bisa menggarami Indonesia. Bisa makmur, melahirkan tokoh-tokoh Nasional yang disegani. Konsisten dalam segala hal. Pada akhirnya akan terciptanya kemakmuran bersama, bukan kemakmuran miliki yang kaya raya.

NTT yang kecil wilayahnya dan alamnya yang tidak semakmur Kalbar saja bisa diperhitungkan di Nasional. Kenapa Kalbar tidak bisa? Kalbar pasti bisa! Mari mulai dari sekarang, kalau tidak kapan lagi!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 10 jam lalu

Di Kupang, Ibu Negara yang Tetap Modis namun …

Mba Adhe Retno Hudo... | 11 jam lalu

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 15 jam lalu

Lebih Baik Pernyataan Dwi Estiningsih …

Hendi Setiawan | 15 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: