Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

Heri Laregrage

simpel dan ingin semua yg dilakukan bermanfaat dan bernilai ibadah karena Allah SWT, bisa kunjungi selengkapnya

ILC Tanpa PKS

REP | 22 May 2013 | 09:01 Dibaca: 620   Komentar: 13   0

Strategi tersendiri ketika tim PKS tak datang ILC malam ini. CERDAS ! Biar pakar yg serang ICW & KPK.

Semalam blm diberi kesempatan lagi untuk menyimak diskusi para pakar hukum di tvone karena ada pengajian. Setelah pengajian slese sy pun langsung nyari tau quotes hasil acaranya. Penelusuran twitter banyak orang yang kecewa dengan sikap pks diacara tersebut. Coba scrol lebih kebawah lagi, ternyata kekecewaan itu timbul karena kubu PKS tdk hadir di acara ILC mlm semalam. Wajar klo kubu pks dijagokan hadir krna tema diskusi ilc membahas permasalahahn PKS “Prahara di PKS sampai kemana?”

Setelah ILC sukses besar pada tema acara seminggu seblmnya yang membahas suap kuota daging impor dg hasil yg menguntungkan pihak PKS. Masyarakat yg menontonpun melek sedikit dg perkembangan kasus. Mskipun ada orang2 yg masih mengunci hatinya dg kebenaran yg terungkp.

Bukan namanya media. Kalo menayangkan/ membuat acara yg suskses, ia tdk akan mengulang kesuksesan tsb. Dg dalih sbg tempat klarifikasi dll iapun mengkonsep acara yg menurut mereka akan mendapat perhatianmasyarakat.

Ternyata tdk sesuai skenario yg diharapkan. Bangku yg sudah disiapkan utk pihak PKS pun dari awal hingga akhir acara masih kosong. Sontak banyak yg heran, sinis, hingga keluar kata-kata cibiran yg tdk meyenangkan dari bbrp orang krna ketidak hadiran tsb.

Ada satu akun yg bilang bahwa bang karni menyampaikan, Presiden PKS menghimbau kadernya blm bsa hadir ILC kali ini. Berarti sudah ada izin sblmnya kalo pihak PKS tdk dtg acara tsb. brkhusnudzon sja klo sang presiden jg menyampaikn alasannya ke bang karni.

Klo kita lihat perkembangan. Skrg sdh tdk santer lagi tayangan tentang kasus suap daging impor. Bahkan tdk ada sama sekali Pengakuan AF ttg hubungannya dg PKS seakan membuat media murka, krna tdk sesuai dg skenario/ konspirasi yg mreka inginkan. Alhasil tak ada bahan yg bagus buat ditulis. Pendapatan menurun, cari isu baru menaikan rating meski mereka rela harus memutar balikan fakta. Yg besar jd kecil, yg kecil dibesar-besarkan. Yg brsensasi ditampilkn mski harus korbankan perasaan orang Ketidak hadiran PKS di ilc memberi ksempatan penuh kpd para pakar utk menjelaskan. Meski pro kontra tp jelas dasar hukumnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Raja Ampat (2): Muslim, Ojek, dan Negeri …

Luthfiyah Nurlaela | | 31 August 2014 | 08:52

Kerja Bakti Juga Ada di Amerika …

Bonekpalsu | | 31 August 2014 | 04:45

Kompasioner Terancam …

Hendra Budiman | | 31 August 2014 | 11:05

Mahabiru di Puncak Merbabu …

Den Bhaghoese | | 31 August 2014 | 09:39

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 4 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 6 jam lalu

Lurah Cantik nan Kreatif dan Inspiratif …

Axtea 99 | 10 jam lalu

Hak Menahan Tersangka, Kartu ATM Polisi …

Hanny Setiawan | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Penghasilan Ideal Penulis Indonesia, Berapa? …

Bambang Trim | 8 jam lalu

KRL–Setelah Gerbong Khusus Wanita …

Wardah Fajri | 9 jam lalu

Ranjau Berkarat …

Luhur Pambudi | 9 jam lalu

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | 9 jam lalu

“Petualangan Anak Indonesia” …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: