Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

Yons Achmad

Pemerhati media. Pendiri Kanet Indonesia (Biro konsultan media). 082123147969. http://kanetmedia.com.

Fitnah PKS Terhadap Sastrawan, Astaghfirullah !

OPINI | 24 May 2013 | 20:38 Dibaca: 17573   Komentar: 77   19

1369402651907035507

Sejak mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) ditetapkan KPK sebagai tersangka, kepanikan begitu hebat melanda partai ini. Banyak kader PKS tidak percaya bahkan elit-elit PKS pun juga tidak percaya. Kader dan elit PKS begitu yakin bahwa LHI masih bersih. Memang, benar-tidaknya LHI terlibat dalam kasus pencucian uang masih mesti dibuktikan di pengadilan, tapi di sosial media (facebook, twitter), kader PKS begitu membela habis-habisan.

Kader-kader PKS juga kerap bilang melalui media sosial tersebut kalau semua ini adalah konspirasi. Ketika media mencoba memberitakan kabar versi mereka dan tidak disukai, maka kader-kader PKS langsung bilang hal tersebut adalah fitnah belaka. Kesan yang muncul, kader-kader PKS dalam beberapa minggu ini selalu berteriak-teriak media memfitnah PKS. Sayang ketika ditantang untuk menunjukkan dimana letak berita fitnahnya, kader-kader PKS tidak bisa menunjukkan.

Saya sendiri, agak was-was dengan perilaku serampangan PKS ini. Saya kira, ketika kader-kader PKS begitu mudah untuk menuding media dengan fitnah tanpa bisa menunjukkan letak fitnahnya, bisa jadi hal demikian adalah fitnah itu sendiri. Dan, okelah, kalau memang benar-benar ada fitnah, ada langkah hukum dengan melakukan somasi atau gugatan ke media tersebut. Sayang, PKS tidak melakukannya.

Di tengah tuduhan PKS bahwa media telah memfitnahnya, justru tamparan dan boomerang kembali ke muka PKS sendiri. Salah satu media corong PKS, yaitu web dan twitter PKS Piyungan, justru memberikan informasi yang jelas-jelas fitnah dan disebarkan begitu cepat oleh kader dan simpatisannya. Fitnah PKS kali ini terhadap tokoh bernama Saut Situmorang yang dituduh PKS orang Badan Intelijen Negara (BIN).

PKS Piyungan memuat foto yang mensejajarjan LHI dengan Saut Situmorang. LHI ditulis sebagai “Orang yang terdholimi” sementara Saut Situmorang “Orang yang (diduga) bolak balik ke rumah Darin”. Nama tersebut memang kebetulan hampir sama dengan anggota BIN yang diduga menyewakan rumahnya untuk Darin Mumtazah, gadis ABG anak SMK yang diberitakan dekat dengan LHI. Dengan memasang foto anggota BIN tersebut, tentu saja kader-kader berharap yang demikian benar bahwa kejadian-kejadian ini merupakan konspirasi seperti yang diteriakkan Anis Matta. Sayang seribu sayang, kali ini kader PKS begitu ceroboh.

Bagi penikmat sastra, tentu menganggap lucu foto tersebut. Sebab sejauh ini di jagat dunia sastra, Saut Situmorang tentu bukan anggota BIN, tapi seorang penyair yang tinggal di Jogjakarta. Nah, atas kesalahan demikian, justru membuktikan bagaimana PKS telah benar-benar memfitnah orang. Atas kejadian ini, tentu saja, tak ada kata lain bagi PKS perlu untuk meminta maaf.

Saya kira, kasus ini hanya menambah cacat buruk PKS saja. Semua ini sebenarnya tak perlu terjadi kalau PKS tidak panik dalam menghadapi krisis komunikasi yang dialaminya. Alih alih menuduh media melakukan fitnah, justru mereka sendiri yang melakukan fitnah secara nyata. Apa boleh buat, beginilah kenyataannya. Kasus ini tidak main-main, dalam doktrin Islam, fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Sejarah mesti mencatatnya. Agar ke depan partai Islam, tidak melakukan kesalahan yang sama. Partai-partai Islam maupun aktivis-aktivis muslim mesti belajar berhati-hati dan bercermin dari kasus ini agar tidak terulangi kembali (Yons Achmad)

Tags: kritik media

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Indonesia 0 – 4 Filipina : #BekukanPSSI …

Angreni Efendi | | 26 November 2014 | 00:33

Berburu Oleh-oleh Khas Tanah Dayak di Pasar …

Detha Arya Tifada | | 26 November 2014 | 04:19

Menuju Jakarta, Merayakan Pestanya …

Hendra Wardhana | | 26 November 2014 | 07:59

Minum Air Lemon di Pagi Hari dan Manfaatnya …

Gitanyali Ratitia | | 26 November 2014 | 01:38

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 8 jam lalu

5 Kenampakan Aneh Saat Jokowi Sudah …

Zai Lendra | 13 jam lalu

Timnas Indonesia Bahkan Tidak Lebih Baik …

Kevinalegion | 14 jam lalu

Suami Bergaji Besar, Masih Perlukah Istri …

Cucum Suminar | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kepercayaan Penuh Berbuah Revolusi …

Nursalam Sabir | 8 jam lalu

Media Cetak (Belum) Akan Mati …

Irwan Rinaldi | 8 jam lalu

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Datang ke Papua, Al Jazeera Ingin “Tebus …

Hamid Ramli | 8 jam lalu

(Peserta) #KPKGerebek (7) Jakarta Street …

Kpk Kompasiana | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: