Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

Jilbab Dilarang, TV One & Metro TV Ada di Mana Kalian?

REP | 16 June 2013 | 19:46 Dibaca: 4740   Komentar: 137   42

Kemarin saya sempat menulis tentang dilarangnya penggunaan jilbab oleh institusi kepolisian Indonesia (POLRI). Hal tsb sempat disampaikan oleh Wakapolri bpk. Nanan Sukarna. Dalam kesempatan tsb Wakapolri menghimbau kepada para polisi wanita (polwan) yg ingin menggunakan jilbab sebaiknya pensiun jadi polisi. Tentu pernyataan tsb memicu kontroversi karena telah melanggar hak asasi.

Terlepas dari kontroversi tsb, ada satu sisi yg lebih menarik lagi. Entah sengaja atau tidak, kebetulan atau tidak, atau mungkin saya yg kurang jeli memperhatikannya (koreksi jika salah), pemberitaan tentang dilarangnya jilbab oleh POLRI ini nyaris tidak ada di dua stasiun tv berita terbesar di Indonesia yakni TV One dan Metro TV. Padahal untuk urusan pelanggran HAM, kedua stasiun tv berita tsb biasanya sangat ‘vokal’ dan kritis dalam memberitakannya.

Isu pelanggaran HAM yg berbau SARA oleh POLRI ini seperti tidak dapat ‘tempat’ di kedua televisi berita swasta tsb. Tidak seramai dan sekritis saat mereka memberitakan ada ‘oknum’ orang Islam yg melakukan aksi terorisme, tidak seramai dan sekritis ketika ada ‘oknum’ orang Islam yg melakukan pengrusakan, tidak seramai ketika ada umat Islam yg dianggap oleh mereka melanggar HAM, tidak seramai dan sekritis ketika mereka ‘membela’ Ahmadiyah & Syiah yg jelas-jelas sudah menodai dan menyimpang dari ajaran Islam, tidak seramai dan sekritis ketika mereka ‘membela’ jemaat gereja yg melanggar ijin mendirikan tempat ibadah. Kesemuanya itu mereka beritakan dalam rangka membela hak-hak asasi kaum minoritas.

Pemberitaan soal pelarangan jilbab oleh POLRI ini lebih banyak diberitakan dan di ulas oleh media-media online dan hanya beberapa media mainstream online yg sekedar memberitakan saja. Namun sayangnya, tidak semua orang bisa mengakses internet dengan segala keterbatasanya. Beda halnya dengan televisi yg mampu menjangkau semua kalangan dan segala wilayah. Jangan sampai masyarakat hanya mendapat informasi sebatas apa yg kedua televisi berita tsb beritakan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Galah Asin/Gobak Sodor, Permainan Anak-anak …

Bowo Bagus | | 15 September 2014 | 14:47

Punya Masalah Layanan BPJS hingga Keuangan? …

Ilyani Sudardjat | | 15 September 2014 | 11:44

Prostitusi dan Dominasi Turis Arab di …

Sahroha Lumbanraja | | 15 September 2014 | 13:02

Siapa Peduli Kesalahan Prasasti ASEAN di …

Syaripudin Zuhri | | 15 September 2014 | 11:54

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Buat Keju Sendiri Yuk …

Fidiawati | 7 jam lalu

Jokowi dan UU Pilkada Potret Kenegarawanan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Ahok Emang Cerdas Kwadrat …

Ifani | 9 jam lalu

Memahami Cinta, Pernikahan dan Kebahagiaan …

Cahyadi Takariawan | 10 jam lalu

Koalisi Pembodohan …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengapa Saya Memilih “Bike to …

Happy Indriyono | 8 jam lalu

Festival Film Bandung, SCTV, dan Deddy …

Panjaitan Johanes | 8 jam lalu

Masyarakat Ekonomi Asean 2015 …

R_syah | 8 jam lalu

Blusukan = Berunding dan Berdamai …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Ultah Ke-30, Pangeran Harry Merasa Masih …

Darren Wennars | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: