Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

Farid Wadjdi

Lulusan arsitek yang bekerja di perusahaan kontraktor nasional. Mengelola blog "Bedah Rumah" yang membedah segala selengkapnya

Berita-berita Tentang Krisis Mesir Berseliweran, Mana yang Bisa Dipercaya?

OPINI | 07 August 2013 | 00:50 Dibaca: 1294   Komentar: 75   17

Tulisan ini dibuat setelah membaca tulisan Mas Black Horse yang berjudul “Yusuf al-Qardawi Serukan Jihad di Mesir”. Tapi sebenarnya tulisan ini sendiri bukanlah tanggapan atas artikel tersebut. Pendapat saya tentang artikel itu sendiri silakan dibaca di ruang komentar artikel tersebut. Hal yang lebih mendasari saya menulis artikel ini adalah ketika kompasianer Mbak Anindya membalas komentar saya dengan menyertakan link berita dari situs www.mosleminfo.com.

Setelah berkunjung ke situs tersebut, dan membaca berita-beritanya, terutama terkait dengan krisis di Mesir, saya merasakan ada yang aneh dengan berita-berita tersebut. Berita-beritanya saya nilai sangat pro kudeta. Ini saya pandang tidak lazim. Sedangkan berita-berita dari media mainstream sekalipun (Kompas, Antara, Republika, VOA, BBC, CNN, dsb), lebih memilih netral, dalam arti tidak mendukung kudeta militer, tapi juga tidak mendukung Ikhwanul Muslimin. Saya tidak tahu, apa yang melatar-belakangi kebijakan redaksi situs tersebut. Tapi yang jelas, pasti ada alasan tertentu yang melatar-belakangi hal tersebut.

Saya akan menyoroti dua buah berita yang pernah menjadi headline di beberapa media mainstream. Yaitu tentang peristiwa penembakan demonstran pro Mursi saat subuh tanggal 8 Juli 2013 dan liputan demonstran setelah Al-Sisi berpidato menyeru kepada rakyat Mesir untuk turun ke jalan memberikan mandatnya kepada militer untuk bertindak tegas kepada demonstran pro Mursi.

Peristiwa Pembantaian Subuh

Begitulah saya menyebut untuk peristiwa penembakan demonstran pro Mursi saat shalat Subuh. Saya pertama kali membaca berita ini justru dari artikel Pak Masykur di Kompasiana. Pada tulisan tersebut disebutkan bahwa penembakan tersebut menewaskan 42 orang dan ratusan lainnya luka-luka. Pak Maskur merangkum berita tersebut dari media TV setempat dan Aljazeera Mubasher. Sementara versi militer mengatakan bahwa jatuhnya korban tersebut akibat bentrok dengan massa pendukung Mursi.

Berita di media mainstream, yaitu di Kompas, ternyata lebih mengamini apa yang ditulis Pak Masykur, daripada versi militer. Berita ini bisa dibaca di Kompas cetak edisi tanggal 9 Juli 2013 yang saya kutip di sebuah artikel saya (di sini), dan juga di Kompas online tanggal 9 Juli 2013 (di sini). Saya akan kutipkan satu paragraf berita di Kompas online tersebut, Tepat sebelum kami selesai (shalat), tembakan dimulai. Unit tentara yang berdiri di depan markas Garda Republik mulai menembak gas air mata, menyusul peluru tajam di atas kepala orang,” kata el-Sebai. Sesudahnya, lanjut dia, kendaraan baja telah mengelilingi masjid itu, dengan tentara bersenapan menembakkan senapan mereka langsung ke arah para pendukung Mursi.

Tapi setelah saya baca berita terkait peristiwa itu di mosleminfo.com, saya sangat terkejut. Beritanya sangat berbeda, bahkan dengan media mainstream sekalipun, misalnya Kompas yang saya kutip di atas. Ada pun berita di situs tersebut berjudul “Demo Mesir: 1 Polisi Syahid, 6 Dalam Kondisi Kritis”. Saya akan kutipkan sebagaian berita yang menunjukkan bahwa situs tersebut pro kudeta, sebagai berikut:

“Hari ini, Senin (8/7), militer mengeluarkan pernyataan resmi bahwa ada sekelompok teroris bersenjata yang mengepung Mabes Paspamres, di jalan Shalah Salim, dan menyerang pihak keamanan dari pihak polisi dan militer. Hal itu menyebabkan salah seorang polisi mati syahid, dan enam militer mengalami kondisi yang sangat kritis, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.”

“Militer berhasil menangkap 200 orang dari para teroris tersebut, yang setelah ditelusuri ternyata di markas mereka terdapat banyak sekali senjata api, bom Molotov, dan senjata-senjata lainnya. Pihak pengadilan akan segera melakukan investigasi terhadap para tahanan, terkait tindakan yang telah mereka lakukan.”

Nah, sekarang kita lihat kebenarannya tentang peristiwa tanggal 8 Juli 2013 dari rekaman video di youtube berikut (klik di sini). Video yang telah ditonton setengah juta orang berikut ini menjadi bukti kebiadaban sekaligus kebohongan militer Mesir yang telah mengkudeta Presiden Mursi. Video yang diambil pada Senin (8/7) pagi sebelum Subuh ini menunjukkan para tentara mulai menyerang dengan menembakkan gas air mata, tanpa didahului dengan adanya provokasi kawanan pengendara motor seperti yang dituduhkan militer.

Jadi manakah berita yang benar?

Dukungan Rakyat Mesir Kepada Militer Lawan Teroris

Ancaman Al-Sisi pada saat pidato di acara wisuda militer tanggal 24 Juli 2013 yang akan menghabisi pendukung Mursi bila masih tetap melakukan unjuk rasa nampaknya tak membuat gentar sedikitpun massa rakyat yang menginginkan legitimasi Presiden Mursi dikembalikan itu. Mereka tetap bertekad melakukan demonstrasi damai, meskipun di bawah ancaman militer.

Bahkan kali ini gelombang pendukung Mursi terus bertambah dan berdatangan dari berbagai pelosok Mesir untuk menuju satu titik di Rab’a Adaweyah. Sebuah video di unduh seorang wartawan lokal pada hari jum’at, mengabadikan gelombang pendukung pro Mursi dari Ramses Square menuju Medan Rab’ah Al-Adaweyah. Tampak dalam video tersebut gelombang Pro Mursi mengalir bagaikan air dan tidak terputus, jarak antara Ramses Square sampai Medan Rab’ah sepanjang lebih dari 12 kilometer. Silakan klik video tersebut di sini.

Namun berita yang sebaliknya dilansir oleh situs mosleminfo.com dalam berita berjudul “Jutaan Rakyat Mesir Beri Dukungan Penuh Kepada Militer Lawan Teroris”. Hah, jutaan rakyat Mesir mendukung militer? Memang begitulah judul berita di situs tersebut. Untuk itu saya kutipkan saja sebagian berita tersebut pada paragraf pertama:

“Ajakan Letnan Jenderal Abdul Fattah al-Sisi mendapatkan sambutan yang luar biasa dari rakyat Mesir. Seluruh sudut Mesir telah penuh dengan rakyat yang berdemo mendukung militer. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa ajakan turun ke jalan itu adalah demi memberikan mandat kepada al-Sisi untuk menindak secara tegas segala bentuk teror yang membahayakan stabilitas keamanan nasional Mesir.”

Sungguh luar biasa paragraf pembuka pada berita di atas. Seluruh sudut Mesir telah penuh dengan rakyat berdemo mendukung militer. Sayang berita tersebut tanpa didukung dengan video, sebagaimana demo pendukung Mursi yang bergelombang menuju Rab’a Al-Adaweyah, yang saya sebutkan di atas. Yang ada cuma gambar kecil demonstran Mesir yang entah mengambil dari mana.

Sekali lagi, manakah berita yang benar?

Saya pun lebih heran, karena saya mendapatkan berita pro kudeta militer di Mesir bukan dari sumber media  barat, namun justru dari sebuah situs di negeri ini ………….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kabar Buruk untuk Pengguna APTB, Mulai Hari …

Harris Maulana | | 01 August 2014 | 11:45

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Mendekap Cahaya di Musim Dingin …

Ahmad Syam | | 01 August 2014 | 11:01

Generasi Gadget dan Lazy Parenting …

Umm Mariam | | 01 August 2014 | 07:58

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

ANTV Segeralah Ganti Nama Menjadi TV India …

Sahroha Lumbanraja | 5 jam lalu

Kalah Tanpo Wirang, Menang Tanpo Ngasorake …

Putra Rifandi | 8 jam lalu

Macet di Jakarta Gubernur Disalahkan, …

Amirsyah | 8 jam lalu

SBY-MEGA Damai Karena Wikileak …

Gunawan | 8 jam lalu

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: