Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

Deni Suryana

Apa adanya, begini adanya. Tulisan lain ada di URL dibawah ini: http://www.denisuryana.wordpress.com http://www.denisuryana.tumblr.com selengkapnya

Kecelakaan di Tol Jagorawi, Dul yang Hebat!

OPINI | 09 September 2013 | 09:40 Dibaca: 919   Komentar: 6   1

Kecelakaan yang menyebabkan kematian dan cidera yang melibatkan anak musisi Ahmad Dani yaitu Abdul Qadil Jaelani (Dul) sungguh mengejutkan bagi saya. Karena sepengetahuan saya anak tersebut masih kecil, dan lebih mengejutkan lagi bagi saya adalah semalem saya dapet broadcast BBM tentang meninggalnya Dul, meski akhirnya setelah saya mencari kebenaran kabar tersebut saya tahu bahwa berita itu hanya hoax belaka.

Luar biasa hebohnya berita tentang kecelakaan tersebut, betapa tidak begitu banyaknya korban atas musibah tersebut. Baik Korban Jiwa (meninggal) maupun luka baik ringan dan berat.

Dalam kecelakaan ini saya merasa Dul sangat hebat, anak umur 13 tahun membawa mobil sedan Mitsubishi Lancer. Luar Biasa! Lalu dimana orang tuanya? Sudah lepas tanggungjawabkah? Sehingga anaknya dibiarkan bebas berkeliaran dimalam buta.

Jelas ini kesalahan orangtua, pengawasan orang tua yang lemah bahkan hampir tanpa kontrol seperti ini sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal. Bukan hanya Ahmad Dani, Orang tua yang lain pun sama, jika anak mereka yang belum memiliki SIM dan masih belum berhak mengendarai kendaraan mengalami kecelakaan orang tuanyalah yang bersalah.

Saya seringkali menyaksikan hampir disemua daerah tidak dikota tidak didesa, banyak anak kecil yang dengan gagahnya mengendarai kendaraan baik mobil maupun motor tanpa menggunakan alat keselamatan seperti helm dengan kecepatan yang luar biasa, gaspollllll….

Saya yakini salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan kendaraan adalah banyak orang yang belum memiliki SIM atau pun sudah memiliki SIM namun tidak mematuhi aturan berlalu lintas. Pake kendaraan asal-asalan dan tanpa memikirkan keselamatan orang lain.

Pun demikian dengan kecelakaan yang menimpa Dul, Orang tua Dul mungkin tidak memikirkan keselamatan orang lain atas diijinkannya anaknya mengendarai kendaraan/ mobil Mitsubishi Lancer tersebut. Banyak sekali orang tua yang salah kaprah dalam menyayangi anaknya, membiarkan anaknya berbuat apa saja. Memberikan apa saja yang dimintanya. Itulah sayang yang salah.

Ah, saya secara pribadi hanya berharap akan makin banyak orang tua yang care terhadap anaknya, terhadap keselamatan anaknya dengan tidak memberikan ijin apalagi memberikan kendaraan kepada anak yang belum waktunya menggunakannya. Sayang sama anak tidak berarti menuruti semua kemauannya.

Salam

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Food Truck - Konsep Warung Berjalan yang Tak …

Casmogo | | 23 April 2014 | 01:00

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 7 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 9 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 10 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: