Back to Kompasiana
Artikel

Mainstream Media

Himam Miladi

Try not to become a man of success, but rather try to become a man selengkapnya

Ups, TV One Keceplosan Bilang “Golkar-nya Gak Usah Disebut” Saat Breaking News

REP | 10 October 2013 | 01:12 Dibaca: 3456   Komentar: 8   4

Kasus penangkapan tangan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar memang terus menggelinding. Hampir semua media ramai memberitakannya. Akil Mohtar, tertangkap tangan bersama anggota DPR dari Fraksi Golkar Chairun Nisa terkait suap kasus putusan MK terhadap gugatan pilkada kabupaten Gunung Mas.

Saat penangkapan terjadi, beberapa televisi, khususnya televisi berita langsung membuat segmen breaking news. Metro TV berulangkali menyiarkan breaking news terhadap kasus ini. Begitu pula dengan TV One yang dimiliki oleh Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Jika Metro TV berani secara terus terang menyebut salah satu yang tertangkap adalah anggota DPR dari Golkar, lain halnya dengan TV One. Redaksi TV One tidak berani menyebutkan anggota DPR yang tertangkap berasal dari partai Golkar.

Kejadian ini ternyata terekam dalam rekaman breaking news TV One di tanggal 2 Oktober lalu. Saat siaran live, terjadi percakapan antara reporter dengan salah seorang redaktur, yang untungnya malah ikut terekam dalam siaran langsung tersebut. Dalam video “Breaking News” berdurasi 14 detik ini, percakapan antara reporter dan orang redaksi yang menyebut “Golkar-nya gak usah disebut” terekam pada menit ke 8.34.

Sungguh ruang redaksi terkait dengan pemberitaan publik pun sudah di setting untuk kepentingan politik.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Bilang Akun FB dan Twitter …

Himam Miladi | | 28 January 2015 | 08:27

Kasus KPK dan Polri, Pengalihan Isu …

Masluh Jamil | | 27 January 2015 | 20:11

5 Unsur Komisioners KPK Yang Akan Datang …

Hendrik Riyanto | | 28 January 2015 | 00:12

Hukuman Mati : Kacamata Kuda Pengacara …

Ronny Noor | | 28 January 2015 | 06:08

Guru Itu Mudah Depresi …

Guntur Cahyono | | 27 January 2015 | 22:25


TRENDING ARTICLES

Beda Cara Hendropriyono dan Megawati …

Irvan Af | 4 jam lalu

Internal PDIP Pura-pura Saling Berantem …

Pebriano Bagindo | 5 jam lalu

Usulan Tim Independen pada Jokowi …

Elde | 7 jam lalu

Tommy Soeharto Keluar dari Sarang: Membawa …

Sutrisno Budiharto | 9 jam lalu

Benarkan Demi Mengamankan Megawati, KPK …

Gatot Swandito | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: