
Dulu wartawan peliput politik nasional dan internasional. Sekarang sehari-hari ikut 'ngurusin' harian Kompas, Kompas.com, dan Kompas TV.
Dibaca: 965
Komentar: 41
4 dari 4 Kompasianer menilai Menarik
Ini pengalaman saya juga yang mungkin menarik buat kita. Beberapa teman menulis status di BlackBarry dengan bermacam-macam kalimat. Bahkan, ada juga kalimat yang dibumbui dengan simbol-simbol. Ada simbol cinta dengan gambar hati berwarna merah, berarti orang ini sedang kasmaran? Ada simbol merah bundar, bertelinga panjang ke atas, mirip gambar setan, yang artinya orang ini sedang marah? Semuanya sih belum tentu pasti seperti itu, kecuali kita memang sudah bertanya kepada orang yang bersangkutan. Ya, kan?
Lalu saya menemukan seorang teman BB saya, menulis begini: “cukup sudah!” Tentu yang membacanya akan kebingungan, apa yang dimaksud. Atau, apa yang terjadi dengan orang itu, sehingga ia menulis “cukup sudah”.
Setelah saya tanya kepada yang bersangkutan, ia menjelaskan begini kira-kira: “Kerjaanku banyak setiap hari, seolah-olah nggak ada orang lain yang bisa disuruh. Sementara temanku yang lain enak-enak saja. Yang senior mengatakan, giliran yang muda yang kerja. Maka aku menulis cukup sudah dan aku akan segera mengundurkan diri dari kantor ini!” (Ternyata penjelasannya panjang juga, ya.)
Teman satu lagi menulis begini: (simbol orang sedih) don’t trust this anymore, such a waste. Penjelasannya: Aku sebel sama dia. Soalnya bohong melulu. Katanya kuliah, tetapi malah main. Semester pertama begitu. Sudah dibilangin, ternyata masih tetap begitu. Sebel. Kan kuliah mahal, sementara anaknya main-main. Jadi aku ga percaya dia lagi. Nyebelin. (Lebih panjang, kan).
Pertanyaannya, sebenarnya menulis status di BB itu buat siapa ya? Buat diri sendiri, atau buat orang lain. Atau sekedar ingin menumpahkan apa yang ada di benak kita semata?
Mungkin ketiga-tiganya benar. Kadang-kadang memang cuma buat sendiri, misalnya, “feel happy this morning.” Atau juga buat orang lain: “I’am @ Italy” seperti yang ditulis dalam BB salah seorang teman saya, yakni seorang dokter selebriti yang sedang bertamasya dengan suaminya di Italia. Atau ingin menumpahkan kekesalan, seperti kata-kata yang di atas tadi.
Tapi yang pasti, tulisan di status BB itu dimengerti betul sama orang yang dimaksud. Misalnya seseorang menulis: “don’t leave me baby”. Kira-kira, orang tersebut meminta kekasihnya tidak meninggalkannya gara-gara tidak mampu membelikan tiket nonton pertunjukkan David Foster pada Oktober nanti. (Ini contoh, lo)
Ya begitulah pengalaman menarik ini. Saking menariknya, kita jadi khawatir kalau pemerintah benar-benar akan melarang BB di Indonesia gara-gara RIM nggak mau menyensor pornografi. Gawat, kan?
Kita doakan saja BB tetap eksis ya …
Salam kompasiana.