Back to Kompasiana
Artikel

New Media

David Solafide

'Life is very short and there's no time for fussing and fighting, my friends' The selengkapnya

Apakah Admin Kompasiana Itu Manusia?

OPINI | 19 April 2011 | 18:04 Dibaca: 238   Komentar: 57   14

Banyaklah sudah keluhan dan protes Kompasianer yang ditujukan kepada Admin Kompasiana. Penyebabnya, menurut mereka, adalah sikap Admin yang pilih kasih atau pandang bulu. Karena satu dan lain sebab, postingan mereka dihapus oleh Admin sedangkan postingan Kompasianer lain tidak. Penghapusan postingan oleh Admin, tentu saja, mengecewakan sang poster. Beberapa Kompasianer, yang postingannya di-delete, menyarankan agar Admin bersikap lebih bijak menyontoh Admin Anu atau Una.

Admin pastilah mengirimkan pemberitahuan kepada sang poster alasan dan sebab mengapa postingannya dihapus. Dan, ini tidak ada kaitannya dengan like and dislike terhadap poster maupun topik postingan. Tetapi, karena postingan tersebut menyalahi atau melanggar tata tertib yang telah diketahui oleh para Kompasianer.

Seringkali pula, para protester menyimpulkan, “Yah, maklumlah Admin juga manusia yang butuh istirahat ……..”

Benarkah Admin Kompasiana itu manusia? Jika benar, maka kita - para Kompasianer - tak perlu banyak mengeluhkan cara kerja mereka apalagi melancarkan protes. Kita ikuti saja tata tertib yang tentunya telah kita baca, mengerti, dan setujui (dalam hati) sebelum kita memutuskan untuk membuka akun di Kompasiana. Selama kita mengikuti tata tertib dan menjaga ketertiban di Kompasiana, saya sangat yakin, Admin - yang adalah juga manusia seperti kita - tak akan berbuat macam-macam terhadap kita atau postingan kita.

Kompasianer adalah manusia. Admin adalah manusia. Sesama manusia dilarang saling menyakiti atau merugikan. Salam sharing, connecting. (ds)

Tags: manusia admin

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 9 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Menuju Organisasi Advokat Muda yang …

Valerian Libert Wan... | 7 jam lalu

Semoga Jokowi-JK yang Membuka Indonesia …

Bambang Trim | 7 jam lalu

Dialog Sunyi dari Hati ke Hati dengan Gus …

Puji Anto | 7 jam lalu

Satu Lagi Atlet Muslim Yang Di …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Eksposisi, Argumentasi, Deskripsi, Narasi, …

Sigit Setyawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: