Back to Kompasiana
Artikel

New Media

David Solafide

'Life is very short and there's no time for fussing and fighting, my friends' The selengkapnya

Apakah Admin Kompasiana Itu Manusia?

OPINI | 19 April 2011 | 18:04 Dibaca: 241   Komentar: 57   14

Banyaklah sudah keluhan dan protes Kompasianer yang ditujukan kepada Admin Kompasiana. Penyebabnya, menurut mereka, adalah sikap Admin yang pilih kasih atau pandang bulu. Karena satu dan lain sebab, postingan mereka dihapus oleh Admin sedangkan postingan Kompasianer lain tidak. Penghapusan postingan oleh Admin, tentu saja, mengecewakan sang poster. Beberapa Kompasianer, yang postingannya di-delete, menyarankan agar Admin bersikap lebih bijak menyontoh Admin Anu atau Una.

Admin pastilah mengirimkan pemberitahuan kepada sang poster alasan dan sebab mengapa postingannya dihapus. Dan, ini tidak ada kaitannya dengan like and dislike terhadap poster maupun topik postingan. Tetapi, karena postingan tersebut menyalahi atau melanggar tata tertib yang telah diketahui oleh para Kompasianer.

Seringkali pula, para protester menyimpulkan, “Yah, maklumlah Admin juga manusia yang butuh istirahat ……..”

Benarkah Admin Kompasiana itu manusia? Jika benar, maka kita - para Kompasianer - tak perlu banyak mengeluhkan cara kerja mereka apalagi melancarkan protes. Kita ikuti saja tata tertib yang tentunya telah kita baca, mengerti, dan setujui (dalam hati) sebelum kita memutuskan untuk membuka akun di Kompasiana. Selama kita mengikuti tata tertib dan menjaga ketertiban di Kompasiana, saya sangat yakin, Admin - yang adalah juga manusia seperti kita - tak akan berbuat macam-macam terhadap kita atau postingan kita.

Kompasianer adalah manusia. Admin adalah manusia. Sesama manusia dilarang saling menyakiti atau merugikan. Salam sharing, connecting. (ds)

Tags: manusia admin

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ahok Lengser atau DPRD DKI …

I.t. Kriyonadhy | | 27 February 2015 | 23:59

Membaca Buku Akankah Menjadi Gaya Hidup?? …

Deassy M Destiani | | 27 February 2015 | 21:19

Bahasa Indonesia: Cerminan Budaya Bangsa …

Kevin Christian Wib... | | 27 February 2015 | 23:13

Unik! Batu Bercap Tapak Kaki Orang Kuno di …

Mawan Sidarta | | 27 February 2015 | 22:22

Sepasang Bintang yang Berlinang …

Andi Wi | | 27 February 2015 | 19:04


TRENDING ARTICLES

Ahok dan APBD 2014 Giring DPRD DKI ke Rumah …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Nyalo UPS, DPRD DKI Dapat Untung 321 Milliar …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Bagaimana Ya Cara Memecat Wakil Rakyat? …

Marius Gunawan | 13 jam lalu

Stop Kumpulin Koin! …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu

Hati-hati, Ahok “Mengincar” …

Anna Melody | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: