Artikel

New Media

Mataharitimoer

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

MT adalah blogger Indonesia. Buku yang ditulis : Jihad Terlarang (2007), Guru Kehidupan (2010), Biarkan Baduy Bicara (2009), Lelaki di Bunderan HI (2005), Ekspedisi Walisongo (2011). Blogger for SEAG 2011 Jabat erat!

Blog dan Corporate Branding


OPINI | 26 May 2011 | 13:08 Dibaca: 74   Komentar: 2   1 dari 1 Kompasianer menilai menarik

Belakangan hari ini banyak sekali blogger yang mulai bergairah untuk mencari penghasilan tambahan melalui agen periklanan online. Dengan menuliskan sebuah review, blogger akan mendapatkan bayaran yang pantas dari Digital Media Agency maupun langsung dari Advertiser (Perusahaan Pengiklan). Konsep beriklan seperti ini disebut sebagai Paid Review.

1306390101140971426

Sebenarnya kehadiran Digital Media Agency sudah cukup lama eksis di Indonesia. Tetapi sepertinya mereka tidak berkembang dengan baik. Bahkan ada satu yang tahun lalu gembar-gembor ingin menjadi perantara antara brand dengan blogger, tetapi tak kelihatan geliatnya. Mungkin mati pada langkah awal. Selebihnya, hanya sekedar ada namun tidak menjadi pilihan utama bagi para blogger.

Kematian beberapa agen digital media dalam jaringan blogger ini boleh jadi dipengaruhi oleh masih sedikitnya demand perusahaan pemilik brand untuk mengampanyekan produk/jasanya melalui jaringan blogger. Mungkin masih perlu waktu sedikit lebih lama untuk mempercayai bahwa jaringan blogger merupakan media beriklan yang menguntungkan buat pamornya.

Bisa jadi pemilik brand lebih memilih strategi marketingnya melalui social media seperti facebook dan twitter ketimbang blog. Perkembangan social media memang besar sekali perannya untuk mendekatkan perusahaan dengan pelanggannya. Tentang hal ini, aku pernah tulis dalam postingan lain, berjudul social media ibarat bibir perusahaan dan blogging and branding. Tetapi jika diamati, tetap saja ada sisi lemah social media untuk dijadikan marketing online.

Facebook Fanpage yang tidak bisa dimodifikasi sesuka hati, dan informasi di twitter yang tak bisa lebih dari 140 karakter adalah contoh keterbatasan dalam social media. Nah, di sinilah urgensinya blogger. Mereka bisa menulis tanpa keterbatasan ruang karakter. Belum lagi dengan dukungan komunitas blogger yang cukup loyal untuk melakukan kunjungan rutin ke blog-blog favorit dan kegiatan blogwalking yang menjadi tradisi turun temurun kalangan blogger.

Masih mengenai keunggulan beriklan di blog, pemilik brand bisa memasang display advertising pada blog, baik dalam format flash banner, static banner, video, ataupun dengan membuat kuis tematik. Ketersediaan blog untuk dipasangi bermacam jenis rich media untuk advertising inilah yang membuat blog menjadi pilihan yang lebih baik ketimbang social media lain.

Karena itu sudah sepantasnya kita memberikan acungan jempol kepada provider selular yang mau bekerja sama dengan kalangan blogger. Keberanian mereka dalam menyadari kekuatan komunitas blogger sangat inspiratif dan layak diduplikasi oleh perusahaan lain yang baru mau branding suatu produk dan atau menegaskan eksistensi layanannya di hati masyarakat.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: