Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Yahya Hartono

saya lulusan dari SMA Negeri 1 Bangil Pasuruan Jawa Timur. Sekarang menempuh studi Bimbingan dan selengkapnya

Pramuka Modern

OPINI | 08 June 2011 | 15:26 Dibaca: 449   Komentar: 1   0

Pramuka merupakan salah satu organisasi yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Pramuka merupakan hasil dari peleburan pandu yang berjumlah lebih dari seratus organisasi kepanduan yang hanya berdasarkan ras dan suku. Pramuka dimaksudkan untuk mempersatukan para pemuda generasi penerus bangsa. Oleh karena itu presiden dalam surat keputusannya mengatakan satu-satunya organisasi kepanduan adalah gerakan praja muda karana yang selanjutnya disingkat PRAMUKA. Namun dengan kemajuan jaman yang menuju pada jaman globalisasi dimana dunia tanpa batas dengan berbagai macam kemudahan seperti kemajuan teknologi yang menembus batas-batas dunia menjadikan pramuka terkikis sedikit demi sedikit. Para pemuda lebih suka pada budaya asing yang masuk ke Indonesia yang mereka anggap budaya modern. Pramuka bagi pemuda hanyalah masa lalu yang sudah usang. Sehingga banyak pemuda saat ini yang terjerumus kedalam jurang kehancuran. Saya tidak mengatakan semua budaya asing yang masuk ke Indonesia adalah jelek dan buruk. Namun kebanyakan pemuda Indonesia dalam mengadopsi budaya asing tersebut tidak menimbang-nimbang dan memfilter dengan nilai budaya Indonesia. Ternyata dalam Gerakan Pramuka nilai-nilai yang terkandung didalamnya tetap kokoh dan teguh, mengikuti perkembangan jaman dan tak usang ditelan jaman.  Jika para pemuda tahu akan hal ini mereka pasti akan berterima kasih kepada Pramuka yang dapat membina dirinya sehingga menjadi manusia yang berguna. Pramuka yang dianggap telah usang ternyata mampu berdiri tegak dan kokoh ditengah-tengah era global. Perlu diketahui bahwa Pramuka bukanlah organisasi yang usang dengan berkembangnya jaman, tetapi Pramuka adalah organisasi yang relevan dengan berbagai jaman. Kegiatan didalamnya mengikuti perkembangan era global. Pramuka merupakan wadah yang sangat besar entah seberapa besarnya wadah itu, karena dalam Pramuka semua pendidikan ada didalamnya. Seluruh cabang pendidikan, seluruh bakat dan minat ada dan dapat dikembangkan dalam Pramuka. Wahai kaum muda mari kita jayakan kembali Pramuka Indonesia agar moral dan keteguhan prinsip sebagai bangsa Indonesia tetap terjaga meskipun dunia tanpa ada batas.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Maaf Anang, Aurel Tak Punya Suara dan Aura …

Arief Firhanusa | 7 jam lalu

“Tamatan Malaysia” Rata-rata Sakit Jiwa …

Pietro Netti | 7 jam lalu

“Operasi Intelejen” Berhasil …

Opa Jappy | 7 jam lalu

Golkar Perlu Belajar ke PKS …

Puspita Sari | 7 jam lalu

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya Dirayu Aguk, Sang Penulis Haji …

Wening Tyas Suminar | 7 jam lalu

Kisruh di Partai Golkar, KMP Pun Terancam …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Let’s Moving On …

Tonggo Nababan | 7 jam lalu

Indonesia: Tim Medioker Asia Tenggara …

Agung Buana | 8 jam lalu

Gen Bahasa …

Zakiyatul Muti'... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: