Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Yahya Hartono

saya lulusan dari SMA Negeri 1 Bangil Pasuruan Jawa Timur. Sekarang menempuh studi Bimbingan dan selengkapnya

Pramuka Modern

OPINI | 08 June 2011 | 15:26 Dibaca: 454   Komentar: 1   0

Pramuka merupakan salah satu organisasi yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Pramuka merupakan hasil dari peleburan pandu yang berjumlah lebih dari seratus organisasi kepanduan yang hanya berdasarkan ras dan suku. Pramuka dimaksudkan untuk mempersatukan para pemuda generasi penerus bangsa. Oleh karena itu presiden dalam surat keputusannya mengatakan satu-satunya organisasi kepanduan adalah gerakan praja muda karana yang selanjutnya disingkat PRAMUKA. Namun dengan kemajuan jaman yang menuju pada jaman globalisasi dimana dunia tanpa batas dengan berbagai macam kemudahan seperti kemajuan teknologi yang menembus batas-batas dunia menjadikan pramuka terkikis sedikit demi sedikit. Para pemuda lebih suka pada budaya asing yang masuk ke Indonesia yang mereka anggap budaya modern. Pramuka bagi pemuda hanyalah masa lalu yang sudah usang. Sehingga banyak pemuda saat ini yang terjerumus kedalam jurang kehancuran. Saya tidak mengatakan semua budaya asing yang masuk ke Indonesia adalah jelek dan buruk. Namun kebanyakan pemuda Indonesia dalam mengadopsi budaya asing tersebut tidak menimbang-nimbang dan memfilter dengan nilai budaya Indonesia. Ternyata dalam Gerakan Pramuka nilai-nilai yang terkandung didalamnya tetap kokoh dan teguh, mengikuti perkembangan jaman dan tak usang ditelan jaman.  Jika para pemuda tahu akan hal ini mereka pasti akan berterima kasih kepada Pramuka yang dapat membina dirinya sehingga menjadi manusia yang berguna. Pramuka yang dianggap telah usang ternyata mampu berdiri tegak dan kokoh ditengah-tengah era global. Perlu diketahui bahwa Pramuka bukanlah organisasi yang usang dengan berkembangnya jaman, tetapi Pramuka adalah organisasi yang relevan dengan berbagai jaman. Kegiatan didalamnya mengikuti perkembangan era global. Pramuka merupakan wadah yang sangat besar entah seberapa besarnya wadah itu, karena dalam Pramuka semua pendidikan ada didalamnya. Seluruh cabang pendidikan, seluruh bakat dan minat ada dan dapat dikembangkan dalam Pramuka. Wahai kaum muda mari kita jayakan kembali Pramuka Indonesia agar moral dan keteguhan prinsip sebagai bangsa Indonesia tetap terjaga meskipun dunia tanpa ada batas.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 2 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 4 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 4 jam lalu

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Dampak ‘Mental Proyek’ Pejabat …

Giri Lumakto | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: