Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Rizqi Nurmizan

Walaupun orang berbicara tentang manfaat dan guna, aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan. (Gie)

Mister Tukul (Kok) Jalan-Jalan ‘Ke Alam Gaib’?

OPINI | 21 July 2011 | 00:27 Dibaca: 6929   Komentar: 8   0

13111647661654092577Anda tentu tahu Tukul Arwana. Pelawak ini meroket dan menjadi Man of The Year berkat kesuksesan acara talkshow-nya, Empat Mata yang kemudian berubah jadi Bukan Empat Mata. Belakangan, Tukul punya acara lain yang dipandu oleh dirinya sendiri, Mister Tukul Jalan-Jalan (slanjutnya disebut MTJJ).

Sepanjang yang saya ingat, di masa-masa awal penayangannya di Trans 7 MTJJ menyajikan perjalanan Tukul dan co-host nya Vega, Marcella Lumowadok, dan Atika (skrang gak klihatan lagi) menyusuri tempat-tempat wisata menarik. Murni wisata. Di siang hari. Tanpa mengajak-ajak ‘ustad’ atau ‘ahli supranatural’.

Namun bulan-bulan belakangan MTJJ sudah mengalami ‘inovasi’. Perjalanan Tukul dkk ke tempat-tempat wisata seperti tersaji dalam dua ‘versi’, yakni versi siang dan versi malam. Pada versi siang, acara MTJJ menjadi dirinya sendiri. Pemirsa disuguhi keindahan tempat wisata, lengkap dengan informasi latar belakangd an sejarahnya. Namun setelah itu, di versi malamnya, bukan keindahan atau eksotisme yang diperlihatkan, namun sisi mistis-supranatural dipertontonkan kepada pemirsa.

Di setiap episode-nya saat ini, Tukul didampingi seorang bintang tamu (cewek cakep, artis), Citra sang pakar supranatural-metafisik lengkap dengan gadget radar hantu, dan Ustad Soleh si pelukis gaib. Seperti biasa si bintang tamu akan mengalami pengalaman-pengalaman mistis di tempat wisata tadi, lalu Citra dengan indera kesekiannya akan menerawang fenomena sosok-sosok gaib dengan istilah-istilah ‘ilmiah’ (yang ia sebut makhluk astral, ectoplasma’, orbs, vortex). Akhirnya, Ustad Sholeh pun menunjukkan kepiawaiannya melukis sosok-sosok makhluk ‘astral’ tersebut di atas kanvas, dengan mata tertutup (si Ustad sepertinya jago ngelukis).

Inilah yang mengusik benak saya (mungkin juga Anda). Kenapa acara travel and tourism sebagus dan semenarik MTJJ malah ikut-ikutan ‘dibumbui’ aroma mistis yang (menurut saya) nggak penting banget. Unsur-unsur horror tersebut membuat Trans 7 kelihatan gak konsisten. Kalau mau bikin reality show horror, ya dari awal bikinlah seperti itu.

Atau, sekalian saja ubah acara atau bikin acara baru, misalnya, Mister Tukul Jalan-Jalan ke Alam Gaib. Tentu lebih jelas kan ke mana arahnya? Jelas pula apa yang mau disajikan kepada penonton. Seperti acara Trans7 yang sudah-sudah macam Masih Dunia Lain, atau dulu Ekspedisi Alam Gaib. Atau pun seperti Jejak-jejak Misterius. Judul acara jelas menggambarkan gimana isi acara yang akan disajikan.

Jangan-jangan, nanti acara-acara Trans7 juga dimodifikasi jadi kayak MTJJ. Saya nggak bisa membayangkan kalau acara kesukaan saya Si Bolang, Laptop Si Unyil, atau Berburu juga diselipkan perburuan makhluk halus. Jangan sampe deh. (*)

Tags: media televisi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: