
seseorang yang selalu diberi keindahan yang semu...
Dibaca: 137
Komentar: 4
2 dari 2 Kompasianer menilai menarik
teror mallware di facebook tidak membuat kita menarik acungan jempol “like this” kepada facebook. ini harus diakui, tak adalah situs yang sempurna. bahkan antiviruspun tak ada yang sempurna, maka harus selalu diperbaharui, diupdate. apalagi situs paling populer di abad 21 ini.
meski saya sudah menjadi zombie akibat terjangkiti virus via livechat facebook, dan kini ikut aktif menjangkiti pengguna facebook lain tanpa sepengetahuan saya (ini karena mallware tersebut bekerja di alam bawah sadar laptop saya), saya tetap rela mengacungkan jempol “like this”.
kompasiana. entah kenapa “like this” harus juga saya berikan kepada kompasiana. padahal facebook nyaris sempurna. fiturnya lengkap. kalau sekedar aktifitas nulis, itu sudah terpenuhi. untuk chatting ada. menyimpan dan berbagi foto, ada. ngegame, ada. berkirim pesan, ada. pemberitahuan acara, ada. pengingat birthday, ada. dari kelengkapan ini saya menilainya nyaris sempurna.
ada satu hal yang menurut saya menjadi kekurangan facebook. bukan terror mallware yang menghantui baru-baru ini, bukan, tapi adalah pengguna (user)nya sendiri yang membuat facebook menjadi kurang.




sepertinya kita belum siap akan new media yang canggih ini. hal-hal seperti itu yang membuat kita merasa bosan di facebook. lalu kita beralih ke kompasiana?
mungkin iya, lalu kita mencari alternatif di kompasiana. meski kita sadar betul mereka yang membaca tulisan kita sebagian besar bukan orang yang kita kenal, tidak seperti facebook yang kebanyakan adalah teman sekolah, komunitas, atau teman dekat, yang jika kita menulis dan dibaca mereka yang kita kenal, ada nilai sendiri yang bisa kita pamerkan. yah sekedar pamer kalau kita jago nulis, pamer kalau analisis kita mengagumkan, dan sebagainya.
selain hal yang baru, menarik, update dan fresh, satu hal yang menarik di kompasiana adalah kita mendapat penghargaan. rating dan comment, dan tentu saja jumlah pembaca menjadi nilai tersendiri. kebanggaan ketika tulisan kita bisa di highlight, di headline, direkomendasi atau sekedar masuk dan tersimpan di kompasiana menjadi penghargaan apresiasi tulisan kita yang tidak pernah kita dapatkan dimanapun didunia ini sebelumnya. apalagi sampai dimarahi admin, dikirimi pesan yang berupa peringatan karena tulisan kita bermasalah, itu adalah sebuah perhatian yang luar biasa yang tidak akan kita dapatkan hal serupa dimanapun. ini contoh penghargaan dari admin yang saya peroleh:
lalu apa yang diharapkan dari penghargaan dari orang yang tidak kita kenal? loh dikompasiana kana ada fitur perkenalan, kita bisa kenalan. iya, benar juga. hal-hal inilah yang membuat kompasiana lebih menarik dibanding media yang nyaris sempurna facebook. jempol deh buat kompasiana!.
jempol saya juga saya berikan buat kompasianer yang membaca tulisan saya ini. :),