
a bibliofil, my email : mfarid_upeks@yahoo.com
Dibaca: 395
Komentar: 15
2 dari 4 Kompasianer menilai menarik
Facebookers, saling terkoneksi di wall facebook. (google).
Karena kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kehadiran Facebook beberapa tahun terakhir ini membuat semua orang terkoneksi di dunia maya. Mulai dari anak SD sampai Guru Besar di Perguruan Tinggi, semuanya memanfaatkan facebook sebagai media berkomunikasi dengan banyak orang, saling berbagi status : pikiran, pengalaman dan perasaan. Di Tahun 2011, Indonesia disebut – sebut menempati urutan kedua terbesar di dunia pengguna facebook, yaitu sebanyak 41 juta lebih, sebanyak 872,461 merupakan pengguna Linkedln, sebanyak 5,6 juta merupakan follower twitter dan 3,7 juta lebih adalah Kaskuser. Sungguh jumlah yang luar biasa, dan itu akan terus bertambah beberapa bulan ke depan.
Lewat e-mail seorang teman, namanya Angkasawan Said menginformasikan beberapa sifat pengguna jejaring sosial di inbox saya, terkhusus sifat – sifat Facebookers dalam pengamatannya. Pesan yang ingin disampaikannya tentu saja agar kita jangan terjebak dalam pertemanan maya dan chating “asal” (tanpa topik diskusi yang bermanfaat) yang hanya menghabiskan waktu tapi bagaimana memanfaatkan situs jejaring social itu untuk menjaring manfaat sebanyak – banyaknya, sebagai media pembelajaran dan menambah khazanah pengetahuan.
Facebook, media narzissism. (google)
Dalam pengamatan teman tersebut, ada facebooker yang dapat dikategorikan sebagai “Mr. Update”, yaitu facebooker yang dimanapun dan kapanpun selalu update status. Umumnya status si Mr Update tersebut tidak panjang – panjang amat namun terlihat bikin risih bagi sebagian orang karena banyak hal yang tidak penting juga dia publikasikan, misalnya : “Lagi makan di Café A”, “Dalam perjalanan menuju kamu”, “Lagi luluran”, “Ke Salon ahh sebelum bertemu kamu”, dan lain sebagainya.
Ada pula Facebooker yang “Melankolis”, wall facebooknya dijadikannya media curhat. Mungkin maksudnya ingin banyak dikomentari atau sekedar menuangkan unek – uneknya tapi
biasanya facebooker type ini menceritakan kisahnya yang dialami dan terkadang menanyakan
solusi yang terbaik kepada teman – teman di friendlistnya, sekedar untuk tidak mengatakan bahwa facebooker ini didominasi cewek – cewek manja. Misalnya, “Kamu sakitin aku, lebih baik aku cari yang lain”, “Cuma kamu yang terbaik buat aku. Terima kasih kamu sudah sayang sama aku selama ini”, dan lain sebagainya.
Status facebook banyak bercerita tentang
Type ketiga, adalah facebooker “Tukang Ngeluh”. Nggak pagi, nggak siang, nggak malam, nggak dikasih hujan, nggak dikasih panas, nggak dikasih uang, nggak dikasih makan, pokoknya semuanya dia keluhkan. Misalnya statusnya berbunyi, “”Jakartamaceeet. .!! Panas pula..”, “Aaaargh ujan, padahal baru nyuci mobil..sialan. .!!”, “Males ngapa2in..capehati gara2 si do’i..”, ”Duh…pulsaku habis gara2 doi minta dikirimi pulsa truzz”, dan lain sebagainya.
Keempat, “Facebooker Sombong”. Mungkin beberapa dari mereka tidak berniat menyombongkan diri, tapi terkadang orang yang melihatnya yang notabene tidak bisa seberuntung dia merasa kalo statusnya itu kelewat sombong dan malah bikin sebel. Misalnya “Otw ke Paris..!!”, “BMW ku sayang, saatnya kamu mandi..aku mandiin ya sayang..”, dan lain sebagainya.
Kelima “Facebooker Puitis”. Dari judulnya udah jelas. Status nya selalu diisi dengan kata2 mutiara, tapi nggak jelas apa maksudnya. Bikin kita terharu? Bikin kita sadar atas pesan tersembunyi nya? atau cuma sekedar memancing komentar? Sampai saat ini, tipe orang seperti ini masih dipertanyakan. Misalnya statusnya, “Kita masing-masing adalah malaikat bersayap satu. Dan hanya bisa terbang bila saling berpelukan”, “Mencintai dan dicintai adalah seperti merasakan sinar matahari dari kedua sisi”, “Jika kau hidup sampai seratus tahun, aku ingin hidup seratus tahun kurang sehari, agar aku tidak pernah hidup tanpamu”, ”Berikan aku nasi rinduu muu,
dengan sayur kasih sayank muuu,suapii akuu dengan cawang Kasih sayank muu,agar akuu tahuu lezat nyaa cintaa muuu”, dan lain sebagainya.
facebook juga menjadi media ekspresi bagi orang - orang gokil. (google).
Keenam “Facebooker in English”. Tipe manusianya bisa seperti apa saja, apakah melankolis, puitis, sombong dan sebagainya. Tapi dia berusaha lebih keren dengan mengatakannya dalam
bahasa Inggris. Misalnya statusnya, “Tie and Chair..”, “I can tooth, miss u bebh, on the way to you, bhie miss u, you Pink sun..” dan lain sebagainya. Sebagai “pembenaran”, saya pun pernah melakukannya, selalu bikin status dalam Bahasa Inggris, tetapi itu saya maksudkan sebagai salah satu cara belajar ungkapan (idioms) Bahasa Inggris, hehehe…
Ketujuh, “Facebooker Alay”. Status updatenya gaul-gaul dan ejaan yang dialaykan. Misalnya, ”met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah… xixiixi” << lol~. Hahaha…. Umumnya yang punya status seperti ini adalah remaja SMP atau SMU, sedikit narzis dan kebanyakan lebay. Kedelapan, Facebooker Obsesif”. Sebenarnya ngarep (mengharap), tapi nggak kesampaian. Pengen jadi artis tapi nggak kesampaian juga. Status facebooker type ini misalnya, “ duwh... sesi pemotretan lagi! cape...”. Adapula facebooker yang “Sok tau”. Sotoy tenarnya, misalnya statusnya berbunyi, “Pemerintah selalu memanjakan rakyatnya.. bla..bla...bla, padahal nggak tahu dan nggak ngerti apa yang ditulisnya”.
Ada pula facebooker yang “Bioskop Mania”. Hal ini dapat dilihat dari statusnya yang selalu update film yang habis dinontonnya lalu dikomentarinya. Untuk facebooker type ini, misalnya statusnya berbunyi, “Ice Age 3. REcomended!”, “Republik TwitteR. Recommended !!”. Kesebelas, ada pula facebooker yang memanfaatkan jejaring sosial facebook untuk menjual barang dagangannya. Misalnya statusnya berbunyi, “jual sepatu bla bla bla, jual smartphone keluaran terbaru, bla..bla..bla”. Facebooker type ini tidak jauh beda denga facebooker type “penyuluh masyarakat” yang menulis status layaknya iklan layanan masyarakat. Misalnya statusnya berbunyi, “”Jangan lupa dateng ke TPS, 5 menit utk 5 tahun bla..bla”.
Pengguna Facebook Tipe Kaskuser. Baru online, ‘Pertamaxxxx Gan ! … 5 menit lagi ‘kalo berkenan cendolnya donk gannn’…. 1 jam lagi ‘aduh sial gagal pertamax di trid sendiri’…. ..
beberapa jam lagi ‘Yes Gw Udah ISO2000′, trus nawarin ‘bagi2 cendol gratis di kaskus ngerayain ISO ‘ kalo online pagi ‘pagi2 enaknya ngaskus gan!’, ‘tidur telat bangun pagi2 nyalain komputer ngaskus lagi’.
Facebooker lainnya adalah “Facebooker Alay”. Ada berbagai macam versi, dari tulisannya yang aneh, atau tulisannya biasa aja, hanya saja kosakatanya nggak lazim (fusion). Misalnya, ”DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!!”. ”km mugh kog gag pernach ngabwarin aq lagee seech? kmuw maseeh saiangs sama aq gag seech sebenernywa? “. ”Ouh mY 9oD..!! kYknY4w c gW k3ReNz 48ee5h d3ch..!!”. hahahaha ….. bingung juga bacanya. Khusus buat tipe ini, kata teman saya lebih baik nggak usah dibaca juga gpp. Yang terakhir adalah facebooker, type “Hidden Message”. Tipe ini biasanya nggak to the point, tapi tentunya punya niat biar orang yang dituju membacanya. Bagus – bagus kalo baca, kalo nggak ? kelamaan nunggu, padahal langsung aja sms yah.
* * *
Facebook telah mendunia. Semua orang senang dengan facebook, “karena dapat kerjaan baru, hobbi baru, teman baru serta kencan baru” walau tak harus meninggalkan kamar. Semua pengguna (user/member) terkoneksi hanya dengan bikin status, chating atau saling mengomentari foto. Banyak manfaat dari facebook namun tak sedikit yang menggunakannya untuk menipu, menghina, merusak nama baik orang, atau menjelekkan suatu instansi / perusahaan. Bahkan tak sedikit pula orang, perkumpulan atau lembaga yang mengorganisir demonstrasi lewat group terprivate di facebook atau yang memanfaatkannya untuk menggalang dana peduli bencana, dan lain sebagainya.
Wall of Facebook, wall of shame. (google/ajilbab.com)
Di luar semua itu, karya kreatifitas Mark Zuckerberg menjadi “tempat meratap” sebagian besar penggunanya. Facebook tidak hanya menjadi “media sharing” informasi dan pengetahuan, ia malahan lebih banyak digunakan sebagai media ekspresi dan pelampiasan emosi. Perhatikanlah wall (dinding) facebook, yang kita temukan adalah lebih banyak ratapan, keluh kesah, harapan, cita – cita, cinta, curhat, dendam, dan lain sebagainya. Ya, mungkin ini pulalah konsekuensi dan “tuntutan” koneksifitas atau “narzistis” di dunia maya, bahwa segalanya harus terupdate, mulai dari apa yang kita lakukan sampai apa yang kita makan, lengkap pula dengan foto kegiatan dan gambar makanannya. Jadi, untuk mengetahui apakah seseorang (facebookers) masih punya rasa malu (shame) atau tidak, silahkan lihat dan pelajari dindingnya.
Wall Facebook dengan sendirinya telah menjadi “Tembok Ratapan”. Ya, mirip – miriplah seperti orang (cara) Yahudi yang (beribadah) mengungkapkan segala keluh kesah dan harapannya di depan Tembok (Dinding) Ratapan. Mungkin itu pula sebabnya tempat menulis status di Facebook disebut Wall (Dinding), dimana semua permasalahan semua orang pengguna facebook terbaca di dinding Ratapan itu. Saat ini, malahan “Riwayat Ratapan” akan semakin mudah terbaca dengan “Timeline (Kronologi), tampilan baru Facebook. (*).