Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Jangan Langsung Percaya Omongan Orang, Apalagi Di Dunia Maya

REP | 02 June 2012 | 17:58    Dibaca: 568   Komentar: 24   5

Dulu saya sempat terlibat masalah di Kompasiana hanya karena ada message masuk ke inbox saya yang isinya mengenai seseorang dan gara-gara isi inbox itu masalahnya menjadi ramai. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya mengambil pelajaran kalau menerima inbox dari satu pihak yang menjelekkan pihak lain,sebaiknya saya  tidak langsung percaya, dan kalau sebaiknya bisa mencoba melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak yang dijelek-jelekkan itu.

Dua hari lalu, setelah 2 bulan non-aktif menulis dan berkomentar di Kompasiana,  saya log-in lagi membuat tulisan humor tentang tipe-tipe jomblo http://hiburan.kompasiana.com/humor/2012/05/31/termasuk-tipe-jomblo-yang-manakah-anda/. Bersamaan dengan aktifnya kembali saya di Kompasiana, saya juga saling berbalas message  message inbox dengan seorang teman, membicarakan tentang seorang kompasianer lain. Karena isi message inbox itu menurut saya agak mendiskreditkan orang lain, saya akhirnya memberanikan diri meminta konfirmasi dan klarifikasi kepada orang tersebut.

Awalnya saya ragu-ragu takut dianggap lancang karena mempertanyakan isu tersebut. Ternyata orang tersebut tidak marah malah dia berterima kasih karena dia pun kaget tidak menyangka kalau ada isu seperti itu yang menjelek-jelekkan dia. Selain berterima kasih, dia juga menjawab secara logis tentang ketidakbenaran isu tersebut dan saya jadi yakin kalau dia benar, dengan penjelasan logis juga disertai beberapa argumen serta bukti-bukti yang sangat meyakinkan saya.

Saya justru menjadi hilang kepercayaan kepada orang yang mengirimi saya inbox itu, yang menjelek-jelekan orang lain. Lain kali saya semakin harus hati-hati bila menerima pesan-pesan inbox yang menjurus fitnah dan menjelek-jelekkan orang lain. Minimal saya tidak akan langsung percaya lagi semua kata-katanya dan tidak akan terkesan lagi dengan tulisan-tulisannya yang terkesan sebagai pribadi yang baik.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengapa Seorang Pepih Nugraha Bisa Diundang …

Pepih Nugraha | | 25 May 2015 | 22:39

Mengenal Jajan Pasar Gorontalo …

Sutiono | | 26 May 2015 | 07:52

Wall Garden Kebun Sayur Orang Kota …

Mahaji Noesa | | 25 May 2015 | 22:21

OMG! Mahasiswa Malaysia Ini Batal Lulus …

Arianonaka | | 25 May 2015 | 20:04

Cara Cerdas Mengkritik Tulisan Orang Lain …

Muhammad Armand | | 25 May 2015 | 21:41


TRENDING ARTICLES

Menpora Kalah di PTUN, JK Perintah Cabut SK, …

Hasto Suprayogo | 5 jam lalu

SBY dan Mafia Migas …

M. Jaya Nasti Nasti | 8 jam lalu

Soal Istilah Pribumi oleh KAMMI …

Najib Yusuf | 12 jam lalu

Membaca Konflik Terbuka Antara Jokowi vs JK …

Sang Pujangga | 13 jam lalu

Beras Plastik, Anomali Jokowi, dan Strategi …

Ninoy N Karundeng | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: