Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Jangan Langsung Percaya Omongan Orang, Apalagi Di Dunia Maya

REP | 02 June 2012 | 17:58 Dibaca: 553   Komentar: 24   5

Dulu saya sempat terlibat masalah di Kompasiana hanya karena ada message masuk ke inbox saya yang isinya mengenai seseorang dan gara-gara isi inbox itu masalahnya menjadi ramai. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya mengambil pelajaran kalau menerima inbox dari satu pihak yang menjelekkan pihak lain,sebaiknya saya  tidak langsung percaya, dan kalau sebaiknya bisa mencoba melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak yang dijelek-jelekkan itu.

Dua hari lalu, setelah 2 bulan non-aktif menulis dan berkomentar di Kompasiana,  saya log-in lagi membuat tulisan humor tentang tipe-tipe jomblo http://hiburan.kompasiana.com/humor/2012/05/31/termasuk-tipe-jomblo-yang-manakah-anda/. Bersamaan dengan aktifnya kembali saya di Kompasiana, saya juga saling berbalas message  message inbox dengan seorang teman, membicarakan tentang seorang kompasianer lain. Karena isi message inbox itu menurut saya agak mendiskreditkan orang lain, saya akhirnya memberanikan diri meminta konfirmasi dan klarifikasi kepada orang tersebut.

Awalnya saya ragu-ragu takut dianggap lancang karena mempertanyakan isu tersebut. Ternyata orang tersebut tidak marah malah dia berterima kasih karena dia pun kaget tidak menyangka kalau ada isu seperti itu yang menjelek-jelekkan dia. Selain berterima kasih, dia juga menjawab secara logis tentang ketidakbenaran isu tersebut dan saya jadi yakin kalau dia benar, dengan penjelasan logis juga disertai beberapa argumen serta bukti-bukti yang sangat meyakinkan saya.

Saya justru menjadi hilang kepercayaan kepada orang yang mengirimi saya inbox itu, yang menjelek-jelekan orang lain. Lain kali saya semakin harus hati-hati bila menerima pesan-pesan inbox yang menjurus fitnah dan menjelek-jelekkan orang lain. Minimal saya tidak akan langsung percaya lagi semua kata-katanya dan tidak akan terkesan lagi dengan tulisan-tulisannya yang terkesan sebagai pribadi yang baik.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Taman Balekambang, Bukti Cinta Orangtua …

Agoeng Widodo | | 30 September 2014 | 15:39

Gedung DPR Dijual …

Hendra Budiman | | 30 September 2014 | 11:55

Bahkan Macan Asia pun Butuh Demokrasi …

Yudhi Hertanto | | 30 September 2014 | 12:16

Langkah Kecil, Meninggalkan Jejak yang …

Ngesti Setyo Moerni | | 30 September 2014 | 15:07

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 6 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 8 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 9 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 10 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Layanan Kesehatan Harus Ramah dan Terbuka …

Baihaqi | 7 jam lalu

Bogor Islamic Book Fair 2014 …

Adi Setiadi | 7 jam lalu

“Indonesia Tanah Air Beta”, Kata …

Elvini Effendi | 7 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 7 jam lalu

Orang Indonesia Itu Baik-baik Semua …

Den Bhaghoese | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: