Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Ojan

silahkan berbeda pendapat tapi jangan berdusta

Selamat Mudik, Mudik dengan Selamat

REP | 13 August 2012 | 06:28 Dibaca: 157   Komentar: 2   1

Sebentar lagi lebaran tiba. Bagi ummat muslim yang tinggal jauh dari kampung halaman, tentu dari jauh hari sudah berniat untuk pulang kampung agar bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga, saudara, maupun kerabat. Apa lagi di minggu terakhir bulan puasa seperti saat ini, tentu arus mudik semakin meningkat, karena kebanyakan para pekerja kantoran, pedagang, mahasiswa, pelajar, bahkan pejabat, dan lain-lain sudah mendapat cuti dari tempat kerja atau libur bagi pelajar.

Mengingat pulang kampung adalah satu moment yang sangat dinanti bagi banyak orang, tentu tidak bisa dihindari yang namanya persiapan sebelum berangkat. Jika tidak, bisa dikatakan tidak ada niat bagi orang tersebut untuk pulang kampung, atau agenda pulang kampung nya rentan terjadi masalah akibat tidak matangnya persiapan tadi. Sekecil apapun atau sebesar apapun masalah tersebut, tetap saja merupakan satu dampak dari tidak adanya perencaan yang diatur secara baik.

Bicara soal persiapan, banyak hal sebetulnya yang harus diselesaikan sebelum kita berangkat menuju kampung halaman. Mulai dari penentuan hari keberangkatan, berapa hari menikmati masa lebaran bersama keluarga dikampung, termasuk mempersiapkan oleh-oleh, perhitungan anggara untuk sekedar berbagi uang jajan buat adik-adik atau keponakan, termasuk juga kendaraan atau jasa transportasi yang digunakan untuk mudik, dan lain-lain.

Saya adalah salah seorang diantara banyak calon pemudik. Tapi pada tulisan ini saya lebih menekankan pada alat transportasi yang di pakai untuk mudik atau pulang kampung terutama bagi pemudik yang mengguanakan sepeda motor. Mengingat tidak sedikit orang memilih untuk mudik menggunakan sepeda motor meskipun pemerintah sudah berkali-kali mengingatkan agar para pemudik sebaiknya tidak menggunakan sepeda motor ketika mudik, mengingat tidak jarang terjadi kelecakaan lalu lintas pada saat musim mudik atau pulang kampung.

Agar bisa bebas untuk berkunjung kerumah saudara atau teman atau sekedar untuk jalan-jalan melihat keraimaian dikampung saat lebaran, adalah salah satu alasan kenapa banyak diantara pemudik memilih untuk membawa sepeda motornya saat mudik. Ada juga yang berpendapat, lebih hemat biaya jika dibandingkan dengan naik bus atau travel. Bahkan mungkin ada juga yang mau pamer bagi yang baru memiliki sepeda motor yang dia peroleh dari hasil kerjanya (mudah-mudahan angkanya lebih sedikit dibanding dua alasan sebelumnya). Mungkin masih banyak alasan lain kenapa banyak pemudik harus menggunakan sepeda motor.

Terlepas dari semua alasan, sesama calon pemudik saya hanya ingin berbagi, saling mengingatkan, bahwa keselamatan adalah salah satu factor yang harus dinomor satukan, terutama bagi yang mau mudik dengan menggunakan sepeda motor tadi. Jangan sampai moment lebaran yang semesti dirayakan dengan keceriaan bersama keluarga, berubah menjadi malapetaka yang malah merepot diri kita dan keluarga akibat kelalaian atau atau kurang memperhatikan keselamatan saat mudik. Kita harus menunda bersilaturrahmi di lebaran tahun depan. Memang pada dasarnya silaturrahmi tidak hanya saat lebaran, tapi buat apa lebaran kali ini kita pulang jika harus menggagalkan silaturrahmi?

Barangkali ada beberapa hal yang saya rasa perlu dipersiapkan;

pertama, pastikan surat-surat motor seperti STNK, SIM masih berlaku. Karena banyak terjadi pemeriksaan oleh Polisi saat di perjalanan.

Kedua, ban harus dalam kondisi prima. Pengendara sering direpotkan oleh ban yang kurang angin atau bocor bahkan pecah, situasi ini sering menjadi penyebab untama terjadinya kecelakaan.

Ketiga, periksa kelayakan pada mesin motor sebelum berangkat. Jangan lupa servis dan ganti oli mesin agar mesin motor tetap prima saat di perjalanan. Kondisi rem belakang dan rem depan juga harus diperhatikan.

Keempat, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Berhubung perjalanan cukup jauh dan memakan waktu tempuh cukup lama, maka dibutuhkan kebugaran dan konsentrasi yang tinggi.

Kelima, jangan lupa menggunakan alat pengaman dalam berkendara. Jaket, helm, sarung tangan, sepatu, jika perlu siapkan jas hujan untuk antisipasi jika terjadi hujan.

Keenam, patuhi rambu lalu lintas. Cari tempat istirahat jika tubuh terasa letih.

Selamat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan orang-orang terdekat lainnya, semoga tetap terus terbangun silaturrahmi, kebersamaa serta persaudaraan bersama orang-orang disekitar kita.

Keselmatan tetap nomor satu. Dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua pemudik yang sempat membacanya. Selamat hari raya, selamat mudik, dan hati dijalan.

Terima kasih…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Tips Ibu Jepang Menyiasati Anak yang Susah …

Weedy Koshino | | 22 October 2014 | 08:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 2 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 2 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 3 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 4 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | 7 jam lalu

Filosofi Kodok …

Dean Ridone | 7 jam lalu

Mirip Penyambutan Raja yang Dicintai …

Dr. Nugroho, Msi Sb... | 7 jam lalu

Cara Wanita Cerdas Memilih Calon Suami …

Nelvianti Virgo | 7 jam lalu

Fenomena Rokok pada Anak Usia Dini …

Dian Wisnu Al Afdho... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: