Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Usi Saba Kota

Ibu Satu dan banyak anak

Berita Di Kompasiana Sampah?

OPINI | 15 January 2013 | 02:09 Dibaca: 309   Komentar: 0   0

Apakah menuliskan artikel di Kompasiana berdasarkan berita atau informasi di media lain dikategorikan artikel sampah? Menurut saya yang awam rasanya tidak juga.  Wong berita-berita di televisi nasional dan media nasional kita saja banyak kok yang bahan beritanya memang dari media lain, media luar terutama. Bahkan media luar sendiri kadang memberitakan berita dan atau artikel yang sudah rilis di media luar lainnya.

Lihat Metro TV dan tv-tv nasional kita lainnya yang sering mengambil berita luar bersumber dari media luar seperti Al Jazeera, CNN, dsbnya. Apakah berita mereka dikategorikan berita sampah juga? Tergantung siapa yang menerima beritanya. Bagi yang kebiasaannya mengkonsumsi berita-berita dari Al Jazeera misalnya terus mereka nonton berita yang sama di media nasional kita, etentu mereka menganggapnya sedikit sampah karena mereka sudah melihat berita itu duluan. Tapi bagi mereka yang boro-boro bisa melihat berita dari luar, maka ketika mereka melihat berita tersebut dari media nasional, maka berita tersebut menjadi berita hangat dan bukan sampah.

Saya pikir Kompasioner-kompasioner adalah kumpulan blogger yang profesinya bermacam-macam dan berapa persenkah yang profesinya sebagai wartawan profesional disini? Jadi, wajar saja kalau banyak artikel disini yang sifatnya ulangan dari media lain. Selama penulisan dan penayangan artikel itu mencantumkan asal beritanya dan tidak plek 100% copy paste, saya pikir masih bisa dimaklumi.

Masih bagus mau menulis daripada hanya komentar panas disana-sini dan cuma ikut meramaikan keadaan. Menulis bahkan menulis ulang berita yang sudah ada sekalipun bagi sebagian orang merupakan terapi dari kejenuhan dan kebosanan. Kadang bagi yang waktu atau koneksi internetnya terbatas, mungkin saja mereka kesukaannya cuma Kompasiana. Jadi, kalaupun dia tidak membuka portal-portal berita lainnya minimal dia up to date beritanya dari Kompasiana.

Seperti saya ini yang sering mendapat berita hangat dari Kompasiana misalnya soal angkang-mengangkang itu, soal pencalonan gubernur Jokowi-Ahok, soal Roy Suryo dsbnya. Entah mengapa, saya lebih tertarik membuka Kompasiana daripada Kompas itu sendiri atau portal-portal media Indonesia lainnya untuk bacaan bahasa Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Endah Kreco, Kartini dari Keong Sawah …

Junanto Herdiawan | | 21 April 2014 | 07:31

Mempertanyakan Kelayakan Bus Transjakarta …

Frederika Tarigan | | 21 April 2014 | 10:22

Cara Menghadapi Lansia (Jompo) Pemarah …

Mohamad Sholeh | | 21 April 2014 | 00:56

Danau Linow Masih Mempesona …

Tri Lokon | | 21 April 2014 | 07:01

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 2 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 3 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 4 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 6 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: