Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Usi Saba Kota

Juara 1 olimpiade Kimia & Matematika sekandang ayam.

Berita Di Kompasiana Sampah?

OPINI | 15 January 2013 | 02:09 Dibaca: 313   Komentar: 0   0

Apakah menuliskan artikel di Kompasiana berdasarkan berita atau informasi di media lain dikategorikan artikel sampah? Menurut saya yang awam rasanya tidak juga.  Wong berita-berita di televisi nasional dan media nasional kita saja banyak kok yang bahan beritanya memang dari media lain, media luar terutama. Bahkan media luar sendiri kadang memberitakan berita dan atau artikel yang sudah rilis di media luar lainnya.

Lihat Metro TV dan tv-tv nasional kita lainnya yang sering mengambil berita luar bersumber dari media luar seperti Al Jazeera, CNN, dsbnya. Apakah berita mereka dikategorikan berita sampah juga? Tergantung siapa yang menerima beritanya. Bagi yang kebiasaannya mengkonsumsi berita-berita dari Al Jazeera misalnya terus mereka nonton berita yang sama di media nasional kita, etentu mereka menganggapnya sedikit sampah karena mereka sudah melihat berita itu duluan. Tapi bagi mereka yang boro-boro bisa melihat berita dari luar, maka ketika mereka melihat berita tersebut dari media nasional, maka berita tersebut menjadi berita hangat dan bukan sampah.

Saya pikir Kompasioner-kompasioner adalah kumpulan blogger yang profesinya bermacam-macam dan berapa persenkah yang profesinya sebagai wartawan profesional disini? Jadi, wajar saja kalau banyak artikel disini yang sifatnya ulangan dari media lain. Selama penulisan dan penayangan artikel itu mencantumkan asal beritanya dan tidak plek 100% copy paste, saya pikir masih bisa dimaklumi.

Masih bagus mau menulis daripada hanya komentar panas disana-sini dan cuma ikut meramaikan keadaan. Menulis bahkan menulis ulang berita yang sudah ada sekalipun bagi sebagian orang merupakan terapi dari kejenuhan dan kebosanan. Kadang bagi yang waktu atau koneksi internetnya terbatas, mungkin saja mereka kesukaannya cuma Kompasiana. Jadi, kalaupun dia tidak membuka portal-portal berita lainnya minimal dia up to date beritanya dari Kompasiana.

Seperti saya ini yang sering mendapat berita hangat dari Kompasiana misalnya soal angkang-mengangkang itu, soal pencalonan gubernur Jokowi-Ahok, soal Roy Suryo dsbnya. Entah mengapa, saya lebih tertarik membuka Kompasiana daripada Kompas itu sendiri atau portal-portal media Indonesia lainnya untuk bacaan bahasa Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Australia Jawara Piala Asia 2015 …

Achmad Suwefi | | 31 January 2015 | 18:50

Penyimpangan Perilaku Penyelenggara Siaran …

Budiyanto | | 31 January 2015 | 16:50

Inspirasi, Imajinasi, dan Referensi Dalam …

Ryan M. | | 31 January 2015 | 20:03

Di Indonesia Olah Raga Masih Dianggap …

Den Bhaghoese | | 31 January 2015 | 15:40

Menyantap Roti di Gudang Rottie …

Ariesa Putris | | 31 January 2015 | 15:27


TRENDING ARTICLES

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 12 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 13 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 14 jam lalu

Abraham Samad di Ujung Tanduk …

Inesya Sisca | 14 jam lalu

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: