Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Wartawan Sama dengan Tanggap Bencana

REP | 31 January 2013 | 20:10 Dibaca: 154   Komentar: 0   0

13596299041658594689

nuansa umy

Jakarta (NO)- Menjadi jurnalis sebenarnya sama halnya dengan bagaimana menyikapi sebuah bencana. Sebagaimana jika suatu bencana terjadi maka tim relawan atau evakuasi harus turun untuk menangani bencana tersebut. Sama halnya dengan seorang wartawan yang harus siap sedia dalam melaporkan sebuah kejadian. Sebagai wartawan atau reporter sudah sepatutnya harus sigap dan cekatan dalam melakukan liputan terhadap sebuah kejadian. Karakter itulah yang sangat penting dalam jiwa seorang reporter.

Hal itulah yang disampaikan oleh Editorial Staff The Jakarta Post Mr. Bruce Emond, pada acara Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Media yang diadakan oleh LPPM Nuansa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LPPM Nuansa UMY) yang bertempat di Kantor The Jakarta Post Jl. Palmerah Barat Jakarta, Senin (28/01).

Menjadi seorang reporter adalah salah satu ruang untuk membuka pikiran atau dengan kata lain saat ini adalah open minded. “Menjadi seorang reporter akan mendapatkan wawasan yang luas tentang apa saja yang terjadi di luar sana.” Tutur Mr.Bruce saat presentasi The Jakarta Post kepada peserta KKL. Selain itu sebagai reporter harus bersikap objektif dalam menyampaikan informasi dari narasumber ke pembaca. Karena hal tersebut akan menciptakan citra objektifitas untuk reporter dan media itu sendiri. Objektifitas juga diperlukan sebuah media untuk mendapatkan kepercayaan narasumber terhadap pemberitaan yang akan dibuat oleh media itu sendiri. Hal itu juga menjadi salah satu jembatan untuk meningkatkan jaringan (link) bagi sebuah media.

Dalam acara tersebut pihak The Jakarta Post menghadirkan pemateri Evi, Mr. Bruce dan Willy yang menjelaskan tentang sejarah dan tujuan The Jakarta Post serta produk-produk yang dibuat. Juga memberikan pengetahuan tentang keredaksian mulai dari penentuan rencana berita apa saja yang akan diliput, koordinasi antara staff redaksi dan team work yang sangat dibutuhkan.

KKL Media LPPM Nuansa 2013 di Jakarta diharapkan dapat menambah ilmu bagi peserta tentang dunia pers lebih dalam. “Acara ini sangat menambah wawasan saya tentang apa itu pers dan bagaimana kinerja di dalamnya sehingga media itu dapat dirasakan oleh khalayak.”, ungkap Umi Habibah, salah satu peserta KKL Media.(Ly)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tarian Malinau yang Eksotis Memukau Ribuan …

Tjiptadinata Effend... | | 24 November 2014 | 11:47

Ini Sumber Dana Rp 700 T untuk Membeli Mimpi …

Eddy Mesakh | | 24 November 2014 | 09:46

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Nyicipi Rujak Uleg sampai Coklat Hungary di …

Mas Lahab | | 24 November 2014 | 16:16

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 7 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 10 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 11 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: