Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Freedom

ini adalah blog kompasiana untuk KPI 2A

Kritik dan Analisis Penulisan Bahasa dalam Media Cetak

OPINI | 20 March 2013 | 16:15 Dibaca: 107   Komentar: 0   0

Nama : Hany Sabrina Mumtaz Aziz

NIM : 1112051000011

Minggu,3 Maret 2013

WARTA KOTA

Paula Meliana Mengembangkan Bisnis Orangtua

1. Menurut saya didalam awal kalimat pada aertikel ini menggunakan Bahasa Indonesia yang benar karena fungsi dari kita menggunakan Bahasa Indonesia itu sendiri salah satu fungsinya ialah merasa bangga bila menggunakannya, sesuai dengan sumpah pemuda bahwa Indonesia berbahasa satu yaitu Bahasa Indonesia.

Berikut contoh kata yang menggunakan Bahasa Indonesia secara tepat :

BAGI Paula Meliana, penerus bisnis bridal Eva Bun,kesuksesan orang tuanya dalam dunia fesyen diakui nya sebagai sebuah keberuntungan.

Kata fesyen ini menggunakan Bahasa Indonesia yang banyak orang lebih sering menggunakan kalimat asing yaitu fashion.

2. Menurut saya dalam artikel ini juga ada kata yang kurang tepat.

Contohnya :

Keputusan pindah kejurusan mode terpaksa diambil Paula karena Eva mengancam Paula untuk menghentikan suntikan dana jika Paula tidak mau kuliah mode.

Menghentikan suntikan : Menurut saya ini kalimat ambigu, karena kalimat ini memiliki beberapa arti. Menurut saya bias diganti dengan kalimat-kalimat lain, seperti tidak membiayai.

3. Kata “Alih-alih” pada kalimat dibawah ini juga belum tepat.

Contohnya :

Alih-alih pindah ke jurusan arsitek, Paula justru mendapat nilai bagus untuk setiap mata pelajarannya kecuali menjahit.

Kata alih-alih menurut saya seharusnya diubah menjadi “setelah” karena kata alih_alih tidak tepat penggunaannya di awal kalimat.

4. Kata terakhir dalam artikel ini menurut sdaya yang kurang tepat pada kalimat :

Contohnya :

Karena penting sekali bagi wanita untuk mengetahui bahwa wajahnya harus benar-benar bersih sebelum diolesi make up.

Menurut saya kata diolesi ini adalah kata yang ambigu, diolesi ini lebih tepat apabila digunakan untuk kalimat,misalnya “roti itu diolesi selai coklat”. Menurut saya jika diwajah baiknya menggunakan kata “rias” karna jika rias maknanya pasti di wajah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 15 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 20 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 23 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 22 November 2014 21:41

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Indonesia Memperkaya Orang Asing …

Fikril Islam | 8 jam lalu

Mulai 1 Desember PNS Dilarang Rapat di Hotel …

Gingerkempling | 8 jam lalu

[Cerpen dan Lagu] Anggun …

Conan Edogawa | 8 jam lalu

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | 8 jam lalu

Manusia Atlantis (4) …

S-widjaja | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: