Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Freedom

ini adalah blog kompasiana untuk KPI 2A

Analisis Penggunaan Bahasa dalam Sebuah Media Masa

OPINI | 21 March 2013 | 10:50 Dibaca: 415   Komentar: 0   0

FAJAR HARDIAN AZHAR

KPI 2 A

1112051000010

Media masa adalah salah satu sarana untuk kita bisa mendapatkan informasi serta juga bisa menambah wawasan kita. Oleh karena itu, dalam sebuah media masa penggunaan bahasa yang baik dan terstruktur harus di realisasikan. Agar apa yang di sampaikan bisa kita pahami sepenuhnya. Oleh sebab itu, penggunaan bahasa dalam sebuah media masa memiliki peran yang dominan.

Banyak contoh media masa yang sering kita temui, salah satunya adalah Koran. Dan penggunaan bahasa dan kata yang baik di dalam Koran harus lebih di perhatikan karena agar mudah di pahami oleh pembaca. Republika merupakan salah satu Koran yang penggunaan bahasanya cukup bagus namun mungkin bagi beberapa pembaca kata-kata yang ada di dalam Koran Republika ini masih ada yang belum atau kurang di pahami.

Contohnya dalam Koran Republika tanggal 16 Maret 2013, ada sebuah kalimat “Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus indikasi penimbunan bawang yang di lakukan oleh sejumlah importir.” Dalam kutipan tersebut terdapat kata “mengendus” mungkin untuk sebagian orang kata tersebut identik dengan hewan. Tapi dalam kutipan tersebut kata “mengendus” bukan bermakna mencium (bau) tetapi memiliki makna “mulai mengetahui” atau “sadar”. Dan dalam kutipan tersebut juga terdapat kata “indikasi” yang dimana kata tersebut memiliki makna  ”tanda-tanda yang menarik perhatian” atau “petunjuk”.

Penggunaan bahasa dan kata-kata yang terdapat dalam Koran Republika sudah cukup bagus walaupun masih ada beberapa kata yang masih belum di pahami pembaca, yang dimana kata tersebut mungkin menggunakan kata baku atau memiliki makna kiasan. Contohnya kata “mengendus” dalam kutipan di atas. Dan makna kiasan tersebut juga terdapat dalam kalimat “Buktinya, KPK sigap memeriksa sejumlah anggota Komisi III DPR dalam kasus simulator SIM pasca nyanyian Nazaruddin.” Yang di kutip juga dari Koran Republika tanggal 16 Maret 2013.

Dimana kata “nyanyian” tersebut dalam KBBI adalah hasil dari menyanyi atau yang dinyanyikan. Namun dalam kutipan kalimat di atas kata “nyanyian” mempunyai makna konotasi atau kiasan yaitu seperti perkataan atau ucapan. Jadi, tidak setiap kata dalam Bahasa Indonesia memiliki kesamaan arti pada setiap kalimat. Khususnya pada setiap media masa, yang menggunakan Bahasa yang baku atau memiliki makna konotasi.

Dalam Koran Republika ini bahasa yang di gunakan sudah cukup bagus dan kata-kata yang ada di dalamnya juga sudah menggunakan kata baku, namun kata-kata baku tersebut masih banyak yang belum memahami artinya, oleh karena itu kita harus lebih menambah kosa kata dengan cara lebih banyak membaca dan mencari tahu sendiri makna dari kata-kata yang belum dipahami.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menebar Rimpang Jahe Menuai Rupiah Sebuah …

Singgih Swasono | | 16 April 2014 | 09:28

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 8 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 10 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 10 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: