Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Freedom

ini adalah blog kompasiana untuk KPI 2A

Analisis Penggunaan Bahasa dalam Sebuah Media Masa

OPINI | 21 March 2013 | 10:50 Dibaca: 463   Komentar: 0   0

FAJAR HARDIAN AZHAR

KPI 2 A

1112051000010

Media masa adalah salah satu sarana untuk kita bisa mendapatkan informasi serta juga bisa menambah wawasan kita. Oleh karena itu, dalam sebuah media masa penggunaan bahasa yang baik dan terstruktur harus di realisasikan. Agar apa yang di sampaikan bisa kita pahami sepenuhnya. Oleh sebab itu, penggunaan bahasa dalam sebuah media masa memiliki peran yang dominan.

Banyak contoh media masa yang sering kita temui, salah satunya adalah Koran. Dan penggunaan bahasa dan kata yang baik di dalam Koran harus lebih di perhatikan karena agar mudah di pahami oleh pembaca. Republika merupakan salah satu Koran yang penggunaan bahasanya cukup bagus namun mungkin bagi beberapa pembaca kata-kata yang ada di dalam Koran Republika ini masih ada yang belum atau kurang di pahami.

Contohnya dalam Koran Republika tanggal 16 Maret 2013, ada sebuah kalimat “Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus indikasi penimbunan bawang yang di lakukan oleh sejumlah importir.” Dalam kutipan tersebut terdapat kata “mengendus” mungkin untuk sebagian orang kata tersebut identik dengan hewan. Tapi dalam kutipan tersebut kata “mengendus” bukan bermakna mencium (bau) tetapi memiliki makna “mulai mengetahui” atau “sadar”. Dan dalam kutipan tersebut juga terdapat kata “indikasi” yang dimana kata tersebut memiliki makna  ”tanda-tanda yang menarik perhatian” atau “petunjuk”.

Penggunaan bahasa dan kata-kata yang terdapat dalam Koran Republika sudah cukup bagus walaupun masih ada beberapa kata yang masih belum di pahami pembaca, yang dimana kata tersebut mungkin menggunakan kata baku atau memiliki makna kiasan. Contohnya kata “mengendus” dalam kutipan di atas. Dan makna kiasan tersebut juga terdapat dalam kalimat “Buktinya, KPK sigap memeriksa sejumlah anggota Komisi III DPR dalam kasus simulator SIM pasca nyanyian Nazaruddin.” Yang di kutip juga dari Koran Republika tanggal 16 Maret 2013.

Dimana kata “nyanyian” tersebut dalam KBBI adalah hasil dari menyanyi atau yang dinyanyikan. Namun dalam kutipan kalimat di atas kata “nyanyian” mempunyai makna konotasi atau kiasan yaitu seperti perkataan atau ucapan. Jadi, tidak setiap kata dalam Bahasa Indonesia memiliki kesamaan arti pada setiap kalimat. Khususnya pada setiap media masa, yang menggunakan Bahasa yang baku atau memiliki makna konotasi.

Dalam Koran Republika ini bahasa yang di gunakan sudah cukup bagus dan kata-kata yang ada di dalamnya juga sudah menggunakan kata baku, namun kata-kata baku tersebut masih banyak yang belum memahami artinya, oleh karena itu kita harus lebih menambah kosa kata dengan cara lebih banyak membaca dan mencari tahu sendiri makna dari kata-kata yang belum dipahami.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 8 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 13 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 13 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: